Dentmas.id – Dunia teknologi mendadak heboh setelah dua palet kargo berisikan GPU kencang Nvidia GeForce RTX 5090 mendadak hilang tanpa jejak di area kargo Bandara Internasional Guarulhos, São Paulo, Brasil.
Padahal, Oderço—sebuah perusahaan distributor perangkat elektronik dan teknologi informasi terkemuka asal Brasil—mencatat kiriman komponen kelas atas tersebut dengan nilai total menembus 470.000 dollar AS atau setara Rp 7,8 miliar.
Berdasarkan dokumen manifes pengiriman, maskapai penerbangan sejatinya telah mendaratkan dua palet besar yang memuat kartu grafis edisi khusus Zotac RTX 5090 itu dengan selamat di kawasan Bandara Guarulhos. Namun anehnya, keberadaan fisik barang-barang mewah tersebut sampai detik ini menguap begitu saja dari gudang penyimpanan.
Menanggapi kejanggalan ini, manajemen Oderço langsung mendesak otoritas pengelola bandara dan divisi kargo untuk segera memberikan klarifikasi resmi. Sayangnya, pihak pengelola tempat penyimpanan kargo justru memilih bungkam dan belum memberikan jawaban yang memuaskan.
Lantaran geram tak kunjung memperoleh kepastian, manajemen Oderço akhirnya memutuskan untuk membongkar kasus mengejutkan ini ke publik melalui unggahan resmi di akun Instagram perusahaan.
Malahan, pihak eksekutif perusahaan secara terbuka menegaskan bahwa insiden hilangnya kargo bernilai fantastis ini menjadi tamparan keras sekaligus peristiwa paling mengecewakan sepanjang 38 tahun sejarah perjalanan bisnis distribusi teknologi mereka.
Kendati demikian, pihak Oderço masih enggan membeberkan detail krusial terkait jadwal pasti kedatangan pesawat, nomor resi pengiriman (air waybill), hingga rincian jumlah pasti unit GPU yang raib dari peti kemas.
Alhasil, para pengamat publik pun berspekulasi liar mengenai apakah musibah ini murni terjadi akibat kecerobohan prosedur logistik internal bandara, aksi pencurian terorganisir oleh komplotan profesional, atau ada skenario gelap lainnya.
Lebih lanjut, media teknologi internasional Tom’s Hardware langsung menyoroti kasus ini karena Nvidia RTX 5090 merupakan kartu grafis flagship yang paling diburu, berharga sangat mahal, serta sedang mengalami krisis pasokan yang teramat parah.
Berapa banyak Nvidia RTX 5090 yang hilang?
Mengenai jumlah pasti unit yang lenyap, para pengamat pasar sejauh ini memang belum bisa memastikan angka riil dari GPU Nvidia RTX 5090 yang berada di dalam dua palet kargo misterius tersebut.
Namun demikian, manajemen Oderço secara gamblang mengonfirmasi bahwa dua palet kargo berisi Zotac RTX 5090 itu menelan biaya pengadaan mencapai 2,5 juta Real Brasil, yang setara dengan angka 470.000 dollar AS.
Sementara itu, jika kita menengok salah satu peritel komputer raksasa di Brasil bernama Promotech, toko tersebut mematok harga jual Zotac Gaming GeForce RTX 5090 senilai 33.999,99 Real Brasil per unitnya.
Seandainya kita membagi nilai total kargo yang hilang dengan harga eceran toko tersebut, maka hitungan kalkulator menunjukkan angka yang setara dengan kira-kira 73 unit kartu grafis RTX 5090.
Akan tetapi, kalkulasi kasar tersebut tentu saja bukanlah angka aktual dari jumlah fisik GPU yang sirna di area bandara.
Pasalnya, laporan resmi Oderço mencantumkan nominal 2,5 juta Real Brasil sebagai angka modal pengadaan grosir (HPP) distributor, bukan harga jual akhir di tingkat pengecer.
Sebab itulah, jumlah fisik kartu grafis yang tersimpan di dalam dua palet besar tersebut secara matematis pasti jauh lebih banyak ketimbang hasil kalkulasi berbasis harga ritel.
Apalagi, krisis pasokan di pasaran global belakangan ini terus memicu lonjakan harga RTX 5090 secara dramatis.
Nvidia RTX 5090 sedang langka
Uniknya, tragedi hilangnya pasokan kargo bernilai miliaran rupiah ini terjadi tepat ketika kartu grafis flagship Nvidia RTX 5090 berada pada puncak kelangkaan barang di pasar dunia.
Berdasarkan investigasi mendalam Tom’s Hardware, kartu grafis monster besutan Nvidia ini memang sudah menghilang dari rak-rak toko komputer online sejak pertengahan September 2026.
Bahkan, jaringan peritel raksasa asal Amerika Serikat seperti Micro Center secara mendadak melabeli unit RTX 5090 dengan status ‘not carried’, yang menandakan bahwa stok produk tersebut benar-benar kosong dari katalog penjualan online mereka.
Akibatnya, situasi langka yang ekstrem ini mendongkrak timbulnya spekulasi panas bahwa produsen sengaja menghentikan produksi RTX 5090 demi mengalihkan alokasi wafer silikon ke chip akselerator AI profesional yang menjanjikan margin keuntungan jauh lebih melimpah.
Namun tak butuh waktu lama, pihak Nvidia secara tegas menepis rumor liar tersebut dan membantah isu penghentian lini produksi GPU gaming flagship mereka.
Pada dasarnya, Nvidia merancang RTX 5090 sebagai kartu grafis gaming kelas tertinggi yang ditujukan khusus bagi para gamer antusias dan profesional komputasi yang membutuhkan performa pemrosesan grafis skala raksasa.
Oleh sebab itu, kombinasi antara harga fantastis dan ketersediaan yang amat terbatas menjadikan GPU flagship ini sebagai aset sangat berharga sekaligus rawan di sepanjang rantai pasok teknologi.
Sebenarnya, sejarah rantai pasok hardware komputer sudah kerap mencatat maraknya aksi kejahatan yang mengincar pengiriman GPU, mulai dari pembajakan truk ekspedisi hingga modus manipulasi garansi dengan mempreteli chip utama.
Meskipun demikian, khusus untuk kasus yang menimpa Oderço ini, otoritas berwenang belum mengonfirmasi bukti resmi yang membenarkan bahwa dua palet RTX 5090 tersebut murni menjadi korban aksi kejahatan pencurian.
Pada akhirnya, hingga laporan ini disampaikan, penyebab pasti musibah hilangnya kargo beserta keberadaan fisik kartu grafis senilai Rp 7,8 miliar tersebut masih terus diselimuti oleh misteri pekat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










