dentmas.id
Sabtu, Oktober 31, 2026
  • Login
  • Home
  • Tutorial
  • News
  • Aplikasi
  • Game
No Result
View All Result
  • Home
  • Tutorial
  • News
  • Aplikasi
  • Game
No Result
View All Result
dentmas.id
No Result
View All Result
Home News

Kasus Pembobolan Binance Rp 114 Triliun: Kronologi dan Status Dana Nasabah

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
Oktober 31, 2026
in News
0
Kasus Pembobolan Binance Rp 114 Triliun: Kronologi dan Status Dana Nasabah
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dentmas.id – Dunia keuangan digital baru saja mengalami guncangan dahsyat setelah platform raksasa perdagangan aset kripto Binance mendadak membongkar kasus pembobolan siber yang berhasil menguras habis dana fantastis sebesar 6,3 miliar dollar AS atau setara Rp 114 triliun. Lebih lanjut, pihak manajemen Binance secara terbuka menyampaikan pengumuman resmi melalui akun X resmi mereka (@binance) pada Jumat (30/10/2026), di mana mereka mengonfirmasi skala dampak kerugian raksasa ini sekaligus menegaskan bahwa tim internal langsung mengandalkan kolaborasi lintas industri bersama berbagai mitra jaringan blockchain untuk mengunci aset-aset yang terkena dampak serangan tersebut.

Bahkan, dari keseluruhan dana jumbo bernilai 6,3 miliar dollar AS yang menjadi sasaran empuk peretas itu, Binance mengeklaim bahwa pihaknya bersama komunitas keamanan terpercaya telah berhasil mengamankan serta membekukan modal segar sekitar 3 miliar dollar AS—atau sekitar Rp 54,5 triliun—langsung di atas rantai blok (on-chain).

RELATED POSTS

Table of Contents

Toggle
    • Dropbox Pangkas 200 Karyawan Global dan Mengumumkan Pengunduran Diri CTO
    • Sucker Punch dan Auroch Digital Resmi Umumkan PHK Massal di Akhir Oktober 2026
  • Cuma Gara-Gara Laptop Karyawan, Benteng Pertahanan Binance Boleh Jebol?
  • Siapa Dalang di Balik Horor Ini? Jejak Peretas Korea Utara Terendus Pakar!

Dropbox Pangkas 200 Karyawan Global dan Mengumumkan Pengunduran Diri CTO

Sucker Punch dan Auroch Digital Resmi Umumkan PHK Massal di Akhir Oktober 2026

Namun demikian, fakta pahit menunjukkan bahwa sisa dana fantastis sebesar 3,3 miliar dollar AS atau setara Rp 59,4 triliun hingga kini belum tersentuh pembekuan, sehingga uang masif tersebut diduga kuat masih berada dalam genggaman penuh sang pencuri siber.

Oleh karena itu, jika meninjau angka kerugian yang membumbung tinggi ini, para analis industri menyimpulkan bahwa malapetaka ini berpotensi besar menorehkan rekor sebagai peretasan paling merusak sepanjang sejarah peradaban kripto, bahkan telak melampaui rekor kelam pembobolan bursa Bybit pada Februari 2025 silam.

Padahal, kala insiden lampau itu terjadi, bursa kripto Bybit harus menanggung pil pahit akibat gempuran peretas yang sukses merampas aset bernilai 1,5 miliar dollar AS, sebagaimana diberitakan secara luas oleh media internasional Euro News.

Cuma Gara-Gara Laptop Karyawan, Benteng Pertahanan Binance Boleh Jebol?

Di samping itu, Binance juga membeberkan hasil temuan investigasi awal yang sangat mengejutkan mengenai celah masuk sang peretas, di mana perusahaan menduga keras bahwa kejahatan kolosal ini bermula dari peretasan satu unit laptop pribadi milik anggota tim DevOps mereka.

Selanjutnya, berdasarkan analisis forensik awal tersebut, pelaku disinyalir kuat memanfaatkan privilege akses khusus dari laptop terinfeksi itu untuk menembus masuk ke dalam kontainer layanan (service container) yang sangat vital bagi sistem internal perusahaan.

