Dentmas.id – Dunia game kembali diguncang kabar pahit! Kali ini, raksasa penerbit asal Prancis, Ubisoft, kembali melakukan PHK massal secara besar-besaran. Siap-siap kaget! Perusahaan di balen franchise Assassin’s Creed ini secara permanen menutup dua studio pengembangan dan mem-PHK 380 karyawan.
Menurut bocoran memo internal yang berhasil dibocorkan Insider Gaming, restrukturisasi nekat ini menyasar langsung studio-studio Ubisoft yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, hingga Serbia. Gila banget, kan?
Yang lebih mencengangkan lagi, langkah ekstrem ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Ubisoft memecat 55 karyawan di Swedia sekaligus menutup studio game mobile Ubisoft Halifax di Kanada pada awal Januari 2026 lalu. Waduh, badai PHK belum juga reda!
Rincian Mengerikan: Studio Ditutup, Karyawan Dicampakkan!
Sekarang, yuk kita bedah satu per satu dampak dahsyat dari gelombang PHK terbaru Ubisoft ini. Siap-siap merinding!
1. Dua Studio Tutup Permanen, Dua Markas Lain Merana
Ubisoft akhirnya mengambil pisau tebang! Perusahaan secara permanen menutup dua studionya, sementara dua markas lainnya harus kehilangan banyak staf. Cek fakta berikut:
- Ubisoft Belgrade (Serbia): Ditutup habis-habisan! Akibatnya, 100 karyawan kehilangan pekerjaan dalam sekejap.
- Ubisoft Winnipeg (Kanada): Nasib serupa! Studio ini ditutup total dan menghilangkan 65 lapangan kerja.
- Ubisoft Barcelona (Spanyol): Meski tidak ditutup, studio ini mengalami perampingan besar-besaran dengan memotong 51 posisi.
- Markas Global San Francisco (AS): Pihak manajemen memulangkan sejumlah karyawan, tapi sayangnya mereka enggan mengungkap angka pastinya ke publik.
Tahukah kamu? Ubisoft Belgrade yang berdiri sejak 2016 itu dulu punya kontribusi gila-gilaan untuk game populer kayak The Crew 2, Tom Clancy’s Rainbow Six, Riders Republic, hingga Skull & Bones. Sementara Ubisoft Winnipeg yang baru dibuka 2018 lalu itu sebenarnya garda terdepan pengembangan teknologi untuk mesin game andalan perusahaan, yaitu Anvil dan Snowdrop. Sayang banget, kan?
2. Lebih dari 150 Karyawan di Montreal Dirombak Total!
Bukan hanya memecat karyawan, Ubisoft juga mengacak-acak susunan tim di studio terbesarnya, yaitu Ubisoft Montreal. Hasilnya? Lebih dari 150 karyawan yang tadinya setia menggarap Rainbow Six Siege, Rainbow Six Siege Mobile, plus satu proyek rahasia yang belum diumumkan, kini ditarik paksa dan dipindahkan ke proyek lain. Dramatis!
Lalu, apa alasan manajemen Ubisoft melakukan semua ini? Menurut pernyataan resmi mereka, serangkaian langkah pahit ini terpaksa mereka ambil demi menyederhanakan sistem operasional, menekan biaya overhead, dan memperkuat fondasi organisasi dalam jangka panjang. Tapi ya, dampaknya tetap menyakitkan bagi para karyawan.
3. Masa Kelam Sang Pencipta Assassin’s Creed
Jujur saja, kondisi Ubisoft belakangan ini memang jauh dari kata ideal. Perusahaan yang namanya melambung lewat franchise raksasa seperti Assassin’s Creed, Prince of Persia, dan seri Tom Clancy’s ini terus-menerus dihantam krisis bertubi-tubi. Mulai dari gelombang PHK beruntun, penutupan studio di berbagai negara, hingga pembatalan banyak judul game yang sudah dinanti-nanti.
Beberapa proyek menjanjikan terpaksa mereka suntik mati demi menekan biaya. Contohnya? Tom Clancy’s The Division Heartland yang resmi dibatalkan pada 2024, lalu Immortals Fenyx Rising 2, plus beberapa judul rahasia lainnya. Semua lenyap begitu saja!
Yang lebih mengkhawatirkan, efisiensi berturut-turut ini telah membuat postur perusahaan menyusut drastis. Coba bayangkan, pada masa jayanya dulu, Ubisoft sempat mempekerjakan lebih dari 20.000 orang secara global. Sekarang? Angka tersebut merosot tajam! Terhitung, lebih dari 5.000 posisi telah mereka pangkas dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah gelombang PHK terbaru ini, total karyawan Ubisoft diperkirakan hanya tersisa di kisaran 15.000 orang. Data ini dikutip langsung dari Techspot pada Senin (15/6/2026). Miris, bukan?
Akankah Ubisoft Bangkit atau Malah Tenggelam?
Dengan penutupan dua studio besar dan puluhan bahkan ratusan karyawan yang dicampakkan, banyak gamer mulai bertanya-tanya: apakah raksasa seperti Ubisoft masih bisa selamat? Atau justru ini awal dari kehancuran mereka?
Satu hal yang pasti, industri game global sedang berada di masa sulit. Hanya waktu yang akan menjawab apakah langkah nekat Ubisoft ini akan membawanya bangkit kembali, atau justru semakin mempercepat keruntuhannya. Yang jelas, para karyawan yang terkena PHK kini harus berjuang mencari pekerjaan baru di tengah badai krisis.
Stay tuned di Dentmas.id untuk update selanjutnya! Jangan sampai ketinggalan berita gila lainnya dari dunia game!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com










