Dentmas.id – Pasar modal Indonesia mendadak gempar setelah PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan platform investasi mutakhir bernama IPOT X. Di samping itu, langkah terobosan ini secara berani mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam seluruh analisis saham, pemantauan dinamika pasar, hingga pengelolaan portofolio. Oleh karena itu, kehadiran platform canggih ini langsung menjadi angin segar bagi para pemula maupun investor senior yang selama ini sering merasa kewalahan menghadapi gempuran arus informasi pasar saham yang makin liar dan sulit diolah secara manual.
Lantas, Direktur Utama Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menegaskan bahwa tantangan terbesar para pemodal saat ini sejatinya bukan lagi masalah kekurangan data pasar modal. Sebaliknya, hambatan utama justru bersumber dari banjir data berkecepatan tinggi yang wajib diproses dalam hitungan detik. “Oleh sebab itu, problem mendasar kita sebenarnya terletak pada keterbatasan fisik otak manusia. Alhasil, kita tentu tidak sanggup mengolah atau mengelola lautan data yang begitu pekat dan dinamis dalam kurun waktu singkat,” ujar Moleonoto secara blak-blakan saat memperkenalkan keunggulan IPOT X di Jakarta pada Kamis (24/6/2026).
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa keberadaan teknologi AI mampu bertindak sebagai asisten pribadi yang sanggup memproses data historis maupun data real-time secara kilat. Selain itu, sistem cerdas ini sanggup menghubungkan benang merah dari berbagai kejadian pasar, lalu menyajikannya menjadi sebuah analisis komprehensif yang sangat mudah dipahami oleh siapa saja. “Dengan demikian, AI bertugas memproses sekian banyak informasi historis dan pergerakan aktual secara instan. Kemudian, setelah mengolah data tersebut, AI akan mencoba menyambungkan setiap titik data atau connecting the dots, lalu membandingkan berbagai data secara rinci,” paparnya.
Fitur Andalan di IPOT X, Apa Saja?

Di samping keunggulan di atas, salah satu fitur utama yang langsung menyita perhatian publik adalah kehadiran fitur AI Screener. Berbeda jauh dari penyaring saham konvensional yang mengharuskan pengguna memilih puluhan parameter teknis secara manual, AI Screener justru memungkinkan investor berburu saham potensial hanya melalui obrolan santai menggunakan bahasa sehari-hari. Sebagai gambaran, para pemodal cukup mengetikkan perintah intuitif seperti mencari saham yang sedang naik, ber-volume transaksi ramai, serta memiliki kinerja fundamental yang sehat. Seketika itu pula, kecerdasan buatan akan langsung menganalisis data dan menampilkan daftar saham paling pas sesuai kriteria.
Malahan, menurut Moleonoto, fitur AI Screener ini didukung oleh lebih dari 1.100 parameter analisis mendalam yang mencakup aspek fundamental perusahaan, indikator teknikal, peta kepemilikan saham, hingga metrik pasar lainnya. “Oleh karena itu, AI Screener sangat dipercaya oleh perusahaan kami sebagai fitur pemindai saham berbasis AI pertama di Indonesia yang memungkinkan investor melakukan screening saham kelas atas hanya dengan cara chatting,” ungkapnya dengan mantap.
Market Radar hingga Daily Brief
Tidak hanya berhenti pada fitur pencarian berbasis percakapan, platform IPOT X juga memperkenalkan fitur Market Radar yang sanggup memindai pergerakan lebih dari 900 saham di Bursa Efek Indonesia secara real-time berdasarkan perpaduan faktor harga, tren pasar, dan aliran dana (money flow). Selain itu, terdapat pula fitur pintar bernama Daily Brief yang secara otomatis mengumpulkan serta merangkum berita-berita terpercaya dari berbagai sumber berita bereputasi. Menariknya, ringkasan berita pintar ini terus diperbarui secara berkelanjutan oleh sistem setiap kali terdapat informasi baru yang relevan dengan suatu emiten.
“Akibatnya, begitu ada informasi atau berita baru yang muncul di pasar, sistem AI akan langsung membaca, menganalisis, serta merangkum intinya secara praktis khusus untuk kita,” terang Moleonoto menjelaskan keunggulan sistem tersebut.
AI Ringkas Analisis Teknikal
Sementara itu, bagi para investor yang sangat mengandalkan analisis grafik, IPOT X juga menghadirkan fitur analisis teknikal berbasis AI. Secara otomatis, lebih dari 30 sinyal teknikal diproses oleh sistem canggih ini untuk menyajikan ringkasan mengenai kecenderungan bullish atau bearish suatu saham secara cepat. Sejalan dengan hal itu, Moleonoto membeberkan bahwa fitur ini memang dirancang khusus oleh perusahaan untuk membantu para investor yang belum memiliki kemampuan membaca grafik atau charting secara mendalam.
“Melalui mekanisme ini, AI menggunakan lebih dari 30 sinyal charting, lalu merangkum secara jelas apakah saham tersebut cenderung bullish atau bearish, lengkap beserta alasan yang mendasarinya,” ujarnya. Lebih lanjut, selain menikmati kesimpulan cepat, para pengguna juga dibebaskan untuk membedah detail indikator yang digunakan, termasuk pola candlestick, moving average, RSI, divergence, hingga level support dan resistance.
Robo Trading dan Analisis Portofolio
Selanjutnya, pada ranah transaksi, platform IPOT turut menghadirkan sejumlah fitur Robo Trading super lengkap seperti Buy The Dip, Trailing Buy, Stop Loss, Take Profit, hingga fitur Robo Bracket. Melalui kehadiran Robo Bracket, para investor dapat menyiapkan strategi manajemen risiko sejak sebelum order beli berhasil dieksekusi oleh sistem. Dengan demikian, aturan pengaman seperti stop loss maupun take profit dapat langsung diaktifkan secara otomatis ketika unit saham berhasil diperoleh.
Di sisi lain, fitur AI pada portofolio memungkinkan pengguna memantau tingkat konsentrasi investasi berdasarkan sektor maupun saham tertentu, sekaligus memperoleh rekomendasi terkait diversifikasi portofolio. Sebagai penutup, Moleonoto menegaskan bahwa seluruh pengembangan AI di IPOT bertujuan membantu investor menghadapi kompleksitas data pasar keuangan. “Oleh sebab itu, semua ini kami hadirkan agar data yang kompleks tersedia langsung di handphone, sehingga investor tidak perlu lagi repot karena kini mesinlah yang bekerja untuk kita,” tutupnya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










