JAKARTA, Dentmas.id – Penyedia infrastruktur digital PT Indointernet Tbk (Indonet) baru saja buka suara soal strategi ekspansi besar-besaran mereka. Mulai 2026 mendatang, mereka resmi bidik pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini belum tersentuh. Sebelumnya, Indonet memang fokus melayani pelanggan enterprise dan hyperscale, tetapi tahun depan mereka akan membuka keran lebar-lebar untuk UMKM. Pasalnya, kebutuhan konektivitas di sektor bisnis kecil-menengah terus meroket dan sayang untuk dilewatkan.
Target Ambisius: Kuartal I 2026 Jadi Momen Peluncuran
Tanpa berlama-lama, Direktur Sales & Marketing Indonet, Yudie Haryanto, langsung mengonfirmasi bahwa perusahaan akan mulai masuk ke segmen UMKM tepat di kuartal pertama 2026. “Pada kuartal I-2026 ini kita mulai masuk ke segmen-segmen ini,” tegas Yudie dalam media gathering Indonet di Jakarta, Rabu (3/12). Menurutnya, potensi pasar UMKN benar-benar luar biasa karena kawasan bisnis baru terus bermunculan di berbagai daerah. Makanya, para pelaku UMKM pun kini makin butuh layanan internet yang super andal dan nggak gampang putus. “Banyak daerah yang punya kawasan bisnis. Dari situ, kita melihat potensi ketika mereka menyewa kantor atau ruang usaha, mereka butuh internet yang andal,” jelas Yudie dengan penuh semangat.
Demi Kontribusi Pendapatan Besar, Layanan All-in-One Disiapkan
Tidak tanggung-tanggung, Indonet bahkan menargetkan kontribusi pendapatan yang sangat signifikan dari pasar baru ini. “Kami berharap 70 persen dari segmen enterprise dan hyperscale, dan 50 persen kami bisa dapat dari UMKM,” ungkapnya. Wow, angka yang nggak main-main, kan? Nah, biar makin menarik, Indonet juga sudah menyiapkan layanan internet berkecepatan tinggi dengan harga yang kompetitif. Bukan cuma itu, mereka akan tawarkan paket lengkap berupa data center dan layanan komputasi. Jadi, UMKM bisa dapet solusi all-in-one buat kebutuhan digital mereka.
Dukung Ekspansi, Jaringan Fiber Tambahan Dibangun Sejak 2024
Sebagai bukti keseriusan, perusahaan ini bahkan tengah membangun dua rute tambahan jaringan fiber yang dimulai sejak 2024 dan diproyeksikan selesai akhir 2025. Dengan penambahan fiber itu, performa konektivitas Indonet diprediksi bakal naik hingga 19 persen, sementara layanan pangkalan data bisa melonjak 26 persen di tahun 2026. “Dengan penambahan fiber, kinerja konektivitas bisa naik hingga 19 persen dan pangkalan data 26 persen pada 2026,” papar Yudie. Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan performa perusahaan sebelumnya yang hampir dua kali lipat. “Kurang lebih targetnya sama karena pertumbuhan kita hampir dua kalinya,” tuturnya.
Setelah dua rute baru ini rampung, Indonet akan punya tiga jalur fiber utama di Indonesia. Saat ini, mereka sudah mengoperasikan jalur fiber Jakarta yang tersambung ke sejumlah kawasan industri sepanjang lebih dari 100 km. Hebatnya, seluruh jaringan itu menggunakan kabel tanam (underground fiber) berkapasitas Nx576 core sehingga lebih stabil dan minim gangguan. Selain itu, dukungan interkoneksi antar data center besar di Jakarta hingga kawasan Bekasi–Karawang juga diperkuat.
Kapasitas Data Center Mumpuni Jadi Fondasi Layanan
Yang nggak kalah keren, kapasitas pusat data Indonet juga terus berkembang. EDGE1 yang berkapasitas 6 MW saat ini sudah terisi penuh, sementara EDGE2 berkapasitas 23 MW telah terisi sekitar 60–70 persen. Kedua fasilitas canggih ini akan jadi fondasi utama untuk layanan komputasi dan internet yang ditujukan baik untuk enterprise maupun UMKM mulai tahun depan. Jadi, baik bisnis besar maupun kecil akan dapat layanan premium yang sama.
Intinya, langkah Indonet ini bakal bikin persaingan penyedia internet makin panas. UMKM kini punya harapan buat dapet koneksi cepat, stabil, dan terjangkau. Apalagi, layanan tambahan seperti data center dan komputasi cloud pasti bakal bikin operasional bisnis makin efisien. Jadi, tunggu apa lagi? Siap-siap menyambut era internet baru buat UMKM di awal 2026!
Perlu diingat, semua rencana ini dirancang dengan sangat matang. Bahkan, jaringan fiber tambahan sengaja dibangun lebih awal agar tidak ada kendala teknis saat peluncuran. Dengan begitu, pelanggan UMKM bisa langsung merasakan pengalaman internet yang bikin produktivitas naik drastis. Indonet jelas sedang berambisi jadi pemain utama di segmen yang selama ini sering diabaikan.
Terakhir, Yudie menegaskan bahwa strategi ini adalah bentuk komitmen Indonet untuk mendukung digitalisasi Indonesia sampai ke lapisan terbawah. “Kami ingin semua bisnis, dari yang terbesar hingga yang terkecil, bisa tumbuh dengan dukungan teknologi terbaik,” pungkasnya. So, bagi kalian para pelaku UMKM, bersiaplah untuk upgrade konektivitas dan raih peluang lebih besar mulai 2026!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










