Jakarta, Dentmas.id – Sebuah keajaiban baru saja terjadi di dunia kripto! Bayangkan, seorang pemilik Bitcoin yang hampir menyerah karena aset senilai Rp 6,4 miliar raib ditelan waktu, akhirnya bisa tersenyum lega. Siapa dalang di balik kesuksesan ini? Bukan detektif, bukan peretas handal, melainkan kecerdasan buatan bernama Claude!
Dengan penuh rasa syukur, seorang pengguna platform X dengan akun @cprkrn membagikan kisah epiknya ke publik. Ia mengaku nyaris kehilangan segalanya gara-gara satu momen konyol lebih dari satu dekade lalu. Coba bayangkan, saat sedang pusing karena terlalu banyak minuman keras, ia dengan bodohnya mengganti kata sandi dompet kriptonya. Lalu, seperti adegan film komedi, keesokan paginya ia bangun dengan kepala pusing dan ingatan kosong melompong!
Harapan Muncul Secara Tak Terduga
Namun, takdir berkata lain. Beberapa minggu yang lalu, secercah sinar keemasan menyelinap masuk ke hidupnya. Ketika sedang merapikan barang lama, ia secara tidak sengaja menemukan secarik catatan berisi frasa pemulihan alias mnemonic. Jantungnya pasti berdegup kencang saat itu! Tapi nahas, harapan buyar seketika karena frasa tersebut ternyata milik kata sandi versi lama—bukan yang terakhir ia gunakan.
Di tengah keputusasaan yang nyaris mencekik, ia kemudian mengambil langkah nekat. Tanpa banyak pilihan, ia menghampiri Claude AI, produk kecerdasan buatan garapan perusahaan bernama Anthropic. Dengan penuh keyakinan yang tipis, ia memasukkan seluruh jejak digital dari komputer jadulnya semasa kuliah ke dalam sistem AI tersebut. Ia meminta Claude menganalisis semuanya sampai ke relung terdalam.
Menembus 3,5 Triliun Kombinasi!
Sekarang, bersiaplah untuk bagian yang paling menegangkan! Sebelum meminta bantuan Claude, si pemilik Bitcoin sudah mencoba peruntungan dengan metode brute-force. Ia menggunakan alat sumber terbuka bernama btcrecover untuk menebak kata sandi secara paksa. Namun, usaha ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami raksasa. Mengapa demikian?
Claude kemudian mengungkap fakta mengejutkan: upaya brute-force yang dilakukan pria malang itu ternyata telah menguji hingga 3,5 triliun kombinasi kata sandi! Coba renungkan angka itu—3,5 triliun! Bisa kebayang berapa lama waktu yang dihabiskan? Namun hasilnya tetap sama: nihil, kosong, tidak ada satu pun yang berhasil menembus pertahanan dompet.
Tapi kemudian, keajaiban beneran terjadi. Tanpa diduga sama sekali, Claude berhasil menemukan sebuah file dompet tua dari Desember 2019. File ini ternyata menjadi potongan puzzle yang selama ini hilang. Di dalam file tersebut, dengan jelas tersimpan kunci privat yang sangat dibutuhkan untuk mengakses dompet di Blockchain.com. Setelah file itu ditemukan, pintu menuju harta karun pun mulai terbuka.
Isi Dompetnya Bikin Melongo
Jangan bayangkan isinya recehan! Di dalam dompet digital itu, tersimpan 5 Bitcoin (BTC) utuh yang ia beli pada tahun 2015 silam. Saat itu, harga satu koin Bitcoin masih berkisar di angka USD 250 yang tergolong murah meriah. Coba bandingkan dengan sekarang! Yang lebih mencengangkan lagi, aset tersebut sama sekali tidak tersentuh sejak April 2015. Bayangkan, selama lebih dari 11 tahun, 5 Bitcoin itu tidur nyenyak tanpa pernah diganggu. Baru pada minggu ini, akhirnya mereka berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Bug Konyol yang Jadi Biang Kerok
Kini, mari kita kupas bagaimana Claude memecahkan misteri ini. Saat menganalisis data, Claude menyadari adanya kejanggalan. Ternyata, catatan mnemonic lama yang ditemukan si pemilik secara ajaib cocok dengan alamat yang tertaut pada file dompet tertentu. Namun, masih ada satu masalah besar yang menghalangi akses.
Claude kemudian menemukan sebuah file cadangan yang usianya bahkan lebih tua. Dari file inilah, sang AI mendeteksi adanya bug pada konfigurasi kata sandi. Bug ini bersifat sangat teknis namun dampaknya fatal: bug tersebut menyebabkan kunci utama dan kandidat kata sandi tidak tergabung dengan benar. Dengan kata lain, dua komponen penting yang seharusnya bersatu malah berjalan sendiri-sendiri.
Setelah berhasil mendiagnosis masalah, Claude kemudian dengan cemerlang memperbaiki kesalahan coding tersebut. Begitu bug diperbaiki, dinding pembatas yang selama lebih dari satu dekade menahan akses akhirnya runtuh. Dompet berisi miliaran rupiah itu pun berhasil didekripsi dan bisa diakses kembali oleh pemiliknya yang sah.
Momen Langka yang Hampir Mustahil Terjadi
Atas keberhasilan yang nyaris mustahil ini, wajah si pemilik Bitcoin pasti berseri-seri bak mendapat durian runtuh. Ia pun meluapkan kegembiraannya di platform X. Dengan penuh rasa terima kasih, ia secara khusus menyebut nama Anthropic beserta CEO-nya, Dario Amodei. Bahkan, dalam keadaan super bahagia, ia sempat melontarkan candaan yang mengundang senyum: ia berencana menamai anaknya dengan nama bos Anthropic tersebut! Apakah itu hanya gurauan atau serius? Kita tunggu saja kabar selanjutnya.
Kisah ini kemudian menjadi pengingat yang sangat berharga bagi seluruh pemerhati kripto. Di masa-masa awal kehadiran Bitcoin, banyak kekayaan yang terperangkap secara permanen hanya karena kelalaian sepele. Manusia memang sangat rentan kehilangan kata sandi, merusak hard drive, atau bahkan membuang buku catatan penting tanpa berpikir dua kali. Ironisnya, kelalaian-kelalaian kecil ini kerap berbuah petaka besar.
Masih Kalah Tragis dari Nasib James Howells
Meskipun 5 BTC yang berhasil diselamatkan ini nilainya sudah sangat fantastis—setara Rp 6,4 miliar—angka tersebut masih belum sebanding dengan tragedi yang dialami pria asal Inggris bernama James Howells. Namanya mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan pencinta kripto. Howells terkenal di seluruh dunia karena kehilangan 8.000 BTC. Coba bayangkan! Jika dihitung dengan nilai saat ini, 8.000 BTC setara dengan sekitar USD 647 juta atau lebih dari Rp 10 triliun!
Apa penyebab tragedi mengerikan ini? Hard drive milik Howells secara tidak sengaja terbuang ke tempat pembuangan akhir. Bukan tempat sampah biasa, melainkan TPA raksasa yang berisi 1,4 juta ton sampah. Hingga saat ini, Howells masih terus berjuang dan berupaya meminta izin kepada pemerintah setempat untuk membongkar tumpukan sampah tersebut. Ia rela melakukan apa pun demi bisa menemukan kembali hard drive yang menyimpan kekayaan luar biasa itu. Akankah usahanya membuahkan hasil? Semua orang masih menanti-nantikan kelanjutan kisahnya, demikian rangkuman detikINET dari TechSpot pada Minggu (17/5/2026).
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










