Dentmas.id – Saat ini, perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan seperti OpenAI dan Anthropic tengah berlomba-lomba menghadirkan model AI yang semakin pintar dari hari ke hari. Setiap kali mereka meluncurkan model anyar, mereka pun dengan bangga mempublikasikan hasil benchmark demi membuktikan keunggulan produk terbarunya. Praktik serupa ternyata juga dilakukan oleh Tracking AI, sebuah platform yang secara khusus menguji dan membandingkan performa berbagai model AI secara mendetail. Platform canggih ini mengukur tingkat kepintaran model AI menggunakan tes IQ standar, lalu hasilnya divisualisasikan secara apik oleh Visual Capitalist, perusahaan media independen yang terkenal lewat sajian data infografisnya yang memukau.
Pengujian tersebut dilakukan pada April 2026 menggunakan tes IQ resmi dari Mensa Norwegia, dan tim penguji melibatkan setidaknya 26 model AI dari berbagai perusahaan dalam beberapa versi. Hasil akhirnya menunjukkan persaingan yang sangat ketat dan menegangkan! Grok-4.20 Expert Mode dan OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) sama-sama berhasil meraih skor tertinggi, yaitu 145 poin. Karena itu, Visual Capitalist pun menempatkan keduanya di posisi pertama secara bersamaan. Sementara itu, Gemini 3.1 Pro Preview mengikuti dari belakang dengan skor 141 yang juga mengesankan. Capaian ini meningkat drastis dibandingkan pengujian tahun 2025 lalu, di mana skor tertinggi hanya mencapai 135 poin. Artinya, dalam satu tahun, kecerdasan buatan melompat signifikan!
Model AI asal China pun ternyata tidak kalah bersaing di kancah global. Qwen 3.5 buatan Alibaba menjadi model AI China dengan peringkat tertinggi, dan ia berhasil menduduki posisi ke-10 dengan skor 130 yang solid. Model-model seperti DeepSeek R1 dan DeepSeek V3 juga ikut menyemarakkan daftar. Berikut rincian lengkap yang sudah kami rangkum untuk Anda!
Daftar Model AI dengan IQ Tertinggi Sepanjang Sejarah (Versi Mensa Norwegia 2026)
- Grok-4.20 Expert Mode – 145 (Peringkat 1 bersama!)
- OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) – 145 (Sehebat Grok!)
- Gemini 3.1 Pro Preview – 141 (Hanya terpaut 4 poin)
- OpenAI GPT-5.4 Thinking (Vision) – 139 (Masih sangat cerdas)
- OpenAI GPT-5.3 – 136 (Versi sebelumnya tetap perkasa)
- Grok-4.20 Expert Mode (Vision) – 133 (Moda lihatnya juga jenius)
- OpenAI GPT-5.4 Thinking – 133 (Tanpa vision pun tangguh)
- Meta Muse Spark – 133 (Rival berat dari Meta)
- Gemini 3.1 Pro Preview (Vision) – 132 (Multimodal andalannya Google)
- Qwen 3.5 – 130 (Primadona dari Alibaba China)
- Claude 4.6 Opus – 130 (Andalan Anthropic)
- Kimi K2.5 – 127 (Mengejutkan! dari startup China)
- Manus – 115 (Mulai menunjukkan gigi)
- DeepSeek R1 – 112 (Bintang baru dari tim riset dalam negeri China)
- DeepSeek V3 – 111 (Versi kuat lainnya)
- Gemini 3.1 Flash – 110 (Cepat namun tetap cerdas)
- Llama 4 Maverick – 110 (Pesaing open source dari Meta)
- GPT-5.3 (Vision) – 109 (Modalitas visualnya agak menurun)
- Claude 4.6 Sonnet – 106 (Versi medium dari Anthropic)
- Bing Copilot – 101 (Masuk ambang batas jenius)
- Perplexity – 97 (Agak tertinggal tapi masih oke)
- Mistral Medium 3.1 – 96 (Pesaing Eropa mulai tersisih)
- Claude 4.6 Sonnet (Vision) – 94 (Visinya kurang tajam)
- Claude 4.6 Opus (Vision) – 82 (Anomali, perlu dicek ulang)
- Llama 4 Maverick (Vision) – 79 (Masih perlu belajar banyak)
- GPT-5.4 Pro (non-vision) – 73 (Tanpa kamera, drop drastis!)
Cara Kerja Tes yang Bikin Penasaran
Tes Mensa Norwegia yang digunakan dalam pengujian ini terdiri dari 35 teka-teki pola visual yang rumit. Perlu Anda ketahui, terdapat perbedaan metode antara model berbasis teks dan model multimodal. Tim penguji mengonversi soal untuk model non-vision menjadi deskripsi verbal terlebih dahulu. Sementara itu, model vision langsung mengerjakan soal dalam bentuk gambar asli tanpa modifikasi. Tracking AI juga menerapkan aturan khusus yang cukup unik: jika model menolak menjawab, tim akan mengulang pertanyaan yang sama hingga maksimal 10 kali. Lalu, mereka menjadikan jawaban terakhir sebagai penilaian final. Dengan cara ini, mereka memastikan tidak ada model yang “mogok” saat dihadapkan pada tantangan sulit.
Pesan Penting di Balik Skor Tinggi
Meskipun skor-skor ini sangat mengesankan, Anda harus ingat bahwa hasil ini hanya bersifat perbandingan dan bukan tolok ukur mutlak kecerdasan AI secara keseluruhan. Tes IQ hanya mengukur satu aspek saja, yaitu kemampuan penalaran pola. Jadi, jangan langsung percaya bahwa model dengan skor 145 pasti lebih unggul di segala bidang. Sebagai informasi tambahan, data ini dihimpun langsung dari Visual Capitalist, sumber terpercaya yang terkenal dengan akurasi dan visualisasi datanya yang mematuhi prinsip E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness). Kesimpulannya, persaingan AI kini semakin seru, dan Grok serta OpenAI untuk sementara memimpin. Namun, siapa yang akan unggul tahun depan? Kita tunggu saja kejutan berikutnya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










