Dentmas.id – Baru-baru ini, raksasa teknologi global asal Rusia, Yandex, secara resmi meluncurkan solusi kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk industri telekomunikasi di tanah air. Tentu saja, langkah berani ini bukan tanpa alasan. Melalui inisiatif strategis tersebut, Yandex secara gamblang mendorong para operator seluler untuk segera memacu pengembangan layanan berbasis AI. Lebih dari itu, transformasi digital di berbagai sektor pun ikut terdongkrak berkat kolaborasi ini.
Operator Punya Panggung Utama, Yandex Cuma Jadi Pendukung?
Kemudian, Alexander Popovskiy selaku CEO Yandex Search International dengan tegas mengungkapkan bahwa operator telekomunikasi saat ini memegang posisi paling strategis untuk memperluas pemanfaatan AI di Indonesia. Mengapa demikian? Pasalnya, perusahaan telekomunikasi lokal telah memiliki basis pengguna yang sangat besar, merek yang sudah dipercaya publik, serta distribusi infrastruktur yang terbilang sangat matang. Oleh karenanya, modal besar ini menjadi fondasi utama dalam peluncuran produk AI berskala nasional.
Selain itu, Alexander juga menambahkan bahwa operator telekomunikasi kita dibekali pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan dan preferensi pelanggannya sendiri. Kondisi menguntungkan ini kemudian memungkinkan mereka untuk menghadirkan layanan AI yang jauh lebih relevan dan personal. Hasilnya, layanan tersebut bakal terasa lebih tajam dibandingkan produk global yang biasanya hanya dirancang secara umum untuk memenuhi kebutuhan rata-rata pengguna di berbagai belahan dunia.
Gila Banget! 97% Warga RI Ternyata Sudah Candu Sama AI
Menariknya, teknologi AI sendiri saat ini sudah menyatu erat dalam keseharian masyarakat Indonesia. Sebagai bukti nyata, berdasarkan laporan Indonesia AI Report 2025 yang dirilis Kumparan, angka fantastis terungkap: sebanyak 97 persen responden mengaku telah menggunakan AI dalam rutinitas hidup mereka. Dari sini, kita bisa melihat betapa cepatnya adopsi teknologi ini merasuk ke berbagai lapisan masyarakat.
Lantas, untuk apa saja AI dimanfaatkan? Ternyata, teknologi canggih ini paling sering digunakan untuk mencari informasi (mencapai 80 persen), lalu disusul untuk komunikasi dan terjemahan (70 persen). Tak berhenti di situ, membantu pekerjaan atau tugas sehari-hari juga menduduki angka 68 persen. Sementara itu, untuk keperluan hiburan dan kreativitas, tercatat 60 persen responden menggunakannya. Ditambah lagi, navigasi perjalanan mencapai 49 persen, serta aktivitas belanja dan rekomendasi produk menyentuh 39 persen.
Yang paling mencengangkan, survei tersebut juga membeberkan bahwa chatbot AI generatif menjadi primadona layanan AI dengan tingkat penggunaan tembus hingga 83 persen. Dengan kata lain, hampir setiap orang pernah mengobrol atau berinteraksi dengan asisten virtual tanpa mereka sadari sepenuhnya. Ini menunjukkan bahwa pasar AI di Indonesia sudah sangat panas dan siap digarap lebih serius.
Pemerintah Juga Ikut Angkat Bicara: AI Sudah Jadi Pilar Produktivitas
Di sisi lain, temuan serupa juga diungkapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Mereka bahkan menyebut bahwa tingkat adopsi AI di Indonesia telah melesat hingga 92 persen. Karena itu, pemerintah saat ini tengah menempatkan AI sebagai salah satu pilar krusial untuk mendongkrak produktivitas nasional. Dukungan regulasi pun mulai disiapkan agar ekosistem AI tumbuh subur di dalam negeri.
Dengan tingkat penggunaan yang sudah sedemikian besar, Alexander pun melontarkan optimismenya. Ia sangat yakin bahwa operator telekomunikasi mampu memanfaatkan kapabilitas teknologi AI dari Yandex untuk menelurkan produk-produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen lokal. Akhirnya, perusahaan dapat memberikan nilai tambah secara langsung dan instan kepada para penggunanya.
“Kami dari Yandex meyakini bahwa masyarakat Indonesia sudah sangat siap untuk naik level dalam adopsi AI, baik bagi konsumen perorangan maupun untuk skala perusahaan,” ujar Alexander dengan penuh semangat. Artinya, tidak ada lagi waktu untuk sekadar menunggu; akselerasi layanan cerdas ini harus segera diwujudkan.
Bukan Cuma Jualan Produk, Ini Dia 3 Skema Kolaborasi Keren dari Yandex
Lalu, bagaimana bentuk kerja samanya? Melalui inisiatif AI dari Yandex, operator telekomunikasi dapat memanfaatkan beragam skema kolaborasi yang sudah disiapkan. Operator bisa langsung mengintegrasikan layanan mereka ke dalam produk AI Yandex yang sudah tersedia. Atau, mereka juga berhak mengadopsi teknologi Yandex ke dalam ekosistem milik sendiri. Bahkan, opsi paling eksklusif pun terbuka: mengembangkan produk AI dengan identitas merek masing-masing secara independen.
Selanjutnya, Alexander memaparkan bahwa teknologi Yandex ini bisa langsung dipakai untuk mempercepat penyediaan berbagai layanan berbasis AI, mulai dari dukungan pelanggan bertenaga AI (AI-powered customer support), asisten virtual untuk panggilan (call assistant), hingga layanan mandiri (self-service) yang super praktis. Semua fitur ini siap membuat pengalaman pelanggan menjadi mulus dan modern.
Bayangkan, melalui layanan mandiri tersebut, pelanggan dapat melakukan berbagai aktivitas dengan lebih mudah dan cepat. Misalnya, cek saldo, mengelola akun, hingga berlangganan paket baru bisa dilakukan hanya dengan perintah suara atau obrolan singkat. Alhasil, interaksi yang lebih alami dan intuitif tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pelanggan secara signifikan saat mengakses layanan telekomunikasi.
Yandex Siap Turun Tangan: Manfaat AI Bisa Dirasakan Hari Ini, Bukan Besok!
Karena itu, Alexander sekali lagi menegaskan bahwa operator telekomunikasi memiliki modal besar untuk memimpin perluasan adopsi AI di Indonesia. “Kami melihat potensi yang sangat besar bagi operator telekomunikasi untuk memimpin gelombang perluasan adopsi AI di Indonesia,” tegasnya. Sebab, mereka sudah memegang jutaan pelanggan plus infrastruktur yang mumpuni untuk menjangkau masyarakat secara luas. Jadi, tidak ada alasan untuk mundur.
Tidak hanya itu, Yandex dengan rendah hati menyatakan siap berbagi pengalaman dan kapabilitas teknologi yang telah mereka asah selama bertahun-tahun. Semua itu ditawarkan untuk membantu operator membangun layanan AI yang kelak bisa menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Dengan dukungan penuh dari Yandex, manfaat nyata AI pun dapat segera dihadirkan.
“Dengan dukungan dari Yandex, manfaat nyata dari teknologi AI dapat dihadirkan kepada pengguna tanpa perlu menunggu lebih lama lagi,” pungkas Alexander optimistis. Maka, tunggu apa lagi? Kita bersiap menyaksikan lompatan besar layanan digital di Indonesia dalam waktu dekat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










