Dentmas.id – Seorang software engineer Google mendadak ditangkap otoritas Amerika Serikat! Mengapa? Karena ia diduga nekat memakai data internal perusahaan untuk bermain di platform prediction market Polymarket. Wah, gegernya bukan main!
Pria bernama Michele Spagnuolo itu langsung berurusan dengan hukum setelah jaksa menuduhnya melakukan insider trading. Artinya, ia menggunakan informasi rahasia demi meraup keuntungan pribadi dari taruhan online. Gila, kan?
Bocoran Data Pencarian Google Jadi Senjata Andalan
Menurut dokumen dari Departemen Kehakiman AS, Spagnuolo dengan cerdik memanfaatkan data pencarian Google yang belum dipublikasikan. Ia memasang taruhan soal siapa tokoh paling banyak dicari di Google sepanjang 2025. Luar biasa berani!
Berkat informasi internal tersebut, pria 36 tahun itu berhasil mengantongi keuntungan sekitar 1,2 juta dollar AS. Hitung sendiri—itu setara dengan Rp20,2 miliar! Bayangkan, seorang karyawan bisa cuan sebesar itu hanya dari taruhan bermodal data rahasia.
Spagnuolo sendiri merupakan warga negara Italia yang sudah bergabung dengan Google sejak 2014. Ia tinggal di Swiss, namun kini harus menghadapi dakwaan pidana di pengadilan federal Manhattan, New York. Hidupnya berubah 180 derajat!
Akun “AlphaRaccoon” Mencurigakan, Jaksa Langsung Gercep
Dalam dokumen tuntutan, jaksa mengungkapkan bahwa Spagnuolo memakai akun Polymarket bernama “AlphaRaccoon”. Lewat akun tersebut, ia dengan percaya diri memasang taruhan terhadap daftar “most searched people” sebelum hasil resminya diumumkan ke publik. Tahu informasi lebih dulu, pasti cuan!
Salah satu taruhan paling mencurigakan terjadi pada November 2025. Saat itu, Spagnuolo bertaruh bahwa musisi indie pop D4vd bakal menjadi sosok paling banyak dicari di Google tahun 2025. Padahal di Polymarket, probabilitas D4vd menjadi nomor satu nyaris nol persen! Aneh, kan?
Ternyata, data internal Google memang menunjukkan nama D4vd sedang melonjak drastis. Hal ini terjadi setelah penyanyi bernama asli David Anthony Burke tersebut ditangkap dan didakwa atas kasus pembunuhan seorang remaja perempuan berusia 14 tahun. Tragis sekaligus menguntungkan bagi Spagnuolo!
Ketika Google akhirnya merilis daftar resmi pada Desember 2025 dan D4vd benar-benar berada di posisi teratas, taruhan Spagnuolo langsung menghasilkan keuntungan besar. Tepat sasaran, cuan melimpah!
Selain D4vd, Spagnuolo juga sempat bertaruh bahwa rapper Kendrick Lamar akan masuk daftar pencarian teratas. Lagi-lagi, data internal Google menunjukkan tren pencarian Lamar sedang naik. Ia seperti punya bola kristal!
Google Gerak Cepat, Karyawan Langsung Disanksi
Menanggapi kasus ini, Google mengatakan pihaknya kini bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki lebih dalam. Perusahaan juga menegaskan bahwa penggunaan informasi rahasia internal untuk memasang taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan perusahaan.
Juru bicara Google menjelaskan, “Pegawai tersebut mengakses materi internal menggunakan tools yang tersedia untuk semua karyawan, tetapi penggunaan informasi rahasia untuk taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan kami.”
Google juga mengonfirmasi bahwa Spagnuolo telah dibebastugaskan sementara sambil menunggu proses hukum berjalan. Nasibnya kini tergantung pada meja hijau!
Polymarket Ikut Andil, Bantu Investigasi Hingga Bikin Sejarah
Polymarket tidak tinggal diam. Platform tersebut mengatakan turut membantu investigasi aparat terhadap aktivitas akun “AlphaRaccoon”. Perusahaan yang didirikan pada 2020 itu bahkan mengeklaim menjadi platform prediction market pertama yang berhasil membantu aparat menghasilkan dakwaan insider trading di Amerika. Prestasi yang agak kontroversial!
