Dentmas.id – Siapa sangka, raksasa pesan antar makanan asal Negeri Paman Sam, DoorDash, baru saja mencatatkan sejarah baru yang bakal bikin kamu melongo. Perusahaan ini resmi mengakuisisi Instacart, layanan pengiriman bahan makanan yang sudah lama jadi primadona, dengan nilai fantastis 17 miliar dollar AS atau setara Rp 308 triliun. Angka ini bukan sembarang nominal—melainkan sebuah langkah berani yang langsung mengguncang dunia industri e-commerce global.
Pertanyaannya, bagaimana kabar besar ini bocor ke publik? DoorDash sendiri mengumumkan keputusan tersebut lewat sebuah postingan resmi di blog perusahaan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa mereka tidak main-main dalam memperluas bisnis ke ranah kebutuhan sehari-hari.
Lebih lanjut, angka 17 miliar dollar AS itu berasal dari akumulasi seluruh saham Instacart. Setiap lembar saham dinilai 65 dollar AS atau sekitar Rp 1,1 juta. Dengan kata lain, valuasi ini menempatkan Instacart sebagai salah satu pemain terbesar di sektor belanja bahan makanan digital.
Menariknya lagi, 75 persen dari nilai transaksi tersebut nantinya akan dibayarkan secara tunai. Sisanya, tentu saja, dianggap sebagai kompensasi tambahan yang menunjukkan betapa seriusnya DoorDash menggarap akuisisi ini.
Strategi Ekspansi yang Bikin Penasaran
Bagi DoorDash, akuisisi ini bukan sekadar gengsi semata. Mereka secara terbuka mengatakan langkah ini akan memperluas layanan mereka ke ranah pengantaran bahan makanan dan kebutuhan harian rumah tangga. Artinya, pelanggan bakal bisa memesan lauk, sayur, sampai perlengkapan rumah lewat satu aplikasi yang sama.
Selama ini, masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing dengan model bisnis semacam ini. DoorDash dikenal sebagai platform pesan makanan dari restoran ke konsumen—mirip banget dengan GrabFood atau GoFood yang kita gunakan tiap hari. Hanya saja, kali ini mereka melebarkan sayap jauh lebih luas dari sekadar antar nasi kotak.
Akuisisi ini juga membawa kabar baik buat pelanggan setia Instacart. Pasalnya, jumlah toko yang bisa diakses diperkirakan naik dari 100.000 menjadi 150.000 toko. Bayangkan sendiri—pilihan belanja yang makin melimpah, hanya dalam satu ketukan jari di layar ponsel.
Duo CEO Sepakat, Kolaborasi Ini Jadi Game Changer
“Pengalaman Instacart dalam menangani pesanan bahan makanan akan melengkapi jaringan pengantaran dan teknologi DoorDash,” ujar Tony Xu, CEO DoorDash, dalam pernyataan resminya. Kalimat ini langsung mencerminkan visi besar yang ingin diwujudkan oleh sang bos.
Tak ketinggalan, CEO Instacart Chris Rogers juga memberikan pandangannya yang sama tajamnya. “Penggabungan kedua perusahaan dapat mempercepat inovasi industri belanja bahan makanan serta menghadirkan layanan yang lebih praktis dan terjangkau bagi pelanggan,” tuturnya dalam pernyataan yang sama. Dua-duanya, jelas, sepakat bahwa kolaborasi ini bakal jadi game changer di industri.
Merek Instacart Tetap Dipakai
Meski sudah “diakuisisi”, kamu tidak perlu khawatir merek favorit hilang begitu saja. DoorDash berjanji akan tetap mempertahankan merek, aplikasi, dan produk teknologi Instacart apa adanya. Strategi ini cukup cerdas—sebab loyalitas konsumen terhadap nama Instacart sudah terbangun bertahun-tahun dan sayang jika dibuang begitu saja.
Yang bakal berubah nantinya bukan identitas, melainkan jangkauan layanan yang jauh lebih luas. Kedua platform bakal menjangkau area lebih banyak, mengakses lebih banyak toko, serta menghadirkan sejumlah peningkatan fitur di dalam aplikasi. Singkatnya, pengalaman belanja kamu bakal terasa jauh lebih maksimal dan menyenangkan.
Salah satu fitur yang paling ditunggu adalah peluang berlangganan layanan premium untuk kedua platform dalam satu tagihan. Hemat, kan? Kamu cukup bayar sekali, lalu nikmati dua layanan sekaligus tanpa ribet bolak-balik aplikasi.
Sementara proses akuisisi belum rampung, kedua layanan dipastikan tetap beroperasi secara terpisah. Hal ini bertujuan agar tidak ada gangguan terhadap pengalaman pengguna selama masa transisi berjalan.
Adapun kesepakatan besar ini diperkirakan tuntas pada akhir 2027 atau paruh pertama 2028. Tentu saja, semuanya masih harus menunggu lampu hijau dari regulator yang berwenang sebelum benar-benar berjalan penuh.
Tidak dapat dipungkiri, akuisisi ini menjadi yang terbesar dalam sejarah DoorDash sejak perusahaan itu berdiri. Rekor ini sekaligus menegaskan ambisi mereka untuk menjadi pemain utama di sektor perdagangan online dunia.
Langkah ini pun dianggap berpotensi memperkuat persaingan DoorDash melawan raksasa seperti Amazon. Diriwayatkan oleh BBC, manuver DoorDash kali ini bakal jadi pertanda lahirnya kompetisi baru di kancah e-commerce global yang sudah lama didominasi segelintir nama besar.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









