Dentmas.id – Raksasa minyak dan gas asal Arab Saudi, Saudi Aramco, kini tidak lagi sekadar berfokus pada eksplorasi emas hitam di bawah tanah. Bahkan, secara mengejutkan, salah satu entitas paling kaya di planet bumi ini baru saja menghentakkan jagat bisnis global dengan merangsek masuk ke dalam industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Langkah spektakuler ini mereka buktikan secara nyata dengan mencaplok 49 persen saham perusahaan AI papan atas bernama Humain. Tidak main-main, Aramco bersedia mengucurkan dana fantastis mencapai 9,9 miliar riyal Arab Saudi atau sekitar 2,6 miliar dollar AS, yang mana angka raksasa ini setara dengan Rp 47 triliun!
Dengan demikian, aksi korporasi yang sangat berani ini langsung menjadi bagian utama dari strategi jangka panjang Aramco dalam memperluas kepakan sayap bisnisnya ke ranah teknologi masa depan, khususnya pada segmen AI komersial yang berpotensi menghasilkan cuan melimpah.
Sementara itu, kesepakatan bernilai jumbo yang mengejutkan publik ini resmi diumumkan pada Minggu (1/11/2026) lalu. Namun uniknya, raksasa energi tersebut mengeksekusi proses akuisisi megah ini melalui salah satu anak perusahaannya yang hingga kini identitasnya masih dirahasiakan rapat-rapat dari publik.
Alhasil, begitu seluruh proses transaksi ini rampung sepenuhnya, peta kepemilikan saham Humain akan langsung terbagi secara profesional. Dalam hal ini, Aramco bakal memegang kendali atas 49 persen porsi saham, sedangkan Dana Investasi Publik Arab Saudi atau Public Investment Fund (PIF) menguasai porsi mayoritas sebesar 51 persen.
Ambisi Sang CEO: Ingin Kuasai Puncak Teknologi Global
Melalui keterangan resminya, Presiden sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Aramco, Amin H. Nasser, dengan penuh percaya diri menegaskan bahwa kolaborasi strategis bersama PIF ini bakal melambungkan nama Aramco ke puncak tertinggi. Lebih lanjut, beliau meyakini kemitraan ini akan mengukuhkan posisi Aramco sebagai raksasa teknologi dunia sekaligus pemain kunci dalam ranah AI.
“Oleh sebab itu, kerja sama erat dengan PIF ini tidak hanya memperkuat posisi Aramco sebagai pemimpin teknologi global dan kekuatan raksasa di sektor AI. Akan tetapi, kemitraan strategis ini juga meletakkan fondasi yang sangat kokoh bagi penguatan industri AI lokal, sekaligus memacu penerapan sistem AI yang jauh lebih cepat, terintegrasi penuh, serta sangat mudah dikembangkan ke skala yang lebih luas,” tegas Nasser secara mantap.
Selain itu, sang CEO menambahkan pertimbangan krusial bahwa kecerdasan buatan bakal memegang peranan yang sangat vital bagi keberlanjutan bisnis masa depan. Berbekal pandangan visioner tersebut, Aramco berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan PIF agar mampu membentuk, mengarahkan, dan mendominasi perkembangan ekosistem AI, baik di tingkat regional maupun panggung global.
Tak hanya menyuntikkan dana tunai berlimpah, Aramco dan PIF juga bakal menggabungkan seluruh potensi terbaik yang mereka miliki secara maksimal. Oleh karena itu, kedua raksasa ini siap meleburkan aset strategis, infrastruktur komputasi canggih, teknologi digital terkini, hingga deretan sumber daya manusia berotak encer di bidang AI demi mendorong akselerasi pertumbuhan Humain.
Siapa Humain? Startup Baru Penantang Ekosistem AI Dunia
Di samping isu akuisisi tersebut, Humain sendiri sebenarnya merupakan entitas teknologi yang relatif baru karena baru berdiri pada tahun 2025 lalu. Kendati demikian, perusahaan ini telah menyedot perhatian dunia berkat manuver cepatnya dalam menguasai ranah kecerdasan buatan.
Untuk meraih kejayaan tersebut, Humain memfokuskan pengembangan bisnis AI mereka melalui empat pilar utama yang sangat krusial. Keempat sektor unggulan tersebut mencakup pembangunan pusat data generasi terbaru, penyediaan infrastruktur komputasi dan cloud tingkat tinggi, pengembangan model AI tercanggih, hingga penciptaan solusi AI khusus untuk kebutuhan industri skala besar.
Bahkan, salah satu kebanggaan inovatif yang berhasil dikembangkan oleh Humain adalah ALLAM. Model ini merupakan sebuah large language model (LLM) berbasis multimodal yang dirancang secara khusus menggunakan bahasa Arab, sehingga mampu mengeksekusi pemrosesan data teks, gambar, dan suara dengan sangat akurat.
Seiring masuknya dana segar dari Aramco, pihak manajemen Humain optimistis bahwa investasi jumbo ini akan memuluskan jalan mereka secara signifikan. Alhasil, Humain kini bisa lebih percaya diri dalam menargetkan pembangunan ekosistem AI yang jauh lebih terintegrasi, responsif, dan siap menjawab tantangan zaman.
Tidak hanya berhenti di situ, Humain juga mematok target yang sangat ambisius, yakni menyuplai kapasitas pusat data AI hingga menembus angka 3 gigawatt (GW) pada tahun 2030 mendatang. Target raksasa ini sengaja mereka rancang guna memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi AI yang semakin masif di pasar regional maupun global.
Bukan Cuma Coba-Coba, Ini Keuntungan Fantastis yang Diincar Aramco
Sementara itu bagi Aramco sendiri, langkah investasi spektakuler ini jelas membuka pintu lebar-lebar untuk mengekspansi pemanfaatan AI ke berbagai ranah bisnis strategis. Maka dari itu, Aramco berniat mengaplikasikan teknologi canggih ini tidak cuma pada sektor umum, melainkan juga untuk merombak efisiensi di industri minyak dan gas yang menjadi tulang punggung utama mereka.
Terlebih lagi, korporasi energi ini mengklaim telah berhasil mengantongi nilai manfaat teknologi atau Technology Realized Value yang sangat fantastis, yakni menyentuh 11,3 miliar dollar AS (setara Rp 205 triliun) sejak 2023. Menurut laporan internal mereka, sebagian besar kontribusi pundi-pundi uang tersebut diraih berkat efisiensi penerapan teknologi AI.
Di sisi lain, Wakil Gubernur PIF, Yazeed A. Al-Humied, menyampaikan bahwa penyatuan kekuatan investasi AI antara PIF dan Aramco di bawah naungan Humain ini bakal membawa dampak domino yang sangat positif. Menurutnya, langkah ini akan melipatgandakan daya saing pengembangan teknologi, mengasah talenta sumber daya manusia, serta memperkuat kepemilikan hak atas kekayaan intelektual nasional.
Pada akhirnya, keputusan investasi raksasa ini berjalan sangat selaras dengan garis besar Strategi PIF periode 2026-2030. Langkah ini tidak hanya bertujuan memperkokoh ekosistem perekonomian nasional Arab Saudi, tetapi juga bertindak sebagai bahan bakar utama untuk memacu perusahaan-perusahaan nasional agar sanggup bertaji dan menang dalam persaingan ketat di panggung internasional, sebagaimana dihimpun dari laporan GamesBeat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








