Dentmas.id – Panggung Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Senin (2/3/2026), benar-benar menjadi saksi gebrakan gila dari produsen asal China, Honor. Mereka tidak sekadar meluncurkan ponsel biasa, tapi memperkenalkan sebuah konsep revolusioner yang mereka sebut Honor Robot Phone. Bayangkan, ponsel yang kamera belakangnya bisa “hidup” dan bergerak sendiri!
Bukan Sekadar Ponsel, Tapi Juru Kamera Pribadi di Saku Anda
Jadi, apa sih yang membuat ponsel ini begitu istimewa? Honor dengan berani menggabungkan sebuah ponsel canggih dengan lengan robot bergimbal yang terintegrasi langsung di bodinya. Desainnya sekilas mengingatkan kita pada kamera aksi DJI Osmo, tapi ini sudah menyatu dengan smartphone. Saat tidak dipakai, lengan mungil ini terlipat rapi dan bersembunyi di dalam modul kamera belakang, tidak terlihat sama sekali. Namun, begitu pengguna mengaktifkan mode kamera, secara otomatis lengan robot itu akan memutar dan menjulang ke atas, siap bertugas.
Yang membuat kamera Robot Phone ini berbeda dari ponsel kamera lain di pasaran, Honor membenamkan sistem gimbal tiga sumbu (3-axis) yang presisi. Bukan sekadar stabilisasi elektronik biasa, pergerakan fisik inilah yang akan merevolusi cara kita mengambil gambar. Guncangan tangan saat merekam video atau melakukan panggilan video sambil berjalan? Tidak akan ada lagi ceritanya!
AI Canggih Bikin Kamera Bisa ‘Ngekor’ dan ‘Ngangguk’ Kayak Manusia
Otak dari pergerakan lengan ini adalah kecerdasan buatan multimodal yang canggih. Berkat AI ini, kamera tidak hanya diam di tempat. Dia bisa bergerak mengikuti subjek secara otomatis, persis seperti juru kamera profesional! Bayangkan saat Anda sedang jogging sambil melakukan panggilan video, kamera akan otomatis menoleh dan mengikuti wajah Anda. Atau saat Anda merekam anak atau hewan peliharaan yang sedang berlarian, gimbal akan dengan lincah menyesuaikan sudut pengambilan gambar, memastikan subjek selalu berada di tengah bingkai dengan sempurna. Pengguna tidak perlu lagi repot-repot memegang ponsel dengan posisi aneh atau khawatir momen penting terlewat karena kamera tidak bisa mengikuti gerakan.
CEO Honor, James Li Jian, dalam wawancaranya dengan South China Morning Post, mengungkapkan ambisi besar di balik inovasi ini. Menurutnya, Robot Phone bukan sekadar proyek iseng. Ini adalah wujud nyata dari strategi perusahaan untuk mengembangkan perangkat AI yang tidak hanya pintar secara perangkat lunak, tetapi juga mampu menunjukkan respons fisik. Ponsel ini, kata dia, mencerminkan arah baru pengembangan smartphone yang lebih interaktif dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Ponsel tidak lagi menjadi benda mati, tetapi bisa menjadi asisten yang lebih “hidup” dan ekspresif.
Fitur kamera robot dengan AI ini memang dirancang untuk membawa pengalaman panggilan video dan perekaman konten ke level yang lebih tinggi, terutama saat pengguna sedang bergerak. Tapi, kemampuannya tidak berhenti di situ. Sistem mekanis ini juga memungkinkan kamera untuk menampilkan berbagai gestur. Kamera bisa mengangguk setuju saat Anda berbicara dengannya, atau bergerak mengikuti irama musik yang sedang diputar. Honor menyebut pendekatan ini sebagai upaya untuk menghadirkan interaksi yang lebih “hidup” antara perangkat dan pengguna. Mereka menggabungkan perangkat keras mekanis yang rumit dengan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan ikatan emosional baru.
Tentu saja, banyak yang penasaran dengan spesifikasi lengkap dan banderol harganya. Sayangnya, Honor masih tutup mulut untuk urusan itu. Mereka ingin fokus dulu pada kejutan mekanis yang mereka ciptakan. Yang jelas, perusahaan sudah memastikan bahwa Robot Phone akan mulai dipasarkan pada paruh kedua tahun 2026. Rencananya, peluncuran perdana akan dilakukan di China, pasar raksasa mereka.
Pertanyaan besar kemudian muncul: akankah Robot Phone ini terbang ke pasar global? Atau hanya akan menjadi primadona eksklusif di pasar tertentu? Hingga saat ini, belum ada kepastian. Para penggemar teknologi di seluruh dunia pasti berharap ponsel gila ini bisa mereka genggam juga. Jika benar dirilis global, Honor Robot Phone diprediksi akan menjadi pesaing terberat bagi semua flagship kamera, karena ia menawarkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: kamera ponsel yang benar-benar bisa “berjalan” sendiri.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










