Jakarta, dentmas.id – Dalam sebuah perkembangan mengejutkan, Apple dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan Google. Menurut laporan terbaru, kedua raksasa teknologi ini sedang bernegosiasi untuk mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) canggih milik Google, yaitu Gemini, ke dalam asisten virtual Apple, Siri, pada generasi mendatang.
Laporan dari Bloomberg ini, yang kemudian dikutip Macrumors pada Jumat (22/5), menyoroti bahwa diskusi ini masih berada pada tahap awal. Selanjutnya, Apple dilaporkan secara aktif telah menghubungi Google dan meminta mereka untuk mengembangkan model AI khusus yang nantinya akan digunakan secara eksklusif untuk memperkuat kemampuan Siri.
Merespons permintaan ini, Google konon telah mulai melatih model AI khusus tersebut. Model yang sedang dikembangkan ini rencananya akan dijalankan pada infrastruktur server Private Cloud Compute milik Apple, sehingga menjaga standar privasi dan keamanan data yang menjadi prioritas Apple.

Sebelumnya, Apple juga telah melakukan pendekatan kepada pemain AI ternama lainnya, seperti OpenAI dan Anthropic. Bahkan, kedua perusahaan tersebut dikabarkan telah mengembangkan versi khusus dari model AI mereka untuk diuji oleh Apple. Selain itu, Apple terus aktif menjajaki potensi kemitraan dengan berbagai perusahaan AI lain guna mendukung terciptanya Siri yang jauh lebih baik dan intuitif.
Meski begitu, hingga saat ini Apple dikabarkan masih belum mengambil keputusan final. Perusahaan asal Cupertino itu masih mempertimbangkan dengan sangat hati-hati apakah akan mengadopsi solusi AI dari pihak ketiga atau justru mengandalkan large language model (LLM) yang dikembangkan secara mandiri.

Saat ini, Apple secara gencar sedang menguji beberapa model LLM, termasuk model buatannya sendiri. Tujuan utama dari uji coba ini adalah untuk menentukan platform mana yang dapat memberikan performa dan hasil terbaik bagi para pengguna setia produk Apple.
Berdasarkan pengujian tersebut, kabarnya Apple sedang mengembangkan dua versi Siri yang berbeda. Pertama, adalah Siri yang sepenuhnya mengandalkan model AI buatan Apple sendiri. Sementara itu, versi kedua adalah Siri yang dijalankan dengan menggunakan model AI dari mitra pihak ketiga.

Secara paralel, Apple sendiri tidak berhenti berinovasi. Tim internal mereka telah dan terus mengembangkan versi Siri yang jauh lebih canggih dengan melakukan pembaruan menyeluruh terhadap seluruh arsitektur dasar asisten digital legendaris tersebut.
Kepala Rekayasa Perangkat Lunak Apple, Craig Federighi, pada awal bulan ini bahkan telah menyebut hasil pengembangan ini sebagai arsitektur Siri “generasi kedua”. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembaruan fundamental ini memungkinkan Apple untuk menghadirkan fitur-fitur AI yang lebih mutakhir, seperti personalisasi mendalam yang menjadi janji utama Apple Intelligence di iOS 18.
“Hal ini tidak hanya memposisikan kami untuk dapat menghadirkan semua yang telah kami umumkan, tetapi juga memungkinkan kami untuk memberikan peningkatan kemampuan yang jauh melampaui apa yang pernah kami bayangkan sebelumnya,” tutur Federighi dengan penuh keyakinan.
kunjungi juga laman berita ter update di Exposenews.id
Meski Anthropic sempat menjadi salah satu kandidat mitra kuat, kabarnya biaya layanan yang mereka tawarkan dinilai kurang kompetitif. Akibatnya, Apple pun memutuskan untuk mempertimbangkan opsi mitra lainnya yang lebih feasible.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan binding yang ditandatangani antara Apple dengan Google, OpenAI, maupun Anthropic. Menurut sejumlah rumor, LLM untuk Siri ini rencananya baru akan diluncurkan pada musim semi tahun 2026, sehingga masih memberikan waktu bagi Apple untuk menentukan pilihan terbaiknya.