Lantas, begitu berhasil menguasai pintu masuk tersebut, penjahat siber ini dengan leluasa mengeksekusi instruksi transaksi penarikan aset kripto bernilai raksasa tanpa mengantongi izin resmi sama sekali.

Meskipun demikian, jajaran eksekutif Binance menegaskan kepada publik bahwa tim ahli mereka sampai detik ini sama sekali tidak menemukan indikasi kebocoran pada kunci privat (private key) dompet kripto utama milik platform.

Oleh sebab itu, Binance berjanji akan segera menerbitkan laporan teknis secara mendalam dan transparan kepada publik begitu seluruh rangkaian investigasi komprehensif rampung serta setiap bukti faktual telah terverifikasi penuh.

Selain itu, guna menenangkan kecemasan jutaan nasabah di seluruh dunia, perusahaan menjamin keberadaan dana pengguna dalam kondisi aman, serta berikrar menanggung seluruh kerugian materiil melalui pemanfaatan dana cadangan darurat Secure Asset Fund for Users (SAFU) beserta kas internal perusahaan.

Lebih lanjut, Binance kembali menegaskan jaminan keamanan saldo nasabah sembari berkomitmen untuk merilis pembaruan bukti cadangan kas (Proof of Reserves) secara transparan setelah agenda penanganan krisis dan pemulihan sistem benar-benar selesai.

Sebagai langkah mitigasi darurat, Binance langsung membekukan sementara seluruh fitur penyetoran (deposit) maupun penarikan (withdrawal) dana nasabah selama proses audit keamanan intensif, sembari mencabut secara penuh hak otorisasi pada semua alamat dompet yang terindikasi bahaya.

Bahkan, guna mempersempit ruang gerak pelaku, Binance menggalang kekuatan penuh bersama jajaran aparat penegak hukum internasional serta jajaran pakar intelijen analisis blockchain ternama demi memburu lintasan aset serta merebut kembali dana yang tercuri.

Sebab itulah, operasi penyelamatan dana berskala global ini secara aktif melibatkan para penerbit stablecoin terbesar dunia, yakni institusi Tether dan Circle.

Secara mengejutkan, CEO Tether, Paolo Ardoino, mengonfirmasi secara langsung bahwa perusahaannya bergerak cepat mengunci modal digital senilai lebih dari 1,5 miliar dollar AS atau menembus Rp 27,2 triliun yang terhubung erat dengan alamat peretas.

Sementara di sisi lain, CEO Circle, Jeremy Allaire, menyusul mengumumkan bahwa timnya berhasil membekukan aset bernilai di atas 800 juta dollar AS atau sekitar Rp 14,5 triliun berbentuk token USDC yang mengekor pada aktivitas kejahatan tersebut.

Siapa Dalang di Balik Horor Ini? Jejak Peretas Korea Utara Terendus Pakar!

Memang, hingga saat ini manajemen Binance belum secara eksplisit menunjuk atau membongkar identitas pasti dari sosok maupun komplotan yang mendasari aksi kejahatan brutal ini.

Akan tetapi, berdasarkan penelusuran mendalam media terkemuka BBC, deretan kantor analisis blockchain terkemuka justru melemparkan kecurigaan kuat kepada sindikat peretas kawakan asal Korea Utara sebagai aktor utama di balik gempuran terhadap Binance.

Bahkan, lembaga analitik bergengsi TRM Labs secara spesifik mengarahkan tudingan ke komplotan cybercriminal Korea Utara yang terkenal dengan julukan TraderTraitor, setelah mempelajari kebiasaan alur transaksi on-chain serta mencocokkan kemiripan pola serangan ini dengan sederet aksi kejahatan mereka sebelumnya.

Sejalan dengan itu, raksasa intelijen blockchain asal Amerika Serikat, Chainalysis, turut menyampaikan tingkat keyakinan yang sangat tinggi bahwa entitas peretas rezim Korea Utara memang memegang peranan sentral dalam tragedi pencurian kripto masif ini.

