Dentmas.id – Sebuah perusahaan kecerdasan buatan (AI) raksasa bernama OpenAI secara resmi membagikan layanan premium ChatGPT Plus secara cuma-cuma kepada seluruh warga sebuah negara kecil di Eropa. Durasi akses gratis ini bukan mingguan atau bulanan, melainkan setahun penuh. Program ambisius bertajuk “AI for All” ini diluncurkan sebagai kerja sama nasional pertama antara OpenAI, Pemerintah Malta, dan University of Malta.
Mengapa Malta Dipilih Jadi Percontohan?
Dalam pengumuman resmi di blog mereka, OpenAI menjelaskan alasan di balik inisiatif besar tersebut. Mereka ingin menjadikan warga Malta tidak sekadar tahu, tetapi benar-benar paham dan memakai AI secara praktis dalam keseharian. OpenAI pun menyatakan dengan lantang, “Seperti listrik, kecerdasan seharusnya tersedia bagi individu, bisnis, dan institusi untuk digunakan sebanyak yang mereka butuhkan, kapan pun dan di mana pun.” Malta pun langsung menjadi sorotan karena negara kepulauan mungil di selatan Eropa yang terletak cantik di tengah Laut Mediterania ini hanya memiliki sekitar 568.847 jiwa penduduk menurut catatan Worldometer. Kecil, tetapi berani menjadi pionir.
Syarat Penting Sebelum Dapat Gratisan
Jangan buru-buru senang dulu karena ada satu syarat penting yang wajib dipenuhi. OpenAI dengan tegas mengumumkan bahwa setiap penduduk yang namanya terdaftar di sistem identitas digital Malta harus mengikuti pelatihan AI terlebih dahulu. Setelah lulus kursus, barulah akses ChatGPT Plus gratis mengalir ke mereka. Kursus ini digagas oleh University of Malta, dan dirancang super praktis untuk membantu masyarakat memahami apa itu AI, apa batas kemampuannya, serta bagaimana cara menggunakannya secara bertanggung jawab. Jadi, bukan sekadar bagi-bagi akses, melainkan edukasi dulu, baru pakai.
Baca Juga: Proyek Data Center AI Microsoft di Kenya Terancum Batal, Daya Listrik Jadi Kendala Utama
Sementara itu, Menteri Perekonomian Malta, Silvio Schembri, dengan penuh semangat menegaskan bahwa program “AI for All” ini merupakan gagasan OpenAI yang dibuat agar masyarakat Malta tidak tertinggal dalam laju perkembangan teknologi AI global. Menurutnya, kombinasi antara edukasi AI yang mumpuni dan akses gratis ke alat digital paling canggih saat ini mampu membantu pelajar, pekerja, hingga keluarga memanfaatkan AI dalam aktivitas sehari-hari. Schembri pun menambahkan dengan percaya diri, “Melalui kursus AI untuk semua ini, kami memastikan setiap warga negara, tanpa memandang latar belakang mereka, memiliki kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berkembang di dunia digital.”
Program Berlaku Juga untuk Warga di Luar Negeri
Kabar baik lainnya datang dari jadwal peluncuran. Program AI for All ini resmi diluncurkan pada Mei 2026, dan akan diperluas secara bertahap seiring banyaknya warga yang menyelesaikan kursus. Program ini juga berlaku bagi warga negara Malta yang tinggal di luar negeri. Artinya, di mana pun mereka berada, selama terdaftar sebagai warga Malta, kesempatan emas ini tetap terbuka lebar.
Malta tercatat sebagai negara pertama di dunia yang menjalin kerja sama dengan OpenAI untuk menghadirkan akses ChatGPT Plus gratis secara nasional. Schembri pun tak melewatkan momen itu untuk menyatakan dengan tegas, “Malta menjadi negara pertama yang meluncurkan kemitraan sebesar ini karena kami menolak membiarkan warga kami tertinggal di era digital.” Langkah ini sangat berani untuk negara sekecil Malta.
Baca Juga: Integrasi ChatGPT Dianggap Gagal, OpenAI Pertimbangkan Langkah Hukum terhadap Apple
George Osborne selaku Head of OpenAI for Countries ikut angkat bicara mengenai tren terbaru. Menurutnya, eksistensi teknologi AI kini mulai berkembang menjadi semacam “utilitas nasional”—mirip seperti air atau listrik. Karena itulah, pemerintah memiliki peran penting untuk memastikan masyarakatnya memiliki akses sekaligus kemampuan dalam memanfaatkan AI secara maksimal. Osborne berharap langkah berani Malta ini bisa menjadi contoh bagi negara lain dalam memperluas penggunaan AI, baik di sektor pendidikan, dunia kerja, hingga layanan publik.
Sebagai informasi tambahan yang menarik, selain Malta, Uni Emirat Arab juga dilaporkan mulai menjalin kerja sama serupa dengan OpenAI. Tujuannya sama: mengembangkan AI di tingkat nasional. Informasi ini berhasil dihimpun dari laporan DigitalTrends.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










