Dentmas.id – Siap-siap terkejut! Sebuah drone balap gila bernama Blackbird baru saja merobek langit dengan kecepatan luar biasa. Drone ini berhasil melaju hingga 730 kilometer per jam! Ya, Anda tidak salah baca. Angka ini bukan cuma bikin Blackbird naik pitak sebagai salah satu drone tercepat yang pernah manusia ciptakan, tetapi yang lebih mencengangkan lagi, drone kecil ini terbang jauh lebih kencang dibanding mobil Formula 1 (F1) modern. Bayangkan, seekor burung besi mini mampu mempermalukan raja aspal!
Siapa Dalang di Balik Monster Terbang Ini?
Siapa yang membuat robot super cepat ini? Ternyata, Blackbird dikembangkan oleh dua otak jenius asal Australia, yaitu Ben Biggs dan Aidan Kelly. Kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan mereka berdua. Yap, mereka adalah orang-orang di balik saluran YouTube keren bernama Drone Pro Hub. Jadi, jangan heran kalau proyek ini terasa sangat ambisius dan penuh dengan eksperimental gila-gilaan!
Kecepatan yang Bikin Merinding
Dalam uji coba terbaru yang digelar baru-baru ini, Blackbird langsung tancap gas. Drone ini mencatat kecepatan puncak 730 km/jam saat terbang mengikuti arah angin (istilah kerennya downwind run). Namun, jangan salah sangka. Saat drone ini berbalik dan terbang melawan hembusan angin, kecepatannya masih sangat fantastis, yaitu masih mencapai sekitar 640 km/jam. Hebat, kan?
Lalu, bagaimana kalau dirata-ratakan dari kedua arah penerbangan tersebut? Hasilnya, Blackbird membukukan kecepatan rata-rata sebesar 685 km/jam. Angka ini langsung melampaui rekor dunia Guinness World Records saat ini yang dipegang oleh drone Peregreen V4 dengan kecepatan rata-rata 657,59 km/jam. Namun, kita harus bersabar dulu. Pencapaian Blackbird ini masih berstatus tidak resmi karena belum diverifikasi langsung oleh tim Guinness. Tapi, ya tetap keren abis!
Nyaris Dua Kali Lebih Cepat dari Jet Darat F1
Mari kita buat perbandingan yang lebih gamblang lagi supaya Anda benar-benar merinding. Kecepatan puncak drone Blackbird yang mencapai 730 km/jam itu jauh meninggalkan mobil Formula 1 (F1) modern. Sebagai informasi, mobil Formula 1 tercepat dalam sejarah balapan Grand Prix hanya tercatat melaju sekitar 372,56 km/jam. Rekor tersebut dibuat oleh pembalap asal Kolombia, Juan Pablo Montoya, saat membela tim McLaren Mercedes pada GP Italia 2005. Rekor ini masih tercatat kuat hingga sekarang.
Memang, mobil F1 pernah melaju lebih cepat dalam kondisi tertentu. Misalnya, pada GP Meksiko 2016, pembalap Williams, Valtteri Bottas, sempat mencatat kecepatan 372,5 km/jam saat balapan berlangsung. Masih di tahun yang sama, Bottas bahkan menyentuh kecepatan 378 km/jam saat sesi kualifikasi GP Azerbaijan di lintasan lurus panjang Sirkuit Baku. Namun, perlu diingat, angka tersebut berstatus tidak resmi karena dicatat di luar sesi balapan Grand Prix.
Meskipun begitu, seluruh catatan tersebut masih sangat tertinggal di bawah kecepatan puncak Blackbird. Dengan kata lain, drone ini mampu melaju hampir dua kali lebih cepat dibanding mobil F1 tercepat yang pernah tercatat dalam sejarah. Bayangkan betapa gilanya selisih kecepatan itu!
Apa Rahasia di Baling-Baling Karbon?
Lalu, apa sih yang membuat Blackbird begitu mengerikan? Salah satu faktor rahasia utamanya terletak pada baling-baling anyar berbahan serat karbon (carbon fiber). Para insinyur membuat baling-baling ini secara khusus untuk memecahkan rekor. Baling-baling canggih ini menggantikan propeller model APC 7×15 yang dipakai pada versi sebelumnya. Namun, tim pengembang masih merahasiakan spesifikasi detailnya. Hmmm, pasti ada rahasia militer di sana!