Bukan rahasia lagi, laporan BBC menggarisbawahi bahwa kelompok siber Korea Utara selama beberapa tahun terakhir memang berulang kali menyasar industri kripto global guna meraup pasokan kekayaan digital bernilai fantastis lewat aksi peretasan canggih.

Oleh sebab itu, para pakar pertahanan menduga keras bahwa hasil rampokan kripto ini menjadi kran pemasukan rahasia bagi pemerintah Korea Utara untuk mendanai proyek ambisius pengembangan persenjataan nuklir serta peluncuran rudal balistik negara tersebut.

Kendati demikian, sebagaimana dirangkum dari BBC, dugaan keterlibatan kelompok peretas Korea Utara dalam kasus penyerangan Binance ini secara resmi masih menanti verifikasi serta pengumuman final dari pihak penegak hukum internasional.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: BinanceCrypto
ShareTweetPin
felixhendy555@gmail.com

[email protected]

Related Posts

Dropbox Pangkas 200 Karyawan Global dan Mengumumkan Pengunduran Diri CTO

Dropbox Pangkas 200 Karyawan Global dan Mengumumkan Pengunduran Diri CTO

by [email protected]
Oktober 31, 2026
0

Dentmas.id - Dunia industri teknologi global kembali menerima kejutan yang cukup menghentak, setelah raksasa penyedia layanan penyimpanan berbasis Cloud kenamaan,...

Sucker Punch dan Auroch Digital Resmi Umumkan PHK Massal di Akhir Oktober 2026

Sucker Punch dan Auroch Digital Resmi Umumkan PHK Massal di Akhir Oktober 2026

by [email protected]
Oktober 30, 2026
0

Dentmas.id - Kabar buruk kembali mengguncang jagat hiburan digital pada penghujung bulan Oktober 2026 ini, setelah dua nama besar di...

Hampir 6 Tahun Beroperasi, Layanan Game MOBA Pokemon Unite Akan Ditutup

Hampir 6 Tahun Beroperasi, Layanan Game MOBA Pokemon Unite Akan Ditutup

by [email protected]
Oktober 30, 2026
0

Dentmas.id - Dunia game esports mendadak gempar setelah sebuah pengumuman mengejutkan muncul di blog resmi Pokemon Unite pada Selasa (27/10/2026)...

Ejek iPhone Duo Lewat Iklan Apel Patah, Samsung Pamer Keunggulan Galaxy Z Fold 8

Ejek iPhone Duo Lewat Iklan Apel Patah, Samsung Pamer Keunggulan Galaxy Z Fold 8

by [email protected]
Oktober 29, 2026
0

Dentmas.id - Raksasa teknologi Samsung kembali membuat heboh publik setelah mereka secara terang-terangan meluncurkan sindiran paling menohok untuk menyentil kehadiran...

Anthropic Ajukan Berkas IPO di Nasdaq, Resmi Gunakan Kode Saham ANT

Anthropic Ajukan Berkas IPO di Nasdaq, Resmi Gunakan Kode Saham ANT

by [email protected]
Oktober 28, 2026
0

Dentmas.id - Dunia teknologi finansial global mendadak geger luar biasa setelah perusahaan perintis kecerdasan buatan terkemuka, Anthropic, secara mengejutkan merilis...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Kasus Pembobolan Binance Rp 114 Triliun: Kronologi dan Status Dana Nasabah

Kasus Pembobolan Binance Rp 114 Triliun: Kronologi dan Status Dana Nasabah

Oktober 31, 2026
Mengenal Flood-Eye, Teknologi AI Pemantau Banjir Bandang di Kota Semarang

Mengenal Flood-Eye, Teknologi AI Pemantau Banjir Bandang di Kota Semarang

Oktober 31, 2026
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Ini Cara akses mikrotik routerOS (selain winbox)

