Dentmas.id – Akamai Technologies, raksasa komputasi cloud dari Amerika Serikat, baru saja meluncurkan sebuah platform AI revolusioner bernama Akamai Cloud Inference. Hebatnya, platform canggih ini secara langsung akan mendorong proses artificial intelligence (AI) menjadi jauh lebih cepat dan lebih dekat dengan kita, para pengguna, di lokasi yang disebut edge. Bahkan, kolaborasi spektakuler ini didukung sepenuhnya oleh teknologi terbaru dari Nvidia, lho!
Sebagai fondasinya, Akamai dengan percaya diri memadukan server Nvidia RTX Pro yang tangguh dengan GPU Nvidia RTX Pro 6000 Blackwell Server Edition yang super cepat. Tak ketinggalan, mereka juga menyematkan DPU Nvidia BlueField-3 dan perangkat lunak Nvidia AI Enterprise. Akibatnya, kombinasi teknologi mutakhir ini dengan kuat menyokong infrastruktur cloud terdistribusi dan jaringan edge global Akamai yang sudah mencakup lebih dari 4.200 lokasi di seluruh penjuru dunia.
Lalu, apa dampaknya buat kita? Cloud Inference pada akhirnya memungkinkan agentic AI—yaitu AI yang bisa bertindak secara otonom tanpa campur tangan manusia—untuk memproses data dan mengambil keputusan penting langsung di edge yang lokasinya sangat dekat dengan pengguna. Pasalnya, platform ini sengaja para insinyur rancang khusus untuk menyediakan pemrosesan edge AI berlatensi rendah secara real-time dalam skala yang benar-benar global.
Sebagai perbandingan, sistem konvensional sebelumnya harus memproses semua data AI di pusat data (core) yang letaknya sangat jauh dari pengguna. Alhasil, proses tersebut seringkali membutuhkan waktu cukup lama dan sangat rentan terhadap latensi yang mengganggu. Namun, berkat kedekatannya dengan pengguna, Cloud Inference mampu memberikan respons yang sangat cepat dan bahkan bisa menentukan rute permintaan data secara taktis dan efisien.
Perlu kita pahami bersama, beban kerja berbasis agentic AI kini semakin membutuhkan inferensi berlatensi rendah, konteks lokal, serta kemampuan skalabilitas global yang bisa ditingkatkan dengan cepat. Oleh karena itu, kehadiran Cloud Inference diharapkan dapat menjadi solusi pamungkas untuk memenuhi semua kebutuhan krusial tersebut.
Tom Leighton, CEO Akamai, dengan penuh semangat menegaskan, “Dua puluh lima tahun lalu, kami memelopori CDN untuk mengatasi world wide wait dan mendorong web berkembang menjadi platform global seperti sekarang. Menariknya, pola serupa kini kembali terlihat pada AI, seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk memperluas kapasitas dan kinerja inferensi.”
Di sisi lain, Jensen Huang, CEO Nvidia, juga menyoroti bahwa inferensi telah berkembang menjadi fase AI yang justru membutuhkan komputasi lebih canggih, seperti penalaran secara real-time dalam skala global. Maka dari itu, kita mutlak membutuhkan inferensi yang lokasinya lebih dekat ke pengguna. “Bersama-sama, Nvidia dan Akamai dengan gesit memindahkan inferensi lebih dekat ke pengguna di mana saja, sehingga menghadirkan generative AI yang lebih cepat dan lebih skalabel serta mendorong lahirnya aplikasi-aplikasi cerdas generasi berikutnya,” tegas Huang.
Tak berhenti di situ, Akamai bahkan dengan tegas menyatakan komitmen jangka panjangnya untuk terus memanfaatkan teknologi baru Nvidia di masa depan, termasuk DPU Nvidia BlueField-4 yang baru saja mereka umumkan pada 28 Oktober lalu.
Kolaborasi Akamai dan Nvidia: Menjawab Tantangan AI Masa Kini
Akamai dan Nvidia pun aktif memperluas sayapnya dengan menghadirkan kemampuan inferensi canggih ini ke wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak terjangkau. Kabar baiknya, kolaborasi ini membuka cakupan baru melalui platform Akamai Cloud Inference ke beberapa sektor strategis berikut ini.
Pertama-tama, Akamai Cloud Inference secara efektif membawa AI Factories atau “pabrik AI”—pusat besar tempat data dikumpulkan dan model AI dilatih—lebih dekat ke pengguna. Data-data tersebut kemudian akan dengan lancar dikirim ke jaringan edge global. Hasilnya, pemrosesan data dan pengambilan keputusan kini bisa dilakukan di lokasi terdekat, tidak lagi terpusat hanya di pusat data. Pada akhirnya, agen AI bisa langsung menyesuaikan diri dengan lokasi dan perilaku pengguna untuk melakukan negosiasi, pembelian, atau transaksi otomatis secara real time.
Selanjutnya, kita harus tahu bahwa agen AI biasanya memerlukan beberapa inferensi berurutan untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks. Proses ini sayangnya sering menimbulkan jeda dan berpotensi menurunkan kualitas pengalaman pengguna. Nah, platform AI baru Akamai ini dengan ajaib memberikan respons hampir seketika, sehingga agen AI bisa menjadi jauh lebih responsif. Kemampuan ini dapat kita manfaatkan untuk mendeteksi penipuan, mempercepat pembayaran yang aman, dan mendukung pengambilan keputusan super cepat di berbagai lingkungan industri.
Dampak Nyata yang Akan Kita Rasakan
Lebih hebat lagi, Cloud Inference memungkinkan sistem AI fisik seperti robot industri, infrastruktur kota pintar, dan mobil otonom untuk mengambil keputusan kritis dalam hitungan milidetik saja! AI kini dapat memproses data sensor dan bertindak langsung untuk menjaga keamanan dan efisiensi. Alhasil, teknologi ini menjadikan mesin dan manusia bisa bekerja berdampingan secara aman di dunia nyata.
Terakhir, platform ini dengan cerdas secara otomatis membagi tugas AI. Proses-proses yang ringan akan dijalankan di edge, sementara tugas yang lebih kompleks akan ditangani di pusat data. Menariknya, semua proses ini diatur oleh sistem “orkestrasi cerdas” dalam satu platform terpadu. Dengan cara ini, perusahaan bisa mempercepat hasil bisnis tanpa harus repot mengatur infrastruktur yang rumit.
Yang paling menarik, Akamai Cloud Inference kabarnya sudah tersedia dan mulai mereka terapkan di 20 lokasi awal di berbagai wilayah. Tentunya, Akamai juga telah menyiapkan rencana ambisius untuk memperluas kehadiran platform perintis ini ke lebih banyak lokasi di masa depan. Jadi, bersiaplah menyambut revolusi AI di depan mata!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com










