Dentmas.id – Wah, pecinta internet jadul pasti bakal kena nostalgia berat nih! Setelah hampir tiga dekade setia menemani para pengguna di seluruh dunia, situs mesin pencari legendaris Ask.com resmi menutup layanannya per 1 Mei 2026. Iya, pamit total!
Buat yang belum tahu, Ask.com dulu punya julukan super ikonik, yaitu Ask Jeeves. Bayangkan, di era ketika orang masih ribet ngetik keyword acak, situs ini sudah berani menawarkan konsep yang mirip banget dengan chatbot kecerdasan buatan (AI) masa kini. Keren, kan?
Caranya juga simpel banget, geng. Pengguna hanya perlu mengetikkan pertanyaan lengkapnya di laman Ask.com, lalu layanan ini langsung membalas dengan jawaban yang relevan. Mirip kayak kita lagi ngobrol sama asisten pribadi yang ramah!
“Pamitan Setelah 25 Tahun Melayani,” Kata IAC
Di laman resmi Ask.com, perusahaan induknya, IAC, dengan terus terang mengumumkan bahwa layanan ini dipensiunkan sebagai bagian dari strategi perusahaan yang lebih fokus ke depan.
“Seiring IAC terus mempertajam fokus bisnisnya, kami memutuskan untuk menghentikan bisnis pencarian kami, termasuk Ask.com. Setelah 25 tahun menjawab pertanyaan dunia, Ask.com harus pamit pada 1 Mei 2026,” tulis IAC di laman Ask.com dengan nada haru sekaligus bangga.
Tak hanya itu, IAC juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim Ask.com. Mereka telah membangun layanan yang sudah setia menjawab berbagai permasalahan pengguna selama tiga dekade penuh.
“Tak ketinggalan, kami juga berterima kasih kepada jutaan pengguna yang telah memakai Ask.com dan tumbuh bersama layanan tersebut di tengah dinamika dunia. Semangat Ask Jeeves tetap ada untuk kalian semua,” imbuh IAC menutup pernyataan resminya.
Cikal Bakal Teknologi Chatbot Modern yang Mendahului Zamannya
Nah, buat kamu yang hobi eksplor sejarah teknologi, ini dia fakta menariknya! Ask.com pertama kali diluncurkan pada tahun 1996 dengan nama Ask Jeeves oleh dua orang jenius, Garrett Gruener dan David Warthen.
Apa yang bikin mereka beda dari mesin pencari lain di zamannya seperti AltaVista atau Yahoo? Jawabannya sederhana: pendekatan bahasa alami (natural language).
Jadi, pengguna bisa mengetik pertanyaan lengkap dalam bahasa sehari-hari, misalnya “Di mana letak Menara Eiffel?” atau “Bagaimana cara memasak nasi goreng?” Bukan sekadar kata kunci seperti “Menara Eiffel lokasi.” Bayangkan, inovasi ini muncul jauh sebelum ChatGPT atau Google Bard lahir!
Karena keunikannya inilah, para ahli sering menyebut Ask Jeeves sebagai cikal bakal teknologi pencarian modern berbasis AI. Konsepnya kini dipakai di chatbot dan mesin pencari generasi baru.
Oh iya, maskotnya juga nggak kalah legendaris! Jeeves, seorang kepala pelayan sigap yang terinspirasi dari karakter karya P. G. Wodehouse. Karakter ini sempat menjadi ikon internet di era 1990-an. Siapa sih yang nggak kangen lihat pelayan keren itu?
Kenapa Akhirnya Kalah Saing dengan Google?
Namun, perjalanan panjang Ask Jeeves ternyata nggak selalu mulus. Seiring waktu, popularitasnya mulai meredup. Kenapa? Karena Google muncul dengan algoritma PageRank yang menawarkan hasil pencarian lebih cepat, lebih relevan, dan lebih akurat.
Pada 2005, perusahaan bisnis digital IAC mengakuisisi Ask Jeeves. Setelah itu, mereka melakukan rebranding besar-besaran dengan mengganti nama menjadi Ask.com. Tujuannya jelas: membuat nama layanan ini lebih mudah diingat dan diterima oleh banyak orang.
Sayangnya, upaya rebranding tersebut tidak mampu mengembalikan kejayaannya. Persaingan di industri pencarian semakin brutal.
Bahkan pada 2010, Chairman IAC, Barry Diller, secara terbuka mengakui kelemahan mereka. “Ask tidak kompetitif dibandingkan Google,” ujarnya jujur. Di tahun yang sama, Ask pun menghentikan pengembangan mesin pencarinya sendiri dan beralih fokus ke layanan tanya-jawab (Q&A).
Meskipun model Q&A sempat membuat Ask.com populer kembali dan bertahan selama bertahun-tahun, mereka tetap tidak pernah lagi menjadi pemain utama di industri pencarian.
Pihak internal pun mengakui bahwa layanan ini tidak bisa menjadi ladang cuan yang berarti. Minimnya kontribusi terhadap pendapatan IAC akhirnya menjadi pemicu utama keputusan penutupan total.
Warisan Abadi di Era AI Modern yang Kini Kembali Bergaung
Nah, meskipun secara resmi sudah ditutup, jangan pernah bilang kalau Ask Jeeves nggak meninggalkan jejak, ya! Faktanya, ia meninggalkan warisan penting banget dalam evolusi internet, terutama dalam konsep pencarian berbasis bahasa alami.
Menariknya, konsep ini justru kembali relevan di era kejayaan chatbot dan AI modern sekarang. Coba lihat, pengguna saat ini semakin terbiasa mengajukan pertanyaan secara langsung ke sistem, seperti “Hey ChatGPT, jelaskan teori relativitas!” atau “Siri, dimana restoran terdekat?”
Pendekatan seperti ini persis sama seperti yang diperkenalkan oleh Ask Jeeves hampir tiga dekade lalu! Bedanya, dulu mereka melakukannya dengan teknologi yang jauh lebih terbatas, tanpa bantuan machine learning dan neural network canggih.
Jadi, saat kamu sekarang dengan mudahnya ngobrol dengan asisten virtual atau chatbot, ingatlah bahwa Jeeves-lah salah satu pelopor yang membuka jalannya.
Penutupan Ask.com menjadi penanda penting berakhirnya salah satu pionir mesin pencari internet. Dunia kini tampak semakin fokus mengembangkan kecerdasan buatan, meninggalkan para pelopor lama yang dulu berjasa.
Selamat jalan, Ask Jeeves! Semangatmu dalam menjawab rasa ingin tahu manusia akan terus hidup di setiap chatbot yang kita gunakan saat ini. Pamit, tapi tidak pernah dilupakan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










