JAKARTA, Dentmas.id – Dentuman kolaborasi ekonomi terbesar antara dua saudara serumpun, Indonesia dan Malaysia, resmi bergema! Dalam langkah yang sangat strategis dan penuh perhitungan, kedua negara secara agresif mengunci komitmen untuk memperkuat sinergi di berbagai sektor paling vital. Bukan main-main, cakupannya mencakup industri semikonduktor yang super canggih, ketahanan pangan untuk masa depan, sektor energi yang dinamis, hingga sektor pertahanan yang krusial. Ini bukan sekadar kerja sama biasa, ini adalah deklarasi perang ekonomi yang sesungguhnya!
Bandung Jadi Saksi Bisu, Para Bos Besar Dikumpulkan dalam Satu Meja
Komitmen bersejarah ini dengan lantang diumumkan dalam gelaran akbar Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026. Acara prestisius yang berlangsung di kota kembang, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026) itu, secara efektif menjelma menjadi panggung utama yang mempertemukan para pemimpin pemerintahan, jajaran eksekutif pelaku usaha papan atas, serta deretan investor kakap dari berbagai penjuru. Mereka semua duduk bersama dalam satu visi, untuk bersama-sama membidik peluang investasi emas dan sekaligus mengencangkan kembali ikatan ekonomi yang sudah terjalin erat antara Indonesia dan Malaysia.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, tokoh kunci dari negeri jiran, Dato Menteri Besar Selangor, Dato’ Seri Amirudin Shari, dengan tegas menyatakan bahwa SIBS ASEAN 2026 bukanlah sekadar ajang seremonial tahunan. Forum ini, menurutnya, secara efektif berfungsi sebagai jembatan emas yang membuka peluang investasi berlimpah dan secara simultan memperkuat fondasi kerja sama ekonomi antara wilayah Selangor yang dinamis dan Jawa Barat yang kaya potensi. Ia menekankan bahwa pembahasan di dalam forum ini telah merambah jauh melampaui urusan dagang biasa, karena diskusi secara komprehensif menyentuh aspek-aspek kerja sama bilateral yang lebih luas dan berdampak besar.
Bukan Cari Untung Doang! Ini Soal Kedaulatan dan Kemakmuran Bersama
Lebih lanjut, Dato’ Seri Amirudin Shari memaparkan dengan rinci bahwa di dalam gelaran SIBS, salah satu agenda yang paling dinantikan dan dianggap krusial adalah sesi business matching serta koordinasi antarlembaga. Proses ini secara intensif difasilitasi oleh institusi-andalan seperti Invest Selangor dan berbagai badan terkait lainnya. Karena itu, ia optimistis bahwa sektor usaha dan para pelaku industri akan menuai manfaat yang sangat besar dari jaringan dan hubungan strategis yang secara aktif dibangun melalui forum bergengsi tersebut. Ia menegaskan bahwa ini adalah ajang untuk bertransformasi, bukan sekadar bertemu.
Amirudin pun dengan gamblang mengingatkan bahwa segala gagasan cemerlang dan terobosan yang mengalir deras dalam forum tersebut tidak boleh berhenti menjadi wacana. Menurutnya, semua ide itu harus segera dieksekusi dan ditindaklanjuti melalui kolaborasi nyata yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari masyarakat akar rumput, lembaga swadaya, korporasi besar, hingga jajaran pemerintah di semua tingkatan. “Salah satu hal yang paling menarik dari pertemuan ini adalah munculnya gagasan untuk membentuk forum yang konsisten dan berkesinambungan antara Selangor dengan sejumlah kementerian dan pemerintah daerah yang hadir,” paparnya dengan penuh antusiasme.
Menurut pandangan Dato’ Seri Amirudin, forum yang akan dibentuk ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi wadah produktif untuk membahas dan merumuskan kerja sama di berbagai sektor strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian masa depan. Ia secara spesifik menyebutkan fokus pada industri semikonduktor yang sedang naik daun, sistem ketahanan pangan yang tangguh, transisi menuju energi terbarukan, serta penguatan sektor pertahanan. “Karena itu, saya dengan sangat tegas menekankan bahwa kerja sama ini harus melampaui sekadar urusan bisnis. Jika hanya berbicara bisnis, orang akan berpikir soal keuntungan semata. Padahal, ada aspek lain yang sama pentingnya, seperti pelestarian kebudayaan, kedaulatan bangsa, keamanan wilayah, dan kemakmuran bersama,” kata Amirudin dengan nada penuh makna.
Jabar Siap Belajar dari Selangor, Ekonomi Syariah Jadi Incaran
Sependapat dengan rekan sejawatnya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, turut angkat bicara dan dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa Jawa Barat menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa besar dan siap untuk dikembangkan secara sinergis bersama Selangor. Ia menjelaskan bahwa beberapa sektor unggulan yang dinilai memiliki peluang kerja sama paling cerah mencakup pengembangan manufaktur modern, percepatan pembangunan infrastruktur, promosi pariwisata terpadu, serta ekspansi perdagangan antarwilayah. “Banyak sektor yang akan kita garap bersama secara serius, di samping manufaktur, infrastruktur, pariwisata, dan perdagangan. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mematangkan kerja sama antara Jawa Barat dan Selangor. Saya sangat berharap agar seluruh pelaku usaha di Jawa Barat dapat secara cerdas menangkap peluang besar ini,” ucap Erwan dengan optimisme membara.
Tak berhenti di situ, Erwan juga mengungkapkan ambisi besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk secara agresif memperkuat pengembangan ekonomi syariah di wilayahnya. Untuk mewujudkan target mulia ini, ia menyatakan bahwa Jawa Barat berkeinginan kuat untuk belajar secara mendalam dari pengalaman sukses Selangor, yang telah diakui dunia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah global. “Kami juga sangat ingin mengembangkan dan secara intensif belajar kepada Malaysia, terutama Selangor, mengenai strategi jitu dalam meningkatkan ekonomi syariah. Dengan demikian, Jawa Barat yang telah dianugerahi penghargaan Adinata Syariah dapat secara berkelanjutan mengembangkan dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara konkret dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Erwan dengan penuh harapan.
Kesepakatan sakti ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral, di mana kedua negara tidak lagi hanya menjadi tetangga, tetapi mitra sejati dalam membangun masa depan ekonomi ASEAN yang lebih cerah dan berdaulat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










