Dentmas.id – Kabar buruk kembali mengguncang jagat hiburan digital pada penghujung bulan Oktober 2026 ini, setelah dua nama besar di ranah pengembang game ternama, yakni Sucker Punch Productions beserta Auroch Digital, secara mengejutkan mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan pekerja bertangan dingin mereka.

Padahal, para gamer di seluruh penjuru dunia sangat menyukai karya buatan kedua studio tersebut yang tergolong laris manis di pasaran dan selalu meraup ulasan positif, namun kenyataan pahit ini tetap saja melanda lantaran mereka terpaksa bertekuk lutut di hadapan badai krisis ekonomi yang sedang mencekik industri game internasional secara menyeluruh.
Secara mendadak, Sucker Punch Productions yang terkenal luas sebagai kreator utama di balik kesuksesan mahakarya Ghost of Yotei, mengabarkan bahwa pimpinan studio bakal mendepak sekitar 26 posisi dari total 229 karyawan yang selama ini memperkuat lini produksi mereka, sebagaimana dibeberkan melalui bocoran surel internal yang berhasil dikonfirmasi oleh media riset Aftermath pada Senin, 26 Oktober 2026.
Oleh sebab itu, jajaran manajemen Sucker Punch secara terbuka menyampaikan bahwa langkah dramatis ini terpaksa mereka eksekusi demi mengalokasikan ulang anggaran finansial perusahaan, terutama guna mendanai penggarapan proyek game anyar selanjutnya yang sedang mereka rancang setelah berhasil menyelesaikan pembuatan game Ghost of Yotei.
“Berdasarkan pertimbangan yang sangat matang, tim pimpinan akhirnya memutuskan untuk mengurangi jumlah staf usai mengamati dinamika tantangan pasar yang makin berat sekaligus mengkalkulasi ulang kebutuhan riil armada kami untuk penggarapan karya berikutnya,” ungkap perwakilan Sucker Punch melalui pesan elektronik resmi tersebut.
Meskipun publik maupun penggemar belum mengetahui secara pasti mengenai proyek game baru apa yang tengah disiapkan oleh Sucker Punch, namun demikian pihak pimpinan berkomitmen penuh untuk mendampingi para karyawan terdampak agar proses transisi karier mereka dapat berjalan sehalus mungkin selama masa-masa sulit ini.
PHK Auroch Digital
Sementara itu, kabar yang tak kalah mengejutkan juga datang dari studio Auroch Digital, sosok penting di balik deretan game strategi kawakan berlisensi Warhammer, yang mendadak meluncurkan pengumuman pemangkasan tenaga kerja melalui saluran akun media sosial X (Twitter) maupun LinkedIn resmi milik perusahaan.
Akibatnya, sekitar 25 persen dari total kekuatan tim mereka harus merelakan posisi kerjanya tereliminasi, yang berarti sekitar 22 tenaga ahli terpaksa angkat kaki dari studio game ternama ini.
Selain itu, pihak pengembang Auroch Digital secara blak-blakan menuding gejolak kondisi pasar finansial dunia yang kian tidak menentu sebagai biang kerok utama yang akhirnya merembet dan merusak kestabilan lini bisnis internal studio mereka.
Oleh karena situasi yang serba sulit tersebut, pimpinan studio terpaksa menjalankan agenda restrukturisasi organisasi secara menyeluruh sebagai taktik bertahan hidup di tengah kerasnya arus persaingan industri game modern yang dipenuhi ketidakpastian tinggi.
“Kendati produk-produk buatan kami mencetak sukses besar di ranah kreatif serta disukai para pemain, namun kenyataannya badai krisis ekonomi yang menekan pengembang lain kini turut menghantam stabilitas bisnis kami secara langsung,” tulis perwakilan Auroch Digital dalam rilis rincian pers resmi mereka.
Lebih lanjut, pihak manajemen berjanji akan terus memberikan fasilitas pendampingan yang intensif bagi seluruh pekerja yang terkena dampak langsung selama masa konsultasi pemutusan hubungan kerja ini berlangsung.
Bahkan, Auroch Digital secara terbuka mengimbau serta meminta bantuan kepada studio-studio game tetangga yang saat ini sedang membuka lowongan pekerjaan agar bersedia mempertimbangkan, menampung, serta merekrut deretan talenta berbakat buangan mereka.
Namun demikian, Auroch Digital menegaskan bahwa proses restrukturisasi internal ini tidak akan pernah menghentikan proses pengerjaan proyek game; alhasil proses pengembangan dan dukungan penuh untuk lini game Warhammer teranyar mereka, seperti Warhammer Survivors hingga Warhammer 40.000: Boltgun II, bakal tetap berlanjut sesuai jadwal semula.
PHK Industri Game Tembus 12.200 Orang
Sayangnya, fenomena pahit yang menimpa Sucker Punch Productions dan Auroch Digital ini makin memperpanjang daftar hitam korporasi game ternama yang ramai-ramai merumahkan ribuan staf sepanjang bulan Oktober 2026.
Berdasarkan statistik terkini yang dihimpun oleh database terpercaya Gaming Layoffs Tracker, studio System Era Softworks yang menggarap game populer Astroneer dan Starseeker tercatat baru saja mendepak 30 pegawainya tepat pada tanggal 22 Oktober 2026.
Malah sehari sebelum insiden itu terjadi, pengembang legendaris BioWare yang tersohor lewat waralaba Mass Effect hingga Baldur’s Gate dikabarkan resmi menutup salah satu studio dengan 50 staf terdampak, sedangkan sang induk perusahaan yakni Electronic Arts (EA) secara masif membuang 350 karyawan sekaligus.
Tak berhenti di situ saja, pada tanggal 14 Oktober 2026, giliran Ubisoft Singapore yang mendepak 70 pekerja, sementara di hari yang sama sang kreator waralaba raksasa Assassin’s Creed dan Far Cry tersebut juga dikabarkan mendepak 100 staf mereka di Jerman.
Di samping fenomena perampingan tim kerja, gelombang penutupan studio secara total juga membabat habis industri game pada bulan ini, di mana Liquid Swords asal Swedia yang membidani game Just Cause terpaksa gulung tikar pada 19 Oktober dan melempar sekitar 30 karyawannya ke jurang pengangguran.
Selanjutnya, studio RedLynx yang merupakan pengembang kawakan di balik kesuksesan game balap Trials juga tercatat menyusul nasib kelam tersebut dengan resmi menutup operasinya pada 14 Oktober, alhasil menyebabkan sekitar 52 staf kehilangan pekerjaan.
Secara keseluruhan, lembaga pemantau Gaming Layoffs Tracker menaksir sedikitnya ada 12.242 pekerja yang menjadi korban keganasan PHK di seluruh sektor industri game sepanjang tahun berjalan 2026 ini, alias melonjak drastis hingga 163 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.
Bahkan, rekapitulasi data tersebut mencatat tak kurang dari 165 perusahaan game global telah melakukan tindakan pemangkasan karyawan sepanjang tahun ini, sementara jumlah studio yang benar-benar bangkrut dan terpaksa tutup permanen telah menyentuh angka fantastis yaitu 35 studio.
Akhirnya, kenyataan pahit dari data tersebut kian memperjelas bahwasanya gelombang perampingan tenaga kerja serta gulung tikarnya berbagai studio ternama masih menjadi tantangan terberat bagi industri game global saat ini, sebagaimana telah dirangkum secara mendalam dari portal berita industri Gematsu.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










