Dentmas.id – Persiapan harus dilakukan karena persaingan di industri chip kecerdasan buatan atau AI dipastikan akan meledak tahun ini. Faktanya, Intel, sang raja prosesor PC yang lama terdiam, sekarang secara terang-terangan menyatakan perang untuk merebut tahta Nvidia di pasar server AI yang super panas.

Lebih hebatnya lagi, CEO Intel, Lip-Bu Tan, dengan berani membongkar rencana besar mereka, yaitu membangun Unit Pemrosesan Grafis atau GPU khusus yang dirancang khusus untuk pusat data AI. Maksudnya jelas, langkah strategis ini bertujuan menghancurkan dominasi Nvidia yang telah bertahun-tahun nyaris tak tersentuh di infrastruktur AI global. Bukan cuma omong kosong, keseriusan Intel langsung dibuktikan dengan aksi nyata merekrut bintang papan atas.
Baca Juga: Gagal Realisasi, Boeing Hentikan Proyek Jet Tempur F-15 Untuk Indonesia
Sebagai bukti, Tan dengan bangga mengumumkan bahwa dirinya baru saja memboyong mantan eksekutif Qualcomm, Eric Demmers, untuk menjabat sebagai Kepala Arsitek GPU Intel. “Saya baru saja merekrut kepala arsitek GPU, dan dia sangat-sangat jago. Percayalah, saya sangat senang dia akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan tim kita,” seru Tan di sela-sela acara Cisco AI Summit. Ternyata, Tan mengakui butuh usaha ekstra dan bujukan khusus untuk meyakinkan Demmers meninggalkan zona nyamannya.
Kedepannya, Demmers akan langsung melapor kepada bos divisi chip data center Intel, Kevork Kechichian, dengan satu misi tunggal, yaitu merancang GPU yang benar-benar menjawab tantangan dan kebutuhan spesifik pelanggan data center. Oleh karena itu, fokus pengembangan GPU baru ini 100% tertuju pada ekosistem data center. Menurut penjelasan Tan, pihaknya saat ini sedang bekerja sangat intens dengan para pelanggan utama untuk mendefinisikan spesifikasi produk yang paling dibutuhkan industri saat ini. “Ini semua, terkait erat dan hanya untuk pusat data,” tegas Tan tanpa basa-basi.
Baca Juga: Notepad++ Dibobol Hacker Didukung China, Aksi Mereka Baru Terungkap Setelah Berbulan-bulan
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Tan juga secara mengejutkan menyinggung ancaman kompetisi dari China, khususnya Huawei. Ia mengaku sempat “kaget” saat mengetahui bahwa Huawei diam-diam telah berhasil merekrut sekitar 100 desainer chip kelas kakap. Padahal, faktanya, Huawei selama ini dikekang habis-habisan oleh sanksi AS dan secara teoritis tidak punya akses ke software desain chip canggih seperti Cadence atau Synopsys.
Peringatan Ancaman dari Huawei
Lalu, ketika Tan penasaran dan bertanya mengapa mereka mau bergabung dengan Huawei yang alatnya terbatas, jawaban para desainer itu justru membuatnya merinding. “Mereka bilang dengan penuh keyakinan, ‘Meskipun kami tidak punya akses ke tools terbaik sekalipun… kami punya cara ‘ala kadarnya’ untuk melakukannya, dan kami PASTI bisa melakukannya,'” cerita Tan sambil menirukan ucapan mereka. Alhasil, Tan pun memberi peringatan serius bahwa Huawei sebenarnya hanya tertinggal sedikit di belakang. “Kalau kita lengah dan tidak hati-hati, mereka akan melompat jauh ke depan dan malah menyalip kita!” tegasnya dengan nada waspada.
Baca Juga: Skandal Spionase Teknologi: Mantan Karyawan Google Terancam 175 Tahun Bui
Selain itu, bisnis pabrik chip atau foundry Intel juga mulai menunjukkan geliat yang luar biasa. Tan membocorkan bahwa saat ini ada “beberapa pelanggan penting” yang sedang terlibat intens dengan Intel Foundry, khususnya untuk teknologi manufaktur 14A mereka yang rencananya akan diproduksi massal pada akhir tahun ini. Bocoran ini tentu sengaja diungkap untuk menunjukkan bahwa Intel serius di semua lini.
Jadi, bisa dibayangkan, peta persaingan chip dunia semakin seru dan mencekam! Di satu sisi, ada Intel yang bersenjata lengkap ingin merobohkan kerajaan GPU Nvidia, sementara di sisi lain, mereka juga harus terus waspada dengan ancaman Huawei yang sedang berpacu dengan cara “ala kadarnya” yang justru bisa jadi sangat mematikan. Pertarungan tiga raksasa ini pasti akan menentukan masa depan komputasi AI dunia. Siapa yang akan menjadi pemenangnya? Nvidia yang sudah mapan, Intel yang bangkit dengan strategi baru, atau Huawei sang penantang dengan semangat baja? Kita tunggu saja kejutan selanjutnya!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










