Dentmas.id – Ternyata, ambisi Sam Altman tidak berhenti hanya di Bumi! CEO OpenAI yang super tajir itu, baru-baru ini dikabarkan sedang merancang sebuah langkah gila: masuk ke industri roket! Lebih heboh lagi, kabarnya ia ingin langsung menantang sang raja luar angkasa, Elon Musk! Menurut laporan eksklusif dari Wall Street Journal, bos dari perusahaan induk ChatGPT ini memang tengah serius menjajaki peluang untuk membangun atau membeli perusahaan roket. Jadi, ini bukan sekadar wacana, melainkan rencana yang benar-benar matang!
Mimpi Gila: Server AI Mengorbit di Antariksa
Lalu, apa sebenarnya tujuan di balik semua ini? Rupanya, Altman punya mimpi yang sangat visioner! Ia ingin membangun pusat data super canggih yang bertenaga tinggi dan letaknya… di orbit Bumi! Bayangkan, server-server AI tidak lagi di Bumi, melainkan melayang di antariksa, mirip dengan konsep yang diusung SpaceX milik Elon Musk. Pusat data orbit ini konon akan secara khusus dioptimalkan untuk menopang sistem kecerdasan buatan (AI) masa depan di bawah kendali OpenAI. Benar-benar ide yang keluar dari film fiksi ilmiah!
Pendekatan Rahasia ke Startup Roket
Nah, untuk mewujudkan mimpinya yang spektakuler ini, Altman pun mulai beraksi. Sumber internal WSJ membocorkan bahwa ia sempat melakukan pendekatan diam-diam ke startup peluncuran roket, Stoke Space, sekitar musim panas lalu. Pembicaraan rahasia ini kemudian berlanjut dengan sangat intens hingga musim gugur, lho! Bahkan, proposal investasinya disebut-sebut bernilai miliaran dolar AS dan berpotensi memberikan OpenAI kendali mayoritas atas perusahaan roket tersebut. Sayangnya, diskusi panas itu kini dilaporkan mandek tanpa kejelasan.
Persaingan Panas Altman vs. Musk Kian Memanas
Hebatnya, langkah nekat Altman ini semakin memperpanjang dan memanaskan dinamika persaingan epik antara dirinya dengan Elon Musk. Ingat, kedua taipan teknologi ini awalnya merupakan rekan seperjuangan yang mendirikan OpenAI pada 2015. Namun, mereka akhirnya berpisah pada 2018 karena terjadi perbedaan pandangan yang sangat tajam terkait arah perusahaan dan soal pendanaan.
Sejak itu, hubungan mereka bagai air dengan minyak. Terlebih, setelah OpenAI meluncurkan ChatGPT pada 2022, hubungan mereka langsung meledak menjadi permusuhan terbuka! Elon Musk pun mulai menuduh OpenAI dan Microsoft telah memonopoli pasar AI generatif. Tidak terima dicap demikian, Musk lalu membangun perusahaan saingan bernama xAI dan merilis chatbot Grok sebagai penantang langsung bagi ChatGPT. Jadi, rencana Altman ke luar angkasa ini ibarat menambah bahan bakar ke dalam api persaingan yang sudah membara!
Sebenarnya, ketertarikan Sam Altman pada teknologi luar angkasa sama sekali bukan hal yang baru. Dalam sebuah podcast yang ia ikuti pada Juni 2024 lalu, ia bahkan sempat melontarkan pertanyaan provokatif, “haruskah saya membangun perusahaan roket?”. Lebih jauh, ia juga dengan yakin menyatakan bahwa kebutuhan energi umat manusia di masa depan nanti pasti akan jauh melampaui kemampuan produksi yang ada di Bumi. Jadi, wajar jika ia melirik angkasa sebagai solusi.
Lantas, apa yang memicu ide gila membangun pusat data di luar angkasa ini? Ternyata, pemicu utamanya adalah lonjakan permintaan industri data center secara global yang tak terbendung! Firma konsultan ternama, McKinsey, dengan yakin memprediksi bahwa kebutuhan pusat data akan terus melesat tinggi dengan pertumbuhan 19–22 persen per tahun hingga 2030 mendatang. Oleh karena itu, Altman percaya bahwa orbit Bumi adalah ‘lahan basah’ berikutnya untuk ekspansi komputasi.
Di sisi lain, Sam Altman saat ini juga sedang menghadapi tekanan berat di industri AI yang super kompetitif. Kabarnya, ia bahkan sampai menetapkan status “kode merah” bagi perusahaannya pekan ini! Kode darurat itu ia tetapkan karena OpenAI merasa harus bergerak lebih cepat, terutama dalam menghadapi serangan dari pesaing berat seperti Google. Pasalnya, Google baru saja merilis model AI terbaru mereka, Gemini 3, yang diklaim mampu melampaui kemampuan ChatGPT di berbagai uji benchmark.
Situasi ini jelas membuat Altman tidak bisa tidur nyenyak! Meski secara terbuka Altman mengucapkan selamat kepada Google, secara internal suasana di OpenAI digambarkan sangat mencekam. Dalam sebuah memo rahasia kepada seluruh karyawannya, Altman dengan tegas mengingatkan bahwa ChatGPT saat ini memang tertinggal. Namun, ia juga membangkitkan semangat tim dengan menulis, “Kita tahu masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kita akan mengejar dengan cepat!”. Jadi, perang AI di Bumi semakin panas, sementara rencana untuk berekspansi ke angkasa pun sudah disiapkan. Akankah Sam Altman benar-benar menjadi Elon Musk berikutnya? Kita tunggu saja kelanjutannya!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id










