Dentmas.id – Bikin heboh pasar fotografi dan videografi! Sony Jepang secara mengejutkan mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menerima pesanan untuk hampir semua lini kartu memori CFexpress dan SD (Secure Digital), terhitung mulai 27 Maret 2026. Keputusan mengejutkan ini langsung bikin para kreator dan profesional panik, apalagi Sony mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut bahwa “kekurangan global semikonduktor (memori) dan faktor lainnya” menjadi pemicu utamanya, ditambah lagi dengan proyeksi suram bahwa pasokan tidak akan mampu mengejar lonjakan permintaan dalam waktu dekat. Bisa dibilang, ini bukan sekadar kabar angin, tapi sudah jadi keputusan final yang bikin industri bergidik.
Lewat pengumuman yang mereka unggah di laman resmi produk Sony di Jepang, perusahaan raksasa asal Negeri Sakura itu mempertegas bahwa kebijakan ini berlaku untuk semua pesanan, baik yang datang dari distributor resmi maupun konsumen yang berbelanja langsung di Sony Store. Parahnya lagi, Sony tidak memberikan batas waktu yang jelas mengenai kapan masa penangguhan ini akan berakhir. Yang lebih bikin merinding, Sony menjadi perusahaan gede pertama yang berani mengambil langkah radikal dengan menghentikan pemesanan kartu memori secara total—bukan sekadar menaikkan harga atau memperpanjang waktu pengiriman seperti yang dilakukan pemain lain. Mereka benar-benar menarik rem darurat!
Produk yang Terdampak: Dari Kelas Pro Hingga Entry-Level, Semua Kena!
Lalu, produk mana saja yang terdampak? Sony memastikan bahwa hampir seluruh lini utama mereka terkena imbasnya. Untuk urusan kartu CFexpress Type A, penghentian pesanan ini mencakup semua kapasitas gahar mulai dari 240 GB, 480 GB, 960 GB, hingga yang paling gede 1.920 GB. Bayangkan, kapasitas segede itu yang biasa dipakai buat rekam video resolusi tinggi langsung ditarik dari peredaran. Sementara itu, untuk CFexpress Type B, model yang ikut terseret arus penghentian ini meliputi varian 240 GB dan 480 GB.
Tak berhenti di situ, Sony juga menghentikan lini kartu SD kelas atas yang selama ini jadi andalan para profesional. Seri SDXC/SDHC dengan label TOUGH yang terkenal anti-banting berkapasitas 64 GB, 128 GB, dan 256 GB ikut terdampak. Jangan lupa juga seri reguler SF-M dan SF-E dengan kapasitas mulai dari 64 GB hingga 512 GB. Bahkan, kartu SD kelas bawah seperti varian 64 GB dan 128 GB dengan rating V30 yang biasa dipakai content creator pemula pun ikut kena imbas penghentian pesanan. Hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa krisis pasokan tidak hanya menyerang segmen performa tinggi, tapi sudah merembet habis ke seluruh lini produksi NAND flash. Semua kena getahnya!
Meski begitu, kabar baiknya adalah tidak semua produk dihentikan total. Sony masih menyisakan dua lini yang katanya masih tersedia, yaitu CFexpress Type B 960 GB serta kartu SD entry-level dari seri SF-UZ, berdasarkan informasi yang dilansir dari PetaPixel. Lumayan buat oksigen bagi yang masih butuh, tapi tetap saja ini kabar buruk buat kebanyakan pengguna setia Sony.
Sony pun dengan tegas menyebut bahwa penghentian ini bersifat sementara. Namun, mereka belum memberikan kepastian kapan distribusi akan kembali normal. “Kami akan mempertimbangkannya sambil memantau kondisi pasokan, dan akan mengumumkannya secara terpisah melalui halaman informasi produk,” begitu bunyi pernyataan resmi perusahaan. Kata “sementara” ini pun masih abu-abu, belum ada kepastian kapan akan berakhir.
Dikutip dari Tom’s Hardware, fakta bahwa Sony menghentikan seluruh pesanan—alih-alih sekadar memperpanjang waktu pengiriman atau membuka sistem inden—merupakan indikasi kuat bahwa perusahaan ini sedang benar-benar kesulitan mendapatkan pasokan NAND flash. Mereka bahkan sampai harus mengambil langkah sekeras ini.
AI Jadi Biang Kerok Utama di Balik Langkah Radikal Sony
Nah, ini dia yang paling menarik! Di balik hebohnya berita ini, ternyata AI alias kecerdasan buatan jadi salah satu penyebab utama yang bikin Sony ambil langkah nekat. Pasokan komponen NAND flash memang sedang tertekan luar biasa akibat lonjakan permintaan gila-gilaan dari pusat data AI di tengah krisis memori global. Bayangkan, pusat-pusat data yang dipakai buat melatih dan menjalankan model AI seperti ChatGPT dan sejenisnya kini menyerap pasokan chip memori dalam jumlah yang sangat besar, baik DRAM maupun NAND flash.
Akibatnya, produsen komponen pun lebih memprioritaskan produksi untuk kebutuhan AI yang dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan produk konsumen seperti kartu memori. Mereka lebih memilih jual ke raksasa teknologi yang lagi gencar bangun infrastruktur AI daripada ke pengguna kamera biasa.
Bahkan, pada Februari lalu, TrendForce sudah merevisi proyeksi harga kontrak DRAM untuk kuartal I-2026 menjadi naik sekitar 90–95 persen secara kuartalan. Angka yang bikin mata melek! Sementara itu, harga NAND flash juga diperkirakan bakal melonjak 55–60 persen dalam periode yang sama. Bayangkan lonjakannya, bikin kantong makin tipis! CEO Phison pun sempat mengeluarkan peringatan keras bahwa kelangkaan NAND ini bisa membuat sejumlah perusahaan elektronik konsumen berhenti beroperasi tahun ini. Jadi, langkah Sony ini mungkin baru permulaan dari gelombang besar yang bakal melanda industri.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










