Dentmas.id — Marvell Technology sepakat mengakuisisi Lumentum, produsen komponen optik dan peralatan jaringan. Nilai transaksi mencapai 115 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.094 triliun. Angka ini benar-benar bikin heboh karena masuk jajaran terbesar di industri teknologi.
Akuisisi Rp2.094 Triliun yang Mengguncang Peta Teknologi
Alhasil, langkah tersebut langsung menempatkan Marvell dalam daftar akuisisi teknologi paling mahal. Bahkan, nilainya melampaui pembelian Activision Blizzard oleh Microsoft senilai 68,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.249 triliun pada 2022. Angka itu juga melewati akuisisi EMC oleh Dell sebesar 67 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.218 triliun pada 2016.
Dengan begitu, aksi korporasi ini memperkuat posisi Marvell di bisnis infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Fokusnya terutama teknologi konektivitas yang menghubungkan sejumlah chip di data center.
Lebih lanjut, Matt Murphy, Chairman dan CEO Marvell, menilai infrastruktur AI sedang bergeser secara mendasar menuju konektivitas optik. Menurutnya, pergeseran itu membuka peluang sekali dalam satu generasi. Ia juga menegaskan perusahaan yang bergerak lebih awal akan menentukan standar industri selama beberapa dekade.
Sementara itu, kesepakatan akuisisi diumumkan pada Senin (2/11/2026) waktu AS. Transaksi dilakukan sepenuhnya melalui saham alias all-stock deal, bukan pembayaran tunai.
Dalam skema ini, pemegang saham Lumentum akan menerima 4,5 lembar saham biasa Marvell untuk setiap satu lembar saham Lumentum yang mereka miliki. Jadi, ini bukan transaksi tunai biasa, melainkan pertukaran saham yang nilainya sangat besar.
Berdasarkan pengumuman resmi kedua perusahaan, transaksi ini memiliki nilai perusahaan atau enterprise value sekitar 115 miliar dolar AS. Nilai tersebut setara dengan sekitar 1.132 dolar AS atau sekitar Rp20,5 juta per saham Lumentum.
Setelah akuisisi rampung, pemegang saham Marvell diperkirakan akan memiliki sekitar 67 persen saham perusahaan gabungan. Di sisi lain, pemegang saham Lumentum akan menguasai sekitar 33 persen.
Proses akuisisi ditargetkan selesai pada semester I-2028. Syaratnya, kedua perusahaan harus mendapatkan persetujuan pemegang saham dan regulator terkait.
Konektivitas Optik, Kunci Marvell Kuasai Infrastruktur AI
Lantas, mengapa Marvell begitu bernafsu membeli Lumentum? Jawabannya ada pada kebutuhan data center AI. Pusat data seperti ini berisi ribuan chip yang harus saling terhubung dan bertukar data dengan sangat cepat untuk melatih serta menjalankan model AI.
Selama ini, chip-chip itu banyak dihubungkan dengan kabel tembaga. Namun, kabel tembaga mulai kewalahan mengalirkan data dalam jumlah yang terus membesar. Karena itu, industri mulai beralih ke koneksi optik yang mengirim data lewat sinyal cahaya sehingga jauh lebih cepat.
Di sinilah kedua perusahaan saling melengkapi. Marvell ahli membuat chip khusus dan perangkat jaringan untuk pusat data. Sementara itu, Lumentum membuat komponen optik seperti laser dan transceiver, yaitu alat pengubah sinyal listrik menjadi sinyal cahaya dan sebaliknya.
Dengan menggabungkan kedua bisnis tersebut, Marvell ingin menyediakan portofolio teknologi konektivitas yang lebih lengkap untuk infrastruktur AI. Jangan salah, langkah ini bukan sekadar perluasan bisnis, tetapi taruhan besar pada masa depan konektivitas optik.
Tak hanya itu, Marvell memperkirakan penggabungan kedua perusahaan akan memperluas total pasar potensial atau total addressable market/TAM menjadi 550 miliar dolar AS atau sekitar Rp10.015 triliun.
Selain itu, perusahaan memperkirakan kombinasi bisnis tersebut berpotensi menghasilkan penghematan biaya operasional tahunan lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp18,1 triliun setelah integrasi berjalan.
Nvidia Ikut Bermain dan Target Rampung 2028
Menariknya, Marvell dan Lumentum memiliki satu investor besar yang sama, yakni Nvidia. Pada Maret 2026, Nvidia menginvestasikan 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp36,4 triliun di Lumentum sebagai bagian dari kesepakatan pembelian komponen laser canggih untuk beberapa tahun ke depan.
Investasi tersebut juga ditujukan untuk mendukung penelitian dan pengembangan atau R&D serta perluasan fasilitas produksi Lumentum. Pada bulan yang sama, Nvidia juga menginvestasikan 2 miliar dolar AS di Marvell untuk memperkuat portofolio chip dan jaringan optik perusahaan tersebut.
Keterlibatan Nvidia di kedua perusahaan memperlihatkan besarnya kebutuhan industri AI terhadap teknologi semikonduktor dan konektivitas optik. Dengan begitu, akuisisi ini bukan sekadar cerita merger biasa, tetapi sinyal bahwa persaingan AI bergerak makin cepat.
Sebagai catatan, akuisisi Lumentum bukan satu-satunya langkah Marvell untuk memperkuat bisnis konektivitas AI. Pada Februari 2026, Marvell telah merampungkan akuisisi Celestial AI senilai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp63,7 triliun. Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi interkoneksi optik untuk menghubungkan chip di data center.
Informasi ini kami rangkum dari pengumuman resmi kedua perusahaan serta laporan TechCrunch dan CNBC. Dengan begitu, pembaca bisa menelusuri angka dan konteks transaksi langsung dari sumber utama.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








