Dentmas.id – Seorang YouTuber asal China, Xiao Ningzi, baru saja menggebrak dunia gaming dengan prestasi nyaris mustahil! Lewat kanal YouTube-nya, dia dengan berani membongkar tiga raksasa konsol—PlayStation 5 (PS5), Xbox, dan Nintendo Switch 2—lalu meraciknya kembali menjadi sebuah mesin gaming tunggal yang sangat unik. Selanjutnya, proyek ambisius ini dia beri nama “Ningtendo PXBOX 5” dan dia dokumentasikan dengan sangat rinci dalam video 16 menit di November 2025. Pada intinya, Xiao Ningzi menunjukkan bahwa batas antar ekosistem game ternyata bisa dihancurkan.

Awal yang Terinspirasi: Ingin Akhiri Perang Konsol
Di awal videonya, Xiao Ningzi menjelaskan alasan kuat di balik eksperimen gila-gilaan ini. Menurutnya, PS5, Xbox, dan Switch 2 memang menguasai pasar, tetapi mereka justru mengurung gamer dalam dinding ekosistem eksklusif masing-masing. Akibatnya, jika penggemar game ingin menikmati semua judul terbaik, mereka terpaksa harus mengeluarkan uang untuk membeli lebih dari satu konsol. Dari situlah, ide briliannya muncul: menggabungkan ketiganya dalam satu casing dengan satu tombol sakti untuk berpindah sistem. Bahkan, Xiao menyebut kreasi ini sebagai simbol perdamaian untuk mengakhiri perang konsol yang sudah berlangsung lama.
Tantangan Besar: Ruang dan Panas yang Harus Ditaklukkan
Namun begitu, menggabungkan tiga konsol sekaligus jelas bukan pekerjaan mudah. Bayangkan saja, jika ketiganya disatukan secara utuh, beratnya bisa mencapai 10 kilogram dengan volume 19 liter—sangat jauh dari kata praktis. Oleh karena itu, Xiao memutuskan untuk membongkar habis semua konsol tersebut. Setelah dibongkar, dia menemukan fakta mengejutkan: papan utama (motherboard) ketiganya ternyata berukuran relatif kecil dan memungkinkan untuk digabung. Justru, masalah terbesarnya terletak pada dua komponen: power supply dan sistem pendingin, yang selama ini memakan hampir sebagian besar ruang. Sebenarnya, hal itu wajar-wajar saja karena sistem pendingin harus bekerja ekstra keras menangkal panas saat konsol menjalankan game-game grafis tinggi. Untuk mengatasinya, Xiao Ningzi pun mencari solusi cerdik: membuat ketiga konsol ini berbagi satu sistem daya dan satu sistem pendingin bersama. Dengan kata lain, tantangan teknis terberatnya adalah merancang sistem yang efisien dan tidak membuat konsol-konsol ini overheat.
Terutama untuk sistem pendingin, Xiao terinspirasi oleh desain legendaris Apple Mac Pro generasi 2013 yang sering dijuluki “tong sampah”. Perlu diketahui, Mac Pro itu menggunakan pendingin berbentuk prisma segitiga dengan kipas di atasnya, sebuah desain yang dianggapnya sempurna untuk mendinginkan tiga motherboard sekaligus. Berangkat dari konsep itu, dia lalu membuat blok pendinginnya sendiri dengan teknik cor logam sederhana. Pertama-tama, cetakan plastik dicetak menggunakan printer 3D, lalu aluminium cair dituangkan ke dalamnya. Bahkan, untuk performa optimal, dia menambahkan pelat tembaga murni di atasnya dan sebuah kipas 12 cm di bagian bawah. Yang luar biasa, saat diuji dengan game Elden Ring di PS5 selama setengah jam, suhunya tercatat stabil di 60 derajat Celsius tanpa masalah! Sementara itu, untuk urusan daya, Xiao menyederhanakan semuanya. Awalnya, rencananya cukup rumit, tapi setelah menghitung konsumsi daya di mode siaga yang ternyata sangat rendah, dia memilih menggunakan satu power supply PC 250 watt berteknologi canggih Gallium Nitride (GaN) untuk menyalakan seluruh sistem. Prinsipnya, hanya satu konsol yang aktif dalam satu waktu.
Hasil Akhir yang Memukau & Dibuktikan Langsung dengan Game

Lalu, bagaimana cara berpindah antar konsol? Di sinilah keahlian Xiao benar-benar bersinar. Untuk mengendalikan semuanya, dia memasang papan mikrokontroler Arduino yang bertugas sebagai “otak” utama. Papan inilah yang mengatur perpindahan sinyal HDMI, aliran listrik, dan lampu indikator. Menariknya, lampu pada konsol hibrida ini akan berganti warna sesuai sistem yang aktif: biru untuk PS5, hijau untuk Xbox, dan merah untuk Switch 2. Pada akhirnya, konsol final terwujud dalam bentuk prisma segitiga elegan yang dibalut panel kayu walnut hitam potongan laser. Sebagai sentuhan akhir, pelat logam berukir nama “Ningtendo PXBOX 5” dipasang dengan apik. Saat diuji, konsol ajaib ini berhasil menjalankan game eksklusif seperti Donkey Kong Bananza (Switch 2), Ghost of Tsushima (PS5), dan Starfield (Xbox) dengan mulus. Memang, semua game yang dijalankan adalah versi digital karena konsol ini tidak memiliki disc drive.
Meski demikian, penting untuk diingat bahwa proyek ini tetaplah sebuah eksperimen teknis tingkat tinggi. Xiao Ninggi sendiri mengakui bahwa proses pengerjaannya jauh lebih sulit dari yang dibayangkan dan awalnya seperti lelucon belaka. Walaupun hasil akhirnya membuktikan bahwa menyatukan tiga ekosistem gaming berat itu mungkin, “Ningtendo PXBOX 5” tidak akan pernah dijual secara komersial. Pada dasarnya, karya ini adalah bukti nyata keahlian, pengalaman, dan kreativitas luar biasa seorang modder dalam mengeksekusi ide gila menjadi kenyataan. Artinya, bagi kita para gamer, kita hanya bisa terkagum-kagum dan berharap suatu hari visi “perdamaian konsol” ini bisa terwujud dalam bentuk yang lebih massal.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