Menurut jaksa, Spagnuolo juga semestinya berusaha menyamarkan aktivitas transaksi kriptonya. Ia menggunakan layanan privasi tambahan untuk mengaburkan jejak taruhan. Namun, upayanya sia-sia belaka!
Ia juga disebut mengganti nama akun setelah pengguna di X dan Discord mulai curiga akun tersebut milik orang dalam Google. Terlambat, karena polisi sudah lebih dulu bergerak!
Prediction Market Kena Sorotan, Mirip Judi atau Bukan?
Kasus ini semakin menambah sorotan terhadap prediction market seperti Polymarket yang belakangan makin populer. Platform ini memungkinkan pengguna memasang taruhan atas berbagai peristiwa dunia nyata, mulai dari politik, olahraga, tren internet, hingga kriminalitas. Serba bisa!
Secara konsep, prediction market seperti Polymarket memang sering dianggap mirip judi. Pengguna mempertaruhkan uang atas hasil suatu peristiwa. Namun bedanya, prediction market dibungkus sebagai “pasar prediksi”. Jadi pengguna bukan sekadar taruhan menang-kalah seperti judi bola, tetapi membeli “posisi” berdasarkan kemungkinan suatu kejadian terjadi.
Pengguna misalnya bisa memasang prediksi soal siapa pemenang pemilu, harga Bitcoin, tren internet, sampai tokoh paling banyak dicari di Google. Jika prediksi benar, pengguna mendapat keuntungan. Jika salah, uang yang dipasang bisa hilang. Berisiko tinggi!
Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sudah memblokir Polymarket baru-baru ini. Alasannya, karena platform tersebut disebut mempromosikan perjudian. Tegas sekali!
Di AS sendiri, Polymarket beberapa kali mendapat sorotan regulator. Mereka dianggap menawarkan aktivitas mirip taruhan tanpa izin penuh. Namun, Polymarket dengan lantang berargumen bahwa platform mereka merupakan “information market” atau pasar informasi, bukan situs judi tradisional. Pintar membela diri!
Bukan Sekadar Judi Biasa, Ini Insider Trading Kelas Berat!
Yang membuat kasus engineer Google ini menjadi lebih serius bukan cuma karena bermain taruhan. Ia diduga memakai data rahasia internal perusahaan untuk memastikan prediksinya menang. Bedanya seperti siang dan malam!
Karena itu, jaksa AS menjeratnya dengan insider trading. Kasus ini mirip dengan orang dalam bursa saham yang memakai informasi rahasia perusahaan untuk mencari keuntungan sebelum publik mengetahuinya. Hukumannya pun tak main-main!
Sebelumnya pada April lalu, jaksa AS juga sudah mendakwa seorang tentara Angkatan Darat AS. Ia memakai informasi rahasia operasi militer untuk memasang taruhan terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Polymarket. Seperti dihimpun dari Reuters dan Bloomberg. Ternyata, kasus serupa sudah mulai marak!
Pelajaran Berharga: Jangan Main Api dengan Data Rahasia!
Kasus Spagnuolo menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mengakses informasi internal perusahaan. Jangan coba-coba menggunakan data rahasia untuk keuntungan pribadi, sekecil apa pun bentuknya. Apalagi untuk taruhan online!
Polymarket mungkin menawarkan keseruan memprediksi berbagai peristiwa. Namun, ketika data internal menjadi modal utama, maka hukum akan berbicara dengan tegas. Spagnuolo kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan federal Manhattan.
Nasib pria 36 tahun itu masih belum jelas. Namun satu hal yang pasti: karir cemerlangnya di Google sejak 2014 kini hancur berantakan. Semua karena tergiur keuntungan instan dari taruhan bermodal data rahasia. Tragis sekaligus menjadi pelajaran bagi kita semua!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










