Dentmas.id – Dilaporkan, raksasa chip AI Nvidia sedang menyiapkan sebuah kesepakatan kolosal dengan startup yang justru selama ini dianggap sebagai pesaing paling serius mereka, yaitu Groq. Meskipun melayani segmen pasar yang berbeda, Groq berhasil membuat Nvidia jeli melihat potensi luar biasa di baliknya. Yang membuat dunia finansial heboh, nilai transaksi raksasa ini konon mencapai angka fantastis, yakni 20 miliar dollar AS atau setara dengan Rp334 triliun!

Bukan Akuisisi Biasa, Tapi Perebutan Aset dan Otak Jenius
Lantas, apa sebenarnya bentuk kesepakatan ini? Nah, dalam sebuah e-mail internal yang bocor kepada karyawannya, CEO Nvidia Jensen Huang sendiri dengan tegas menjelaskan bahwa skema ini bukanlah akuisisi penuh atau pengambilalihan perusahaan. Alih-alih, Nvidia justru memilih untuk membeli aset dan lisensi teknologi canggih Groq, sekaligus merekrut bakat-bakat terbaik mereka. Huang pun dengan gamblang menyatakan rencana besar mereka, yaitu mengintegrasikan prosesor berlatensi rendah karya Groq ke dalam arsitektur “pabrik AI” Nvidia.
“Kami berencana untuk mengintegrasikan prosesor latensi rendah Groq ke dalam arsitektur pabrik AI Nvidia, sehingga platform kami akan semakin meluas untuk melayani berbagai macam beban kerja inference dan AI real-time,” papar Huang seperti dikutip dari CNBC. Pada intinya, langkah cerdik ini akan secara signifikan menambah kekuatan Nvidia di ranah komputasi AI real-time. Pasalnya, mereka bukan hanya mendapatkan teknologinya, tetapi juga menyambut para talenta jenius yang sudah mengembangkannya dari nol.
“Walaupun kami menambah karyawan berbakat ke jajaran kami dan melisensikan kekayaan intelektual Groq, perlu dicatat bahwa kami sama sekali tidak mengakuisisi Groq sebagai sebuah perusahaan,” tegas Huang lagi. Selain itu, pihak Groq sendiri melalui unggahan di blog resmi mereka telah membenarkan kabar menggemparkan ini. Mereka mengungkapkan bahwa mereka baru saja menandatangani perjanjian lisensi non-eksklusif dengan Nvidia untuk teknologi inference andalan mereka.
Deretan Nama Besar Groq Berpindah ke Kubu Nvidia
Tak berhenti di situ, sebagai bagian tak terpisahkan dari perjanjian raksasa ini, sejumlah talenta inti Groq juga akan berpindah ke Nvidia. Tujuannya jelas, yaitu untuk membantu Nvidia memperluas dan mengembangkan teknologi yang baru saja mereka akuisisi tersebut. Dan siapa saja mereka? Deretan namanya sungguh mentereng! Mulai dari pendiri sekaligus CEO Groq, Jonathan Ross, Presiden Groq Sunny Madra, hingga sejumlah pimpinan senior lainnya akan bergabung dengan kubu Nvidia.
Groq Tetap Hidup, Tapi Nvidia yang Pegang Kendali Teknologi
Nah, ini bagian yang penting untuk dipahami: kesepakatan ini BUKANLAH akuisisi penuh. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, perjanjian lisensi antara kedua raksasa teknologi ini tidak menyebabkan Groq berpindah kepemilikan secara keseluruhan. Groq akan tetap dioperasikan sebagai perusahaan yang independen, namun aset teknologi dan lisensi kuncinya kini telah berada di bawah naungan Nvidia. Alex Davis, CEO Disruptive yang juga investor utama Groq, kemudian memperjelas detil kesepakatan ini.
Davis memaparkan bahwa kesepakatan monumental ini mencakup pembelian seluruh aset Groq oleh Nvidia. Namun, ada satu pengecualian besar, yaitu unit layanan GroqCloud yang akan tetap berjalan secara terpisah. “GroqCloud akan terus beroperasi tanpa gangguan sedikit pun,” tegas Davis. Artinya, meskipun aset intinya telah diambil alih, salah satu produk layanan Groq masih dapat dinikmati oleh penggunanya seperti biasa.
Tanpa diragukan lagi, ini adalah kesepakatan terbesar sepanjang sejarah Nvidia! Bayangkan saja, dengan nilai transaksi yang menyentuh angka 20 miliar dollar AS, pembelian lisensi dan aset Groq ini dengan mudah memecahkan rekor akuisisi sebelumnya. Nilainya bahkan tercatat melampaui pembelian perusahaan perancang chip asal Israel, Mellanox, pada 2019 lalu yang “hanya” bernilai hampir 7 miliar dollar AS. Sungguh sebuah lompatan nilai yang luar biasa!
Pada akhirnya, langkah strategis ini semakin membuktikan betapa agresifnya Nvidia dalam memperkuat ekosistem AI mereka. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, Nvidia secara konsisten telah melakukan banyak investasi, perekrutan, dan pelisensian teknologi dari berbagai perusahaan berbasis AI ternama. Beberapa di antaranya adalah Enfabrica, CoreWeave, Cohere, dan Crusoe. Dengan “menelan” teknologi dan talenta terbaik dari pesaing terberatnya, Nvidia seolah mengatakan bahwa takhta mereka di takhta AI dunia siap mereka pertahankan mati-matian!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










