Dentmas.id – Get ready, tech enthusiasts! Perusahaan teknologi raksasa asal Korea Selatan, Samsung, baru saja memecahkan keheningan dengan kabar panas: mereka sedang mengembangkan sistem kamera smartphone yang benar-benar revolusioner. Bukan main-main, teknologi terbaru ini digadang-gadang akan mengubah cara kita menggunakan zoom pada ponsel.
Menurut laporan eksklusif dari media teknologi terpercaya Korea, The Elec, anak perusahaan Samsung, Samsung Electro-Mechanics, sedang memfokuskan tenaganya untuk menciptakan kamera dengan sistem continuous optical zoom yang sangat canggih. Namun, di sini plot twist-nya: sistem kamera mutakhir ini konon bukan ditujukan untuk ponsel flagship Galaxy besutan Samsung sendiri, lho!
Alih-alih menghadiahkannya untuk seri Galaxy S25, Samsung justru dikabarkan akan mempercayakan teknologi barunya ini kepada perusahaan pesaing, yakni Xiaomi. Waduh, kenapa bisa begitu?
Ternyata, Xiaomi akan menjadi first adopter atau pengguna pertama teknologi ini. Alasannya sangat strategis. Brand-brand China seperti Xiaomi memang terkenal sangat agresif dan memiliki kecepatan luar biasa dalam mengadopsi teknologi terbaru ke dalam produk mereka. Berbeda dengan merek seperti Samsung dari Korea Selatan atau Apple dari AS yang cenderung lebih hati-hati, produsen China dikenal lebih berani dan ambisius dalam menguji serta menerapkan inovasi anyar yang masih mentah.
Oleh karena itu, sangat masuk akal jika Samsung memilih Xiaomi sebagai target utama untuk meluncurkan teknologi kamera continuous optical zoom ini. Lagipula, Samsung tentu ingin teknologinya diuji di medan yang paling brutal terlebih dahulu. Jadi, jangan kaget kalau suatu hari nanti, setelah teknologi ini dianggap semakin matang dan sempurna, bukan tidak mungkin ponsel Galaxy akan menyusul dan memakainya juga.
Di sisi lain, kita juga harus paham bahwa saat ini hanya segelintir perusahaan di dunia yang sanggup memproduksi sensor kamera berkelas tinggi. Posisi Samsung sebagai salah satu pemain utama dan supplier terbesar di industri ini membuat banyak merek ponsel di China, termasuk Xiaomi, sangat bergantung pada teknologi buatan mereka.
Kamera Continuous Optical Zoom: Lebih Rumit, Tapi Hasilnya Bikin Melongo!
Nah, sekarang kita bahas yang seru-seru. Secara teknis, apa sih hebatnya kamera dengan teknologi continuous optical zoom atau zoom kontinu buatan Samsung ini?
Bayangkan begini, cara kerjanya sungguh pintar. Kamera ini bekerja dengan membagi lensa pada kamera telefoto menjadi dua atau lebih grup lensa yang terpisah. Selanjutnya, masing-masing grup lensa tersebut akan bergerak secara independen dan harmonis untuk mengubah panjang fokus secara mulus, layaknya kamera profesional. Sederhananya, proses canggih ini memungkinkan Anda mengambil foto berkualitas tinggi di berbagai tingkat zoom—mulai dari 3x, 4x, 5x, hingga 10x—tanpa khawatir kehilangan ketajaman foto sedikit pun! Hasilnya dijamin tajam dan bukan hasil digital zoom yang pecah.
Lho, emangnya beda? Tentu saja! Cara kerja zoom kontinu ini sangat berbeda dengan sistem kamera zoom biasa yang selama ini kita pakai. Pasalnya, lensa di kamera zoom biasa itu bersifat tetap (tidak bergerak) dan hanya menyediakan optical zoom pada tingkat tertentu saja, misalnya hanya di 5x atau hanya di 10x. Itu saja, tidak ada di tengah-tengahnya.
Sebaliknya, pada zoom kontinu, lensa fisiknya benar-benar bergerak dan Anda bisa mengatur tingkat zoom pengambilan gambar secara bebas sesuai kebutuhan, persis seperti menggunakan kamera DSLR atau mirrorless. Keren, kan?
Namun, perlu Anda ketahui, pengembangan teknologi ini tidak mudah dan dikatakan sangat rumit. Samsung harus memastikan penyelarasan sumbu optik yang sangat cermat di antara setiap kelompok lensa dan memikirkan ketebalan modul kamera. Nah, di sinilah masalahnya: modul kamera biasanya akan menjadi lebih tebal, dan banyak brand ponsel akhirnya enggan memilih opsi ini karena alasan tersebut.
Soalnya, belakangan ini, brand ponsel justru berlomba-lomba menawarkan smartphone dengan bodi super tipis agar lebih nyaman digenggam. Jadi, mana ada yang mau ponselnya jadi tebal hanya karena kamera?
Selama ini, Samsung sendiri sebenarnya menggunakan teknik folded zoom (zoom lipat) untuk smartphone Galaxy-nya. Teknik ini tetap mendukung kamera telefoto kelas atas yang menghasilkan kualitas gambar mumpuni, sambil tetap menjaga kerampingan modul kamera. Dengan teknik ini, jika Anda ingin mengambil gambar zoom di antara tingkat tertentu (misalnya di 7.5x), biasanya kamera akan menggunakan digital zoom yang diolah dengan bantuan software. Sayangnya, efeknya jelas: kualitas foto yang diambil akan menurun drastis dan tidak setajam hasil gambar saat memakai sistem kamera continuous optical zoom.
Samsung: Pelopor Zoom Optik yang Kini Berinovasi Lagi
Yang menarik, Samsung sebenarnya punya sejarah panjang dan sangat keren terkait penggunaan kamera zoom optik di ponsel. Faktanya, perusahaan tersebut termasuk sebagai salah satu vendor first di dunia yang menghadirkan smartphone dengan kemampuan zoom optik yang sangat canggih.
Ambil contoh flagship mereka, Galaxy S23 Ultra. Ponsel yang dirilis pada Februari 2023 itu dibekali lensa dengan kemampuan 10x optical zoom, yang merupakan yang tertinggi di kelasnya pada masa itu. Bahkan hingga hari ini, satu-satunya pesaing berat Samsung di ranah kamera zoom optik untuk ponsel Android adalah Sony.
Perusahaan kamera kenamaan asal Jepang itu juga menawarkan smartphone dengan kamera berfitur zoom kontinu. Fitur zoom kontinu ini masih menjadi keunggulan utama Sony dibanding kompetitor lainnya. Jadi, dengan teknologi barunya ini, Samsung tidak hanya mengejar, tetapi berpotensi memimpin kembali perlombaan kamera zoom di dunia smartphone.
Jadi, siap-siap saja melihat Xiaomi meluncurkan ponsel dengan zoom “ala kamera profesional” berkat teknologi terbaru Samsung ini. Dan siapa tahu, tak lama lagi Galaxy flagship kita juga akan dibekali teknologi yang sama!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com










