Dentmas.id — Coba bayangkan: Anda hanya ingin bersih-bersih rumah dengan santai sambil main game, tapi malah menemukan celah yang bisa mengintip ribuan rumah orang lain. Persis seperti itulah yang dialami Sammy Azdoufal, seorang teknisi perangkat lunak yang tak sengaja “membobol” sekitar 7.000 robot pembersih DJI yang tersebar di berbagai penjuru dunia! Kisah mengejutkan ini baru saja ia ceritakan kepada media teknologi TheVerge. Sungguh, ini bukan skenario film fiksi ilmiah, melainkan kejadian nyata yang bikin kita semua merinding!
Awalnya, Azdoufal hanya iseng. Ia ingin robot vacuum miliknya, si DJI Romo, bisa dikendalikan pakai stik PlayStation 5 kesayangannya. Ide sederhana yang berubah jadi mimpi buruk keamanan siber!
Dengan semangat eksperimen, ia pun menggunakan model kecerdasan buatan Claude Code untuk menganalisis lalu lintas komunikasi antara DJI Romo dan server pabrikan. Dari situ, ia berhasil memperoleh kode security token milik perangkatnya sendiri. Tanpa curiga, ia lalu membangun aplikasi keren untuk mengirim perintah ke robot vacuum menggunakan token tersebut. Tujuannya mulia: biar bisa dikendalikan secara fleksibel lewat controller PS5.
Namun, betapa terkejutnya ia! Token tersebut ternyata tidak hanya membuka akses ke satu unit, melainkan ke sekitar 7.000 perangkat DJI Romo lain yang ada di berbagai negara. Bayangkan, satu kunci membuka ribuan pintu rumah orang asing!
Azdoufal pun mengakui, aplikasi buatannya bisa mengumpulkan nomor seri dan data ribuan robot DJI Romo yang terhubung ke server global setiap tiga detik sekali. Ya, setiap tiga detik data mengalir deras!
Data-data yang bisa diakses? Sungguh mengerikan! Mulai dari rute pembersihan, status baterai, hambatan yang ditemui, hingga denah 2D rumah hasil pemetaan sensor. Lebih seram lagi, ia juga bisa mengakses kamera dan mikrofon secara langsung, plus alamat IP masing-masing perangkat. Dengan data seperti alamat IP, lokasi kasar perangkat pun bisa diperkirakan. Rumah Anda bisa jadi peta terbuka!
Namun, jangan salah sangka dulu. Azdoufal menegaskan bahwa itu bukan tujuan dia sama sekali. Penemuan bug ini murni ketidaksengajaan, berawal dari eksperimen iseng dengan stik PS5. “Saya tidak melanggar aturan apa pun, tidak mengelabui sistem, tidak meretas, atau tidak memaksa akses masuk terhadap sistem DJI,” katanya membela diri. Ia hanya teknisi penasaran yang menemukan lubang menganga!
Langsung Lapor ke DJI
Saat sadar menemukan bug akses ini, Azdoufal dan tim TheVerge pun sigap. Mereka langsung menghubungi pihak DJI untuk melaporkan temuan kritis tersebut. Tidak main-main, ini masalah serius!
Dalam pernyataan resminya, DJI pun mengakui adanya masalah “backend permission validation issue affecting MQTT-based communication between the device and the server”. Intinya, celah ini berpotensi membuka akses tidak sah terhadap video langsung perangkat DJI Romo. Privasi pengguna taruhannya!
Untungnya, DJI bergerak cepat. Mereka langsung merilis pembaruan sistem dalam hitungan hari untuk menutup celah tersebut. Patch dilakukan dari sisi server, sehingga pengguna tidak perlu repot melakukan tindakan apa pun. Lega rasanya!
Meski begitu, Azdoufal menyebut bahwa masih ada beberapa kerentanan lain yang belum sepenuhnya ditangani. DJI berjanji akan menambal sisa celah tersebut dalam beberapa pekan ke depan. Kita tunggu saja komitmen mereka!
Bukan Sekadar Robot Vacuum Biasa
Kasus ini sebenarnya membuka mata kita semua. Bukan sekadar soal robot vacuum yang bisa disusupi, tapi lebih pada pertanyaan besar tentang penyimpanan data dan akses di server DJI.
Menurut Azdoufal, akar persoalan bukan terletak pada enkripsi komunikasi perangkat, melainkan pada validasi izin akses di backend server. Artinya, sistem keamanan di pusat data yang bermasalah!
Seperti kita tahu, robot vacuum modern seperti DJI Romo bukan lagi alat bersih-bersih biasa. Mereka sudah dilengkapi kamera canggih, sensor pemetaan ruangan LiDAR, koneksi cloud, hingga mikrofon untuk mengumpulkan data operasi. Semua fitur ini memang dirancang agar perangkat bisa bekerja optimal membersihkan rumah Anda.
Nah, di sinilah letak risikonya. Data-data dari sensor ini sejatinya menggambarkan tata letak rumah secara detail. Jika celah seperti ini dieksploitasi pihak tak bertanggung jawab, risiko pelanggaran privasi bisa sangat mungkin terjadi. Rumah Anda yang seharusnya privasi, bisa jadi peta terbuka bagi peretas!
Sebagaimana dirangkum dari Toms Hardware, kasus ini jadi pengingat penting: di era serba terhubung, setiap perangkat pintar bisa jadi mata-mata jika tidak diamankan dengan benar. Bahkan robot vacuum pun bisa menjadi ancaman jika sistem keamanannya bobol!
Jadi, sebelum Anda membeli perangkat pintar berikutnya, pikirkan ulang. Pastikan pabrikan benar-benar serius menjaga keamanan data Anda. Jangan sampai, karena ingin rumah bersih, privasi Anda justru terkuras habis!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










