Dentmas.id – Siapa yang pernah menyangka bahwa ponsel idaman para eksekutif dan pebisnis kelas atas pada era 2010-an, BlackBerry Passport, kini resmi bangkit kembali dari kubur dengan wujud yang jauh lebih ganas. Setelah mengendap lebih dari satu dekade di dalam memori manis para pecinta gadget klasik, ponsel berdesain kotak unik dengan papan ketik QWERTY fisik tersebut mendadak kembali menyita perhatian publik internasional. Namun, kamu perlu memahami bahwa amunisi baru ini bukan datang langsung dari lini produksi pabrikan BlackBerry yang asli.
Malahan, inovasi yang tergolong terobosan nekad ini justru lahir dari tangan dingin para insinyur berbakat di Zinwa Technologies, sebuah produsen sekaligus komunitas pemodifikasi perangkat keras independen yang bermarkas di Tiongkok. Sebelum menggarap proyek ambisius berukuran jumbo ini, mereka sebenarnya sudah lebih dulu menyihir komunitas hardware modder dunia lewat peluncuran paket modifikasi DIY serta penyediaan unit rekondisi BlackBerry Classic yang terbukti sukses menjalankan sistem operasi Android.
Bisa Dirakit Sendiri Hingga Varian Siap Pakai

Memasuki proyek teranyarnya kali ini, Zinwa sengaja membaptis ponsel hasil rakitan ulang berbodi BlackBerry Passport ini dengan sebutan resmi Zinwa P26. Selain menyajikan nuansa nostalgia yang amat kental, perusahaan ini secara berani menyoroti konsep perakitan independen dengan menawarkan P26 dalam bentuk paket DIY (Do It Yourself). Alhasil, kamu sebagai pembeli sanggup merasakan sensasi membongkar sekaligus merakit sendiri komponen demi komponen HP impian ini hingga sanggup menyala sempurna. Tidak berhenti di situ saja, Zinwa juga sangat memahami kebutuhan konsumen awam yang mungkin enggan repot menyolder atau mengurus kerumitan kabel fleksibel.
Oleh karena itu, mereka telah menyiapkan varian unit yang sudah dirakit secara utuh dari pabrik dan siap langsung kamu gunakan tanpa proses rakit manual sedikit pun. Bahkan, masa pemesanan awal (pre-order) untuk unit siap pakai ini sudah resmi mereka buka sejak tanggal 3 Oktober 2026 kemarin, sementara jadwal pengiriman perdana ke tangan konsumen dijadwalkan meluncur mulai 23 Oktober mendatang.
Performa Modern Berbekal Android 14
Bicara soal penampilan luar, Zinwa memang sengaja mempertahankan keaslian bodi serba lebar serta papan ketik QWERTY fisik yang menjadi ciri khas abadi BlackBerry Passport. Kendati demikian, seluruh komponen elektronik di bagian dalam bodi ponsel ini telah mereka rombak total menggunakan komponen perangkat keras masa kini yang serba canggih. Jika kita membedah sektor dapur pacunya secara mendalam, “BlackBerry Passport” versi kelahiran kembali ini sekarang mengandalkan ketangguhan chipset MediaTek Helio G99 yang sangat efisien dalam mengelola konsumsi daya harian.
Langkah modifikasi ini tentu menandai lompatan performa yang amat signifikan bila kamu membandingkannya dengan versi orisinal yang dulu cuma ditenagai prosesor tua Qualcomm Snapdragon 801. Guna menyokong kehebatannya dalam melahap berbagai aplikasi modern yang berat, Zinwa lantas mengawinkan chipset tersebut bersama memori RAM LPDDR4X berkapasitas jumbo 12 GB serta media penyimpanan internal seluas 256 GB.
Meskipun kemampuan pemrosesan datanya melonjak drastis, kamu tetap harus memaklumi satu keterbatasan teknis pada sektor pemancar konektivitas selulernya. Pasalnya, perangkat ini memang belum sanggup menangkap sinyal jaringan 5G yang ultra cepat karena penggunaan chipset MediaTek Helio G99 murni terbatas pada dukungan konektivitas 4G LTE saja. Walaupun begitu, kekurangan pada sektor jaringan tersebut terbayar tuntas oleh kehadiran sistem operasi terbaru yang sangat lancar dan responsif. Di mana Zinwa P26 kini langsung menjalankan sistem operasi Android 14 versi paling mutakhir tanpa halangan. Kehadiran sistem operasi Android 14 ini otomatis membuat ponsel bergaya retro tersebut sanggup menjalankan seluruh aplikasi modern favorit kamu, mulai dari platform media sosial terkini hingga aplikasi perbankan digital yang membutuhkan standar keamanan tingkat tinggi.
Fitur Kamera Lengkap dan Estimasi Harga
Melangkah ke sektor daya tahan hidup, Zinwa secara signifikan telah mendongkrak kapasitas baterai bawaannya menjadi 3.900 mAh agar sanggup bertahan seharian penuh untuk aktivitas padat. Selain menambah kapasitas daya, mereka juga memperbarui colokan pengisi daya kuno menjadi port USB Type-C yang serbaguna serta mendukung standar pengisian daya modern.
Namun menariknya, para teknisi Zinwa tetap mempertahankan keberadaan lubang audio jack 3,5 mm bawaan pabrik, sehingga kamu masih bisa mendengarkan musik memakai earphone kabel kesayangan tanpa perlu repot menggunakan adapter tambahan. Pindah ke sektor fotografi, Zinwa P26 kini membawa modul kamera utama beresolusi tinggi 50 MP di bagian belakang serta kamera depan 8 MP untuk keperluan panggilan video. Tidak ketinggalan, keunikan papan ketik QWERTY fisiknya masih mempertahankan fungsi ganda yang sangat practical, yakni sanggup bekerja sebagai touchpad navigasi peka sentuhan untuk menggeser dokumen atau halaman web secara mulus.
Terakhir, bagi kamu yang berminat menguji keahlian tangan dengan merakit sendiri proyek “BlackBerry Passport” impian ini, Zinwa mematok harga paket DIY kit sebesar 620 Dolar AS atau setara dengan Rp 11,1 jutaan. Akan tetapi, kamu wajib mengingat bahwa nominal harga tersebut belum mencakup biaya ongkos kirim internasional langsung ke alamat rumah pemesan. Sementara itu, meskipun pihak manufaktur belum merilis pengumuman harga pasti untuk varian unit yang sudah siap pakai, para pengamat teknologi memperkirakan banderolnya bakal menyentuh angka 700 Dolar AS atau berkisar Rp 12,5 jutaan. Angka estimasi harga yang sangat menggiurkan tersebut sebagaimana berhasil dihimpun secara akurat dari laporan media teknologi terkemuka dunia, Android Authority.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










