Dentmas.id – Perusahaan kripto raksasa asal Amerika Serikat, Coinbase, baru saja mengambil langkah dramatis. Mereka memutuskan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 14 persen karyawannya di seluruh dunia. Bayangkan, angka pastinya mencapai 700 orang lebih!
Bos Coinbase Buka Suara: Dua Masalah Besar Datang Sekaligus
Brian Armstrong selaku CEO Coinbase langsung angkat bicara terkait keputusan pedih ini. Menurutnya, perusahaan sedang menghadapi dua tekanan besar yang datang secara bersamaan. Pertama, pasar kripto memang sedang lesu dan tidak bergairah. Kedua, perubahan cara kerja akibat kecerdasan buatan atau AI yang berkembang sangat pesat.
Baca Juga: 30 Tahun Beroperasi, Ask.com yang Dulu Mirip ChatGPT Versi 90-an Resmi Berhenti
“Kondisi ini memaksa perusahaan untuk menyesuaikan struktur biaya,” tulis Armstrong dalam memo internal yang kemudian ia bagikan di media sosial X (dulu Twitter). Ia menambahkan bahwa langkah ini dilakukan agar Coinbase bisa keluar dari periode sulit dengan kondisi yang lebih ramping, cepat, dan efisien. Baca Juga: Kabar Pahit dari Dunia Kripto!
AI Mengubah Segalanya, Coinbase Ikut Beradaptasi
CEO Coinbase itu secara blak-blakan mengakui bahwa perkembangan AI membuat perusahaan dapat bekerja lebih efektif meski dengan tim yang lebih kecil. Karena itu, Coinbase berupaya kembali ke pola kerja seperti saat awal berdiri. Mereka menjadikan AI sebagai inti operasional perusahaan.
Baca Juga: Meta Resmi Akuisisi Startup Robot Humanoid, Persaingan dengan xAI dan Amazon Makin Panas
“Singkatnya, AI membawa perubahan besar dalam cara perusahaan beroperasi, dan kami sedang membentuk ulang Coinbase untuk memimpin di era baru ini,” jelas Armstrong dengan penuh keyakinan.
“Ini adalah cara kerja yang baru, dan kami perlu memanfaatkan AI di setiap aspek pekerjaan kami,” imbuhnya lagi. Wow, serem juga ya dampak AI sekarang sudah mulai terasa di sektor kripto!
Restrukturisasi Total: Manajemen Dikurangi, Tim Kecil AI Dibentuk
Sebagai bagian dari transformasi besar-besaran ini, Coinbase akan merombak total struktur organisasinya. Manajemen akan mengurangi lapisan-lapisan yang tidak perlu. Mereka juga akan mempercepat proses pengambilan keputusan yang selama ini cenderung lambat.
Baca Juga: Setelah 15 Tahun Memimpin, Tim Cook Ungkap Gadget Apple Favoritnya Sepanjang Masa
Yang lebih menarik, perusahaan akan membentuk tim-tim kecil berbasis AI. Setiap pemimpin juga didorong untuk tetap berperan sebagai kontributor aktif, bukan hanya sekadar manajer yang memberi perintah. Keren kan konsepnya?
Coinbase memperkirakan proses restrukturisasi ini akan selesai pada kuartal kedua 2026. Biaya yang harus dikeluarkan perusahaan mencapai 50 juta hingga 60 juta dollar AS. Angka ini disampaikan berdasarkan laporan resmi mereka ke regulator pasar modal AS, Securities and Exchange Commission (SEC).
Tenang! Meski Ada PHK, Bisnis Utama Coinbase Tetap Jalan
Armstrong dengan tegas menegaskan bahwa meskipun terjadi PHK, Coinbase tidak mengubah arah bisnis utamanya di sektor kripto. Ia tetap optimistis terhadap masa depan industri ini.
Menurutnya, perkembangan stablecoin, tokenisasi aset, serta prediction markets akan mendorong gelombang adopsi berikutnya. Jadi jangan khawatir dulu ya para pencinta kripto!
Bukan Pertama Kalinya, Coinbase Sudah Terbiasa dengan PHK Massal
Perlu diketahui, langkah PHK ini bukan yang pertama dilakukan Coinbase. Perusahaan sebelumnya juga melakukan pemangkasan karyawan dalam jumlah besar saat pasar kripto jatuh pada 2022. Jadi bisa dibilang, mereka sudah punya pengalaman dalam situasi sulit seperti ini.
Tren Mengerikan: Perusahaan Teknologi Mulai Tinggalkan Manusia demi AI?
Strategi Coinbase di tahun 2026 ini ternyata mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi. Banyak perusahaan teknologi besar mulai memangkas tenaga kerja untuk mengalihkan fokus pada pemanfaatan AI.
Baca Juga: Metode “Ketok Magic” Kini Bisa Diterapkan pada iPhone 17 Pro Max, Buktinya Ada di China
Berdasarkan rangkuman dari CNBC, perusahaan seperti Block, Pinterest, CrowdStrike, dan Chegg juga dilaporkan melakukan PHK dengan alasan serupa. Mereka beralasan melakukan restrukturisasi bisnis dan perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat AI.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