    Ini Cara akses mikrotik routerOS (selain winbox)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Snapshot Data: Solusi Keren untuk Jaga Data Kamu!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Simbol 5G, LTE, 4G, H+, 3G, G di Sinyal HP, Ini Maknanya untuk Pengalaman Internet Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Strategi Kemkomdigi 2026: Fokus pada Tiga Pilar Digital untuk Wujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tutorial reset mikrotik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Kode Etik Pemain Rasional Membaca Slot PG Soft Tanpa Terhipnotis Angka Volatilitas Itu Ritme Bukan Ramalan Cara Menyesuaikan Ekspektasi di PG Soft Simulasi Sebelum Eksekusi Menjadikan Mode Demo sebagai Cermin Gaya Bermain Duel Mekanik Mahjong Ways dan Wild Bandito di Mata Pemain yang Disiplin Kantong Aman Kepala Dingin Merancang Batas Sesi yang Tidak Menyesatkan Spin Cepat Keputusan Lambat Menguji Mitos Efisiensi di Tombol Turbo Matematika Bonus Mengapa Multiplier Besar Tak Selalu Sering Hadir Layar Sunyi Bukan Undangan Balas Dendam Latihan Mental di Fase Kering Ilusi Pola Gacor Cara Berpikir Kritis Saat RNG Bicara Lewat Statistik Ritme Jam Durasi dan Fokus Membangun Sesi Main yang Sadar Waktu RTP Tinggi Bukan Jaminan Menang Cara Membaca Peluang di Slot PG Soft Secara Rasional Volatilitas Dinamis Antara Sensasi dan Statistik di Game PG Soft Terbaru Dari Mode Demo ke Taruhan Nyata Checklist Temperamen Game PG Soft Sebelum Mulai Mahjong Ways vs Wild Bandito Peta Mekanik Simbol dan Ritme Permainan Manajemen Amunisi Rumus Sederhana Batas Kalah dan Target Menang di Slot PG Soft Fast Spin Efisiensi atau Jebakan Membaca Dampaknya pada Keputusan Bermain Free Spin dan Multiplier Mitos Untung Besar vs Realita Frekuensi Bonus Fase Kering dan Psikologi Pemain Cara Tetap Tenang Tanpa Mengejar Kerugian Membongkar Pola Gacor Mengapa Pola Tidak Mengalahkan RNG dan RTP Jam Main Durasi dan Fokus Membangun Sesi Bermain yang Lebih Terkendali di PG Soft Batas Antara Hobi dan Kebiasaan Membaca Slot PG Soft dengan Kepala Dingin RNG Bukan Dukun Menakar Mitos Pola Gacor dengan Logika Statistik Demo Bukan Jalan Pintas Membaca Pola Diri Sebelum Bertaruh Nyata Turbo Spin Keputusan Lambat Mengapa Kecepatan Tidak Sama dengan Efisiensi Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Mekanik Bukan Duel Keberuntungan Saat Layar Sepi Latihan Mental Menghadapi Fase Kering Tanpa Balas Dendam Multiplier Besar Ekspektasi Kecil Matematika Bonus yang Jarang Dibicarakan Jam Durasi dan Fokus Merancang Sesi Main yang Tidak Menelan Waktu Volatilitas sebagai Ritme Menyesuaikan Ekspektasi Bukan Meramal Hasil Kantong Aman Kepala Tenang Aturan Sesi yang Menjaga Keputusan Tetap Rasional
dentmas

Dentmas.id adalah portal informasi digital yang menyajikan berbagai konten edukatif, informatif, dan menghibur. Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan pembaca akan berita terkini, panduan praktis, serta ulasan teknologi dan hiburan yang relevan dengan perkembangan zaman.

CATEGORY

  • ai
  • Aplikasi
  • Esports
  • Game
  • News
  • rekomendasi
  • Review
  • Technologi
  • Tutorial
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Partner Kita

aatoto
Mposakti
MOTOSLOT
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Dentmas.id

No Result
View All Result
  • Homepages
  • Tutorial
  • News
  • Aplikasi
  • Game

© 2025 Dentmas.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In