Dentmas.id – Anthropic secara mendadak memutus akses ke dua model AI tercanggih mereka, yaitu Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5. Betapa mengejutkannya keputusan ini, apalagi keduanya baru saja disambut gegap gempita oleh para penggemar teknologi di seluruh dunia.
Bukan Keinginan Sendiri, Tapi Ada “Orang Ketiga” yang Memerintahkan
Langkah dramatis ini sama sekali bukan berasal dari kemauan hati Anthropic. Sebaliknya, pemerintah Amerika Serikat-lah yang mengeluarkan arahan resmi dan memaksa mereka untuk menghentikan akses kedua model AI tersebut. Mengapa? Karena alasan yang sangat sensitif: keamanan nasional. Pemerintah AS khawatir kemampuan luar biasa dari Mythos 5 dan Fable 5 bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Awalnya, perintah dari pemerintah AS itu terdengar lebih “terukur”. Mereka hanya meminta Anthropic memblokir akses untuk warga negara asing, baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah AS. Yang lebih ekstrem lagi, larangan itu juga berlaku untuk pegawai Anthropic sendiri yang tidak memiliki paspor biru AS. Namun, setelah melakukan evaluasi teknis yang mendalam, Anthropic menyadari betapa rumitnya menerapkan pembatasan hanya untuk kelompok tertentu tanpa mengganggu stabilitas sistem secara keseluruhan.
Karena itulah, mereka mengambil keputusan yang pahit namun harus dilakukan. Anthropic memilih mematikan akses kedua model secara menyeluruh. Akibatnya, sekarang Fable 5 dan Mythos 5 tidak tersedia lagi untuk seluruh pengguna di planet Bumi. Baik Anda dari Indonesia, Jepang, Jerman, atau bahkan tetangga AS sendiri, semuanya mengalami nasib yang sama: tidak bisa mengakses dua AI terkuat di jagat raya ini.
“Untuk mematuhi perintah pemerintah, kami harus segera menonaktifkan akses Fable 5 dan Mythos 5 bagi semua pelanggan,” tulis Anthropic dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui blog perusahaan. Kabar baiknya, Anthropic menegaskan bahwa model AI lain dari keluarga Claude tidak terdampak kebijakan gila ini. Jadi, jika Anda masih bisa menggunakan Claude versi lama, itu adalah hal yang wajar.
Baru Seminggu Berjaya, Langsung Dicabut dari Peredaran
Bayangkan betapa fenomenalnya kedua model AI ini. Fable 5 dan Mythos 5 baru diluncurkan pada Selasa (9/6/2026) pekan ini. Artinya, usia mereka di dunia maya bahkan belum mencapai angka tujuh hari! Padahal, keduanya merupakan puncak dari inovasi Anthropic selama bertahun-tahun. Mereka adalah model AI paling canggih yang pernah dikembangkan perusahaan yang didirikan oleh Dario Amodei dan Daniela Amodei pada 2021 tersebut.
Lalu, apa perbedaan antara Mythos 5 dan Fable 5? Mythos 5 berada di kelas tertinggi dan secara khusus ditujukan untuk organisasi tertentu yang bergerak di bidang-bidang super sensitif, seperti keamanan siber, infrastruktur kritis (seperti pembangkit listrik dan jaringan air bersih), hingga lembaga pemerintah. Bayangkan kekuatan AI ini di tangan badan intelijen atau penjaga jaringan listrik nasional.
Sementara itu, Fable 5 hadir sebagai versi yang “lebih aman” untuk publik dan pelanggan korporat biasa. Menariknya, meskipun memiliki kemampuan inti yang setara dengan Mythos 5, Fable 5 sengaja dibekali dengan pengamanan (guardrails) yang jauh lebih ketat, terutama untuk topik-topik berbahaya seperti keamanan siber ofensif dan rekayasa biologi. Bahkan, pengamanan Fable 5 begitu super ketat sehingga banyak peneliti keamanan siber mengeluhkan bahwa model ini sering menolak permintaan yang sebenarnya tidak berbahaya. Ironis, bukan?
Celah Jailbreak Jadi Biang Kerok? Pemerintah AS Ketar-ketir
Menurut penjelasan resmi dari Anthropic, pemerintah AS menduga kuat ada teknik tertentu yang dapat digunakan untuk membobol sistem pengamanan Fable 5. Dalam dunia AI, teknik ini dikenal dengan istilah “jailbreak.” Jailbreak adalah upaya cerdik untuk mengelabui model AI agar mau memberikan jawaban atau kemampuan yang seharusnya sudah dibatasi oleh pengembang. Pemerintah AS khawatir celah ini bisa dieksploitasi oleh aktor jahat.
Menariknya, Anthropic sendiri tidak tinggal diam. Mereka mengaku telah meninjau secara mendalam teknik yang dipersoalkan oleh pemerintah tersebut. Hasil tinjauan mereka sungguh mengejutkan. Anthropic menyimpulkan bahwa metode jailbreak yang ditemukan itu hanya mampu mengungkap sejumlah kerentanan perangkat lunak sederhana. Lebih lanjut, perusahaan menegaskan bahwa kerentanan semacam itu juga bisa ditemukan oleh model AI lain yang sudah tersedia secara publik, misalnya pesaing mereka, GPT-5.5 milik OpenAI.
“Kami tidak setuju bahwa temuan jailbreak yang sempit dan terbatas harus menjadi alasan untuk menarik model komersial yang digunakan ratusan juta orang,” tegas Anthropic dalam pernyataan resminya, menunjukkan ketidaksetujuan yang cukup keras terhadap keputusan pemerintah.
Sebagai bukti keseriusannya, Anthropic juga mengungkapkan bahwa sebelum Fable 5 akhirnya dirilis ke publik, model tersebut telah menjalani uji coba selama ribuan jam bersama pemerintah AS, lembaga keamanan AI Inggris (AISI), berbagai organisasi independen, serta tim internal perusahaan sendiri. Artinya, proses pengujian sudah sangat ketat dan melibatkan banyak pihak, namun tetap saja perintah penutupan datang begitu cepat.
Apa Langkah Selanjutnya? Anthropic Berjanji Berjuang!
Untuk saat ini, Anthropic memastikan diri tetap patuh pada perintah pemerintah, meskipun mereka merasa keputusan ini didasari oleh kesalahpahaman. Namun, perusahaan tidak akan menyerah begitu saja. Mereka menyatakan akan terus mencari solusi terbaik untuk memulihkan akses terhadap Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5.
“Kami percaya ini adalah sebuah kesalahpahaman dan sedang bekerja untuk memulihkan akses sesegera mungkin,” tulis Anthropic, sebagaimana dikutip dari laman resmi mereka. Kesimpulannya, perang antara inovasi AI dan regulasi keamanan nasional masih jauh dari kata usai. Satu hal yang pasti: dunia sedang menyaksikan babak baru dalam drama kecerdasan buatan yang paling mendebarkan sepanjang masa. Apakah Mythos 5 dan Fable 5 akan hidup kembali? Kita tunggu saja kejutan selanjutnya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










