Dentmas.id – Wah, pecah telor nih! Perusahaan antariksa milik si jenius Elon Musk, SpaceX, baru saja mencatatkan namanya dengan tinta emas di sejarah pasar modal global. Bayangkan, mereka berhasil menggebrak dan memecahkan rekor yang sebelumnya nggak terpikirkan oleh banyak orang.
Jadi gini ceritanya, perusahaan yang kita kenal lewat roket-roket keren macam Falcon dan Starship, plus layanan internet satelit Starlink yang lagi naik daun itu, secara resmi sudah mengumumkan harga penawaran saham perdananya alias IPO. Mereka membanderol harga Rp2,4 jutaan per saham, tepatnya 135 dollar AS per saham kalau pakai kurs Rp17.913 saat berita ini ditulis pada Jumat (12/6/2026) lalu. Keren banget kan?
Gelombang Dana Mengerikan Mengalir ke Kantong SpaceX
Nah, di momen IPO yang bersejarah ini, SpaceX dengan percaya diri melepas sebanyak 555,5 juta lembar saham ke publik. Hasilnya? Sungguh di luar nalar! Mereka berhasil mengumpulkan dana segar sebesar 75 miliar dollar AS. Coba konversikan ke rupiah, angkanya jadi sekitar Rp1.343,5 triliun! Buat apa uang sebanyak itu ya? Pasti buat ekspansi gila-gilaan ke luar angkasa.
Dengan torehan fantastis tersebut, secara otomatis IPO SpaceX naik podium sebagai yang TERBESAR sepanjang sejarah dunia finansial. Sebelumnya, rekor itu dipegang dengan nyaman oleh perusahaan minyak raksasa asal Arab Saudi, Saudi Aramco. Mereka dulu hanya mengumpulkan 25,6 miliar dollar AS saat melantai di bursa pada tahun 2019. Jadi, bisa dibilang dana yang berhasil dikumpulkan SpaceX itu hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan IPO-nya Aramco! Gila nggak tuh?
Segera setelah pengumuman ini, saham SpaceX yang punya kode “SPCX” akan mulai diperdagangkan di bursa kebanggaan Amerika, Nasdaq, New York City, pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat. Para investor pasti sudah pada siap-siap di depan layar komputernya.
Investor Antre Panjang, Permintaan Sampai 4 Kali Lipat!
Coba tebak, seberapa heboh antusiasme investor terhadap IPO SpaceX ini? Menurut berbagai laporan media internasional yang saya baca, minatnya sangat-sangat tinggi. Bahkan, permintaan saham disebut-sebut mencapai empat kali lipat lebih besar dibandingkan jumlah saham yang mereka tawarkan! Ini pertanda bahwa kepercayaan publik terhadap visi Elon Musk untuk menguasai antariksa begitu kuat.
Karena tingginya minat yang luar biasa ini, SpaceX langsung bergerak cepat. Mereka memberikan opsi kepada penjamin emisi untuk menjual tambahan sekitar 83 juta saham lagi dalam kurun waktu 30 hari ke depan. Jika semua opsi tambahan ini tereksekusi dengan baik, SpaceX berpotensi mengantongi tambahan dana sekitar 11 miliar dollar AS. Kalau dirupiahkan, itu setara dengan Rp197 triliun. Wah, bisa beli puluhan roket Starsialagi tuh!
Wow! Valuasi SpaceX Tembus Rp31.706 Triliun!
Berkat kesuksesan IPO ini, valuasi atau nilai perusahaan SpaceX kini meroket tajam hingga mencapai sekitar 1,77 triliun dollar AS. Coba kita konversi ke mata uang kita, angkanya menjadi sekitar Rp31.706 triliun atau jika pakai skala kuadriliun, menjadi Rp31,7 kuadriliun. Angka yang sulit dibayangkan oleh orang kebanyakan!
Nilai jumbo ini langsung melambungkan perusahaan yang bermarkas di Starbase, Texas tersebut sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di seluruh Amerika Serikat. Bahkan, ketika sahamnya mulai resmi diperdagangkan nanti, banyak analis memperkirakan SpaceX bakal langsung masuk ke dalam jajaran tujuh perusahaan publik terbesar di AS berdasarkan kapitalisasi pasar. Mereka bakal bersanding akrab dengan nama-nama beken macam Nvidia, Alphabet (Google), Apple, Microsoft, dan Amazon. Keren abis!
Meski Go Public, Elon Musk Tetap Jadi Raja di Rumah Sendiri
Meski statusnya sekarang sudah berubah menjadi perusahaan publik, jangan bayangkan Elon Musk kehilangan kendali. Oh jelas tidak! Elon Musk dipastikan tetap menjadi pengendali utama SpaceX. Bagaimana caranya? Simak baik-baik.
Setelah proses IPO selesai digelar, Musk akan menguasai sekitar 82 persen hak suara yang ada di perusahaan. Persentase sebesar itu berasal dari kombinasi pintar antara saham kelas A dan saham kelas B yang memang dirancang memiliki hak suara jauh lebih besar dibanding saham biasa. Struktur kepemilikan yang genius ini membuat Musk tetap memegang kendali penuh terhadap seluruh arah bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan, meskipun sahamnya sudah bisa diperjualbelikan secara bebas oleh publik.
Selain Elon Musk, kabar gembira ini juga dirasakan oleh para pemegang saham lama. Investor kawakan seperti Luke Nosek, CEO Valor Management Antonio Gracias, serta COO SpaceX yang tangguh, Gwynne Shotwell, diprediksi bakal menikmati kenaikan nilai kepemilikan yang sangat signifikan. Kekayaan mereka melejit setelah perusahaan resmi melantai di bursa.
Rahasia di Balik Kesuksesan: Starlink Jadi Mesin Uang Utama!
Lalu, apa sih sebenarnya yang membuat SpaceX begitu diminati dan menguntungkan? Mari kita bedah. SpaceX didirikan oleh Elon Musk pada tahun 2002 dengan misi mulia mengembangkan teknologi roket yang memungkinkan manusia untuk hidup di lebih dari satu planet, seperti Mars misalnya. Namun, saat ini sumber pendapatan terbesar perusahaan justru berasal dari lini bisnis yang lebih “bumiwi”, yaitu layanan internet satelit bernama Starlink. Layanan internet canggih ini sekarang sudah digunakan oleh jutaan pelanggan yang tersebar di 164 negara dan wilayah di seluruh dunia. Mereka rela berlangganan untuk mendapatkan koneksi internet cepat di daerah terpencil.
Selain bisnis peluncuran roket komersial dan pembuatan satelit yang sudah berjalan mulus, SpaceX juga terus mengembangkan berbagai proyek ambisius. Salah satu yang paling dinanti adalah Starship, roket raksasa yang diproyeksikan menjadi kendaraan utama untuk misi berani ke Bulan dan bahkan ke Planet Merah, Mars. Tidak berhenti di situ, perusahaan ini juga mulai melebarkan sayap bisnisnya ke sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah strategis ini dilakukan melalui merger dengan xAI, perusahaan AI milik Musk yang terkenal mengembangkan chatbot bernama Grok. Proses merger ini dilaporkan sudah dilakukan pada Februari lalu, sebagaimana informasi yang berhasil dihimpun dari kantor berita Reuters. Keren banget kan ekspansinya?
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










