Dentmas.id – Wah, kabar besar nih buat kamu yang berkecimpung di dunia kecerdasan buatan! Indonesia sekarang secara resmi memiliki domain internet khusus untuk industri Artificial Intelligence (AI), yaitu .ai.id. Bayangkan, identitas digital keren ini khusus disiapkan buat startup, perusahaan besar, peneliti, hingga komunitas AI yang beroperasi di tanah air. Keren banget, kan?
Lalu, siapa di balik peluncuran domain kece ini? Organisasi Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) secara resmi mengumumkan kehadiran .ai.id kepada publik. Selain itu, inisiatif strategis ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Jadi, bukan sekadar wacana biasa, tapi sudah siap pakai!
Pihak Korika dengan percaya diri menjelaskan bahwa .ai.id merupakan domain tingkat kedua berbasis kode negara (ccTLD) pertama di dunia yang secara khusus menyasar ekosistem AI sebuah negara. Wah, Indonesia jadi pelopor, lho! Sementara negara lain masih pakai domain generik, kita sudah punya identitas sendiri.
Ketua Umum Korika, Hammam Riza, dengan tegas menyatakan bahwa peluncuran .ai.id menjadi langkah nyata untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia di sektor AI. Lebih dari itu, domain ini juga menyediakan identitas yang benar-benar merepresentasikan kemampuan industri AI nasional. “Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan artifisial,” ujar Hammam dengan penuh semangat pada Selasa (2/6/2026).
Sebelum domain .ai.id lahir, coba tebak apa yang terjadi? Mayoritas startup pengembang hingga lembaga riset AI di Indonesia terpaksa menggunakan domain generik .ai. Padahal, secara teknis, .ai merupakan kode domain milik wilayah Anguilla, sebuah pulau kecil di Karibia. Ironis, bukan? Bayangkan, pertumbuhan industri AI Indonesia yang begitu pesat ternyata masih menumpang identitas digital negara lain. Kondisi ini jelas dinilai Korika sebagai sebuah paradoks yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
Sementara itu, adopsi AI di Indonesia terus melesat bak roket. Data Indonesia AI Report 2025 membuktikan bahwa sekitar 45 persen pelaku usaha di Indonesia kini telah memanfaatkan teknologi AI. Bahkan, pertumbuhan tahunannya mencapai angka fantastis, yaitu 47 persen! Bayangkan, angka ini dinobatkan sebagai salah satu yang tertinggi se-Asia Tenggara. Jadi, wajar dong kalau kita butuh identitas sendiri?
Korika sendiri saat ini tidak main-main. Organisasi ini memiliki lebih dari 4.000 anggota komunitas, dengan sekitar 300 anggota aktif yang telah terverifikasi. Kabar baiknya, komunitas-komunitas inilah yang nantinya akan menjadi pengguna awal domain .ai.id. Jadi, ekosistem AI di Indonesia makin solid dan punya rumah bersama!
Yang menarik, peluncuran .ai.id ini ternyata merupakan bagian dari implementasi Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia. Targetnya ambisius: menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan AI utama di Asia Tenggara pada 2030. Nah, domain ini jadi salah satu pilar penting menuju mimpi besar tersebut.
Tapi tunggu dulu, fungsinya nggak cuma sekadar alamat website, lho! .ai.id juga dirancang sebagai penanda kredibilitas layanan AI yang dikembangkan dan dijalankan di bawah yurisdiksi Indonesia. Konsepnya persis seperti .gov.id untuk instansi pemerintah atau .ac.id untuk perguruan tinggi. Jadi, ketika kamu melihat sebuah layanan AI menggunakan domain .ai.id, kamu bisa langsung percaya bahwa layanan tersebut resmi, terverifikasi, dan beroperasi secara legal di Indonesia.
Cara Daftar Domain .ai.id: Jangan Sampai Kehabisan!
Korika membuka pendaftaran domain .ai.id melalui alamat resmi berikut: domain.ai.id. Namun, kamu harus cermat karena pendaftaran dilakukan dalam empat tahap yang berbeda. Simak baik-baik, ya!
Tahap pertama adalah Sunrise, yang berlangsung pada 2 Juni hingga 2 Juli 2026. Tahap ini khusus diperuntukkan bagi pemilik merek dagang terdaftar. Jadi, jika kamu punya brand yang sudah terdaftar secara legal, inilah kesempatan emasmu untuk mengamankan nama domain sebelum orang lain!
Selanjutnya, masuk ke tahap kedua yang disebut Grandfather, dibuka pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026. Nah, tahap ini diperuntukkan bagi pemilik domain .id yang sudah aktif. Jadi, jika kamu sebelumnya sudah punya domain dengan ekstensi .id, kamu punya prioritas untuk mendapatkan versi .ai.id-nya.
Kemudian, untuk masyarakat umum, sabar ya. Kamu bisa mengikuti fase Landrush pada 24 Agustus hingga 24 September 2026. Perlu diingat, di fase ini skema harga yang diterapkan adalah harga premium. Jadi, siapkan budget ekstra jika ingin buru-buru mendapat nama domain incaran.
Terakhir, tersedia pula pendaftaran umum atau General Availability yang akan dibuka mulai 5 Oktober 2026. Pendaftaran di fase ini bisa kamu lakukan melalui registrar resmi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Harga di fase ini biasanya lebih bersahabat, tapi nama domain yang bagus-bagus mungkin sudah keburu diambil.
Peringatan penting! Bila ternyata terdapat lebih dari satu pihak yang mengajukan nama domain yang sama di fase yang sama, proses penentuan tidak akan dilakukan dengan sistem antrean biasa. Sebaliknya, Korika akan melakukan mekanisme lelang terbuka. Jadi, bersiaplah untuk “perang bidding” jika memang menginginkan nama domain tertentu!
Kesimpulannya, ini adalah momen bersejarah bagi industri AI Indonesia. Jangan sampai kamu ketinggalan kereta! Segera rencanakan pendaftaran domain .ai.id-mu dari sekarang. Tunjukkan bahwa startup, riset, atau komunitas AI-mu adalah bagian dari kebanggaan digital bangsa. Siapa tahu, dengan domain .ai.id ini, kredibilitas dan bisnismu melesat ke tingkat internasional. Selamat berburu domain, para pejuang AI Indonesia!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










