Dentmas.id – Buat kamu yang sering scroll timeline teknologi, mengeluh tentang Windows 11 kayaknya udah jadi tren yang lagi hype banget, lho! Netizen ramai-ramai ancam mau hijrah ke Linux, sibuk bagi-bagi tutorial buat nonaktifin fitur yang bikin sebel, atau demo virtual soal keharusan login pake akun Microsoft. Tapi, jangan langsung termakan omongan! Di balik semua gugatan itu, sistem operasi andalan Microsoft ini justru cetak rekor yang luar biasa gila.
Rekor Fantastis: 1 Miliar Pengguna Aktif dalam Hitungan Hari
Nih, buktinya! CEO Microsoft, Satya Nadella, baru aja pamer angka fantastis dalam laporan keuangan terbaru. Faktanya, Windows 11 sekarang udah berhasil ngejaring lebih dari 1 miliar pengguna aktif di seluruh dunia! Angka segila ini dengan tegas membuktikan satu hal: meski dikritik habis-habisan, Windows tetaplah ‘raja’ yang menguasai dunia desktop dan laptop.
Pada akhirnya, mayoritas pengguna lebih milih bertahan dengan platform yang udah mereka kenal baik sejak dulu, daripada harus pusing-pusing belajar sistem yang baru. Nah, yang bikin heboh lagi, ternyata Windows 11 ngebut banget nih ngejar angka 1 miliar tersebut! OS ini cuma butuh waktu 1.576 hari sejak peluncurannya di Oktober 2021. Kalau dibandingin, ‘kakaknya’, Windows 10, dulu lebih lambat karena perlu waktu 1.692 hari buat nyamain prestasi ini di Maret 2020. Padahal, tantangan Windows 11 jauh lebih berat, lho!
Tantangan Berat Syarat Hardware vs Nostalgia Windows 10
Kita inget-inget lagi, dulu Windows 10 bisa meledak karena Microsoft kasih tawaran upgrade gratis buat semua pengguna Windows 7 dan 8, tanpa perlu khawatir spek komputer nggak kuat. Berbanding terbalik, meskipun Windows 11 juga gratis buat pengguna Windows 10, syarat spesifikasi hardwarenya dibuat jauh lebih ketat. Alhasil, jutaan PC jadul otomatis ‘tertolak’ dan nggak bisa naik kelas ke sistem yang lebih anyar ini. Meski Windows 11 udah merajalela, kita nggak boleh nyepelein ‘pendahulunya’. Faktanya, Windows 10 sampai sekarang masih nggak mau ‘angkat kaki’ dan tetap punya basis pengguna setia.
Padahal, dukungan resmi untuk OS ini sebenarnya udah dihentikan sejak Oktober tahun lalu lho! Menurut data Statcounter, pasar PC global sekarang terbagi rata: sekitar 50-55% udah pake Windows 11, sementara 40-45% masih betah bertahan di Windows 10. Bahkan, COO Dell, Jeffrey Clarke, sempat bocorin di akhir 2025 bahwa masih ada sekitar 1 miliar PC Windows 10 yang aktif di luar sana. Nah, separuh dari angka itu, atau sekitar 500 juta unit, terpaksa nggak bisa upgrade karena terkendala spesifikasi hardware yang udah ketinggalan jaman. Bayangin aja, potensi masalah keamanan yang bisa muncul dari situasi ini!
Janji Perbaikan Microsoft dan Pekerjaan Rumah yang Menumpuk
Nah, demi ngindarin ‘bencana’ keamanan skala besar, Microsoft akhirnya ambil langkah lunak. Mereka terpaksa nyiapin skema khusus, yaitu pembaruan keamanan berbayar yang bisa dibeli institusi bisnis untuk tiga tahun ke depan. Buat kamu pengguna rumahan, Microsoft juga nawarin pembaruan keamanan gratis (opsional) selama satu tahun. Selain itu, aplikasi inti kayak Microsoft Edge dan Defender bakal tetap dapat dukungan sampai setidaknya tahun 2028.
Microsoft sendiri sebenarnya sadar betul kalau Windows 11 punya masalah reputasi yang harus dibenahi. Makanya, Pavan Davuluri, sang Presiden Windows dan Perangkat di Microsoft, berjanji bakal kerahkan semua tim teknis mereka secara besar-besaran dalam beberapa bulan ke depan. Fokus utama mereka adalah membenahi masalah performa dan keandalan sistem, sekaligus merombak tampilan elemen antarmuka lawas yang masih nyangkut dari era Windows 7 atau bahkan XP! Tapi, sayangnya, janji manis ini belum menjawab inti gugatan para pengguna. Soalnya, Davuluri sama sekali nggak sentuh poin-poin yang paling sering dikeluhkan pengguna.
Misalnya nih, soal notifikasi wajib login akun Microsoft yang bikin risih, iklan layanan OneDrive atau Game Pass yang sering muncul tiba-tiba, atau ‘paksaan halus’ buat tetap pake browser Edge dan mesin pencari Bing. Poin-poin krusial ini sepertinya masih belum jadi prioritas perbaikan mereka. Pada akhirnya, buat pengguna awam dan kebanyakan orang, upgrade ke Windows 11 tetaplah jadi pilihan paling masuk akal. Semuanya kembali ke faktor kebiasaan dan kemudahan. Namun, pekerjaan rumah Microsoft jelas masih menumpuk tinggi. Mereka harus cepat-cepat berbenah dan membuktikan komitmennya, sebelum Windows 11 benar-benar dianggap sebagai sistem operasi yang begitu menyebalkan, sampai-sampai menjadi versi Windows terakhir yang rela dipakai oleh miliaran pengguna setianya. Gimana, kamu termasuk yang pro atau kontra nih?
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










