Dentmas.id – Bayangkan, sebuah video lucu berdurasi 10 detik yang Anda buat untuk sekadar hiburan, ternyata membuat sebuah perusahaan teknologi raksasa mengeluarkan biaya hingga puluhan ribu rupiah. Inilah kenyataan gila yang sedang dihadapi OpenAI! Sebuah laporan eksklusif dari Forbes baru-baru ini membongkar sebuah fakta yang mencengangkan: aksi iseng netizen membuat video pendek di generator AI, Sora, secara tidak terduga telah membuat OpenAI tekor hingga Rp 250 miliar per hari! Jadi, sebenarnya apa yang terjadi di balik layar?
Deret Angka yang Bikin Melongo: Dari Rp 21 Ribu per Video hingga Rp 90 Triliun per Tahun
Pertama-tama, kita harus memahami bahwa membuat video AI sama sekali berbeda dengan menghasilkan teks atau gambar. Nah, di sinilah letak sumber biayanya! Sora 2, sang mesin pembuat video, menjalankan proses komputasi yang sangat intensif. Algoritmanya harus memproses data empat dimensi dan secara cermat memastikan setiap adegan terlihat masuk akal di setiap frame-nya. Akibatnya, generator video ini menghabiskan sumber daya GPU yang jauh lebih besar dan lebih mahal jika dibandingkan dengan model teks seperti GPT-5. Sebagai ilustrasi, Deepak Mathivanan, seorang analis dari Cantor Fitzgerald, membeberkan bahwa untuk menghasilkan satu video pendek 10 detik saja, Sora memakan biaya sekitar $1.30 atau setara Rp 21.736!
Ledakan Pengguna vs Strategi Bisnis: Mengapa OpenAI Rela ‘bakar’ Uang?
Selanjutnya, mari kita lihat faktor lain yang memperparah kondisi ini: tingkat penggunaan yang luar biasa tinggi. Forbes memperkirakan bahwa Sora kini telah memiliki basis pengguna aktif sekitar 4.5 juta orang. Kemudian, coba bayangkan jika seperempat dari jumlah tersebut, atau sekitar 1.125 juta pengguna, membuat hanya 10 video per hari. Maka, dengan cepat total produksi video harian akan meledak menjadi lebih dari 11 juta video! Oleh karena itu, dengan ongkos rata-rata $1.30 per video, tidak heran jika OpenAI harus merogoh kocek sedalam $15 juta atau sekitar Rp 250 miliar setiap harinya. Angka ini setara dengan Rp 90,3 triliun per tahun! Sungguh sebuah angka yang fantastis dan, jujur, cukup membuat pusing.
Lalu, pertanyaan besarnya adalah, untuk apa OpenAI melakukan semua ini? Forbes dengan blak-blak menyebut tindakan OpenAI ini sebagai “membakar jutaan dolar per hari untuk video-video konyol”. Pasalnya, mayoritas video tersebut dibuat oleh pengguna hanya untuk eksperimen kreatif atau hiburan semata, bukan untuk keperluan profesional yang menghasilkan uang. Bahkan, Bill Peebles, sang Kepala Sora di OpenAI, sendiri dengan jujur mengakui bahwa kondisi ekonomi model mereka saat ini “sama sekali tidak berkelanjutan”.
Akan tetapi, di balik semua ‘pemborosan’ ini, ternyata tersimpan strategi bisnis yang sangat matang. Menurut analis Mizuho, Lloyd Walmsley, pola ini merupakan strategi umum di dunia teknologi: melakukan investasi besar di awal untuk menarik pengguna sebanyak-banyaknya, menciptakan ketergantungan, dan baru memonetisasinya di kemudian hari. Selain itu, setiap prompt teks dan video yang dihasilkan oleh pengguna merupakan data emas yang terus digunakan untuk melatih model AI agar semakin cerdas dan realistis. Dengan kata lain, setiap rupiah yang ‘dibakar’ hari ini juga merupakan investasi berharga untuk kesempurnaan teknologi di masa depan.
Masa Depan Sora: Bisakah OpenAI Bertahan Sampai Biaya Produksi Turun?
Namun, jangan khawatir, kondisi ini diprediksi tidak akan berlangsung selamanya. Sejumlah analis optimistis bahwa biaya produksi video AI akan mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam waktu dekat. Deepak Mathivanan, misalnya, memprediksi bahwa ongkos produksi video bisa menjadi lima kali lebih murah pada tahun depan! Kemudian, pada tahun 2027, biaya tersebut diproyeksikan akan kembali turun tiga kali lipat. Akibatnya, operasional Sora diharapkan akan menjadi jauh lebih hemat dan masuk akal secara finansial bagi OpenAI. Dengan demikian, meski saat ini terlihat seperti ‘pesta pora’ pembakaran uang, masa depan yang lebih efisien dan profitabel sedang menanti.
Jadi, lain kali Anda membuat video lucu di Sora, ingatlah bahwa di balik layar, ada sebuah perusahaan yang dengan sengaja ‘berdarah-darah’ mengeluarkan miliaran rupiah untuk mendukung kreativitas iseng Anda. Strategi jangka panjang yang cerdas atau pemborosan semata? Hanya waktu yang bisa menjawabnya!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