Yang berhasil diendus oleh publik, baling-baling baru ini memiliki desain bergerigi di bagian depan atau disebut sawtooth leading edge. Desain unik ini berfungsi menciptakan pusaran udara kecil yang menjaga aliran udara tetap bergerak ke arah belakang baling-baling, bukan menyebar ke samping. Hasilnya, efisiensi aerodinamika melonjak drastis sehingga drone bisa meluncur lebih kencang. Selain itu, sudut baling-baling juga dibuat lebih sejajar dengan arah terbang. Dengan cara ini, hambatan udara bisa ditekan seminimal mungkin. Menurut Biggs, peningkatan kecil seperti ini memberikan dampak yang sangat besar ketika drone sudah bergerak di atas 400 mph atau sekitar 643 km/jam.
Nyaris Gagal Total dan Berubah Jadi Momen Horor
Perjalanan memecahkan rekor ini ternyata tidak mulus seperti yang dibayangkan. Pada hari pertama pengujian, sebuah insiden menegangkan terjadi. Blackbird sempat mencapai kecepatan sekitar 630 km/jam sebelum tim tiba-tiba kehilangan sinyal video dari drone. Mereka menduga masalah ini disebabkan kombinasi posisi antena yang kurang pas, efek Doppler terhadap transmisi video digital, dan sinyal yang terlalu kuat ketika drone melintas sangat dekat dengan operator.
Akibat kejadian naas tersebut, satu unit Blackbird dinyatakan hilang dan akhirnya ditemukan dalam kondisi ringsek dan rusak parah. Untungnya, tim masih memiliki satu prototipe cadangan yang bisa diselamatkan. Di hari kedua pengujian, meskipun kondisi cuaca sedang tidak bersahabat—diterpa angin hingga 60 km/jam dan cuaca yang mulai memburuk—Blackbird tetap nekat terbang. Hasilnya? Akhirnya drone ini berhasil menembus batas psikologis 700 km/jam dan mencetak rekor baru yang mencengangkan.
Suhu Baterai Membara hingga Meleleh
Perlu Anda ketahui, pengujian ekstrem ini benar-benar membuat komponen drone bekerja di batas maksimalnya. Saat melesat, Blackbird terpaksa menarik arus listrik hingga 400 ampere selama sekitar 10 detik. Akibatnya, suhu baterainya melonjak drastis hingga mencapai sekitar 80 derajat Celsius. Bahkan saat mendarat, baterai sempat mengeluarkan asap tebal dan sebagian pelindung kabel mulai meleleh dimakan panas ekstrem. Namun, luarbiasanya, drone tersebut masih bisa diselamatkan dan tidak mengalami kerusakan permanen. Itulah yang namanya teknologi kelas berat!
Persaingan Rekor Drone Makin Panas dan Gila
Persaingan memperebutkan gelar drone tercepat di dunia memang semakin sengit dan ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Ceritanya, sebelumnya Luke dan Mike Bell sempat mencetak rekor resmi Guinness dengan drone Peregreen 2 yang melaju 298 mph atau 479,58 km/jam. Tak lama, rekor tersebut kemudian dipecahkan oleh Fastboy 2 dengan kecepatan 346 mph atau setara 556,83 km/jam, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber teknologi.
Lalu, Biggs dan Kelly masuk ke arena. Mereka merebut gelar lewat Blackbird dengan kecepatan rata-rata 626 km/jam. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Gelar mereka langsung direbut kembali oleh Peregreen V4 yang mencatat rata-rata 656,6 km/jam. Sekarang, giliran Blackbird yang bangkit lagi. Kini, drone ini unggul dengan kecepatan rata-rata 685 km/jam dan kecepatan puncak 730 km/jam.
Jika nantinya Blackbird berhasil mengulang performa gilanya di bawah pengawasan resmi Guinness World Records, maka Blackbird berpeluang besar untuk kembali merebut gelar drone tercepat di dunia. Saksikan video lengkap aksi gila drone Blackbird memecahkan rekor kecepatan 730 kilometer per jam yang pasti akan membuatmu takjub!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










