SOLO, Dentmas.id — Sebuah langkah yang sangat mengejutkan datang dari operator seluler raksasa Tanah Air, XLSmart, yang secara tiba-tiba membocorkan strategi bisnis terbarunya untuk mengarungi peta persaingan teknologi yang semakin sengit di tahun 2026. Perusahaan papan atas ini secara resmi mendongkrak alokasi anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) mereka hingga menyentuh angka yang sangat fantastis. Awalnya, pihak manajemen hanya merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp 15 triliun untuk mendanai seluruh proyek perluasan infrastruktur jaringan. Namun, alih-alih bertahan pada batas angka lama tersebut, mereka justru secara berani menambah suntikan dana segar sebesar Rp 5 triliun, sehingga total anggaran investasi perusahaan melesat drastis hingga mencapai Rp 20 triliun.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, secara terbuka menegaskan bahwa lonjakan anggaran yang sangat masif ini menjadi bukti nyata atas komitmen kuat para pemegang saham utama. Pihak investor memberikan dukungan penuh yang tak tergoyahkan terhadap ambisi besar perusahaan dalam mengakselerasi ekspansi jaringan serta mempercepat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di seluruh pelosok wilayah Indonesia.
“Fakta di lapangan membuktikan bahwa seluruh pemegang saham sangat percaya pada visi masa depan kami, sebab anggaran tahun ini yang semula hanya kami rencanakan sebesar Rp 15 triliun langsung kami sulap menjadi Rp 20 triliun demi kepuasan menyeluruh para pelanggan,” tutur Merza saat menyampaikan pemaparannya dalam ajang bergengsi XL Ultra 5G+ Media Experience Update yang bertempat di Kota Solo pada Kamis (15/10/2026).
Oleh karena itu, pihak manajemen menetapkan bahwa lonjakan modal dana jumbo tersebut akan langsung mereka salurkan secara masif untuk memperluas jangkauan wilayah sekaligus memperkuat keandalan infrastruktur jaringan XLSmart secara menyeluruh di berbagai penjuru Nusantara.
Senada dengan pandangan strategis dari jajaran direksi tersebut, Chief Technology Officer XLSmart, Surish Subbramaniam, juga menekankan bahwa penambahan nilai investasi bernilai fantastis ini sangat berpotensi untuk terus membengkak pada masa-masa mendatang. Langkah agresif ini sengaja mereka tempuh agar seluruh pelanggan, tanpa peduli lokasi tempat tinggal mereka berada, dapat menikmati kualitas koneksi internet yang setara, stabil, dan super kencang.
“Kami sangat meyakini bahwa angka investasi sebesar Rp 20 triliun ini bakal terus melonjak naik seiring tingginya kebutuhan digital masyarakat luas, karena fokus utama kami adalah memastikan seluruh pelanggan benar-benar merasakan pengalaman internetan yang sama mulusnya,” tegas Surish di hadapan para awak media dengan penuh rasa optimisme.
Seiring dengan guyuran modal investasi yang melimpah tersebut, XLSmart lantas langsung memasang target ekspansi jaringan 5G yang jauh lebih ambisius sepanjang tahun 2026. Jika pada rencana awal pihak perusahaan hanya menyasar sebanyak 88 kota, kini mereka secara agresif mendongkrak target perluasan tersebut hingga menembus 101 kota strategis di seluruh penjuru Tanah Air.
Dalam paparan presentasinya yang sangat mendalam dan terperinci, Surish menyoroti bahwa XLSmart saat ini telah berhasil mengoperasikan dan mengelola sekitar 265.000 Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar kokoh melayani masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
Namun, hal yang paling mengejutkan publik dan pemerhati industri adalah fakta menarik bahwa lebih dari 50 persen dari total pemancar BTS baru yang terbangun selama kurun waktu satu tahun terakhir ternyata terfokus di daerah-daerah luar Pulau Jawa.
Proses pembangunan menara pemancar baru tersebut antara lain mencakup titik-titik lokasi strategis di Pulau Sumatra, Sulawesi, hingga Kalimantan, demi memangkas kesenjangan akses digital nasional secara signifikan dan berkesinambungan.
Bukan Cuma Tambah Menara BTS, Rahasia Kecepatan Mentereng Ini Ternyata Ada pada Spektrum 80 MHz!
Tidak berhenti hanya pada proyek penambahan menara pemancar fisik semata, XLSmart juga menyiapkan kejutan besar lainnya dengan berencana mencaplok tambahan spektrum frekuensi sebesar 80 MHz sebelum penutupan tahun 2026.
Selanjutnya, Surish secara rinci membeberkan kalkulasi teknis bahwa kepemilikan portofolio spektrum frekuensi XLSmart yang semula berada di angka 137 MHz akan melonjak tajam menjadi 217 MHz pasca-ekspansi, yang berarti mencatatkan peningkatan kapasitas frekuensi yang sangat besar hingga mencapai 58 persen.
Tambahan amunisi frekuensi radio tersebut secara terperinci mencakup alokasi sebesar 30 MHz pada pita frekuensi 700 MHz, serta tambahan alokasi sebesar 50 MHz pada pita frekuensi tinggi 2,6 GHz.
Lebih lanjut, pakar teknologi telekomunikasi ini menerangkan bahwa kedua pita frekuensi baru tersebut mengemban peran serta fungsi teknis yang sangat berbeda namun saling melengkapi untuk menopang keandalan jaringan internet masa depan.
Pita frekuensi rendah 700 MHz sengaja mereka optimalkan untuk menembus jangkauan wilayah pedesaan yang sulit terjangkau, sekaligus menyajikan keunggulan daya tembus sinyal yang jauh lebih kuat hingga ke dalam ruangan gedung-gedung bertingkat di kawasan perkotaan.
Sementara itu, pita frekuensi tinggi 2,6 GHz difungsikan secara khusus untuk mendongkrak kapasitas trafik data dan memacu kecepatan unduh secara drastis, sehingga mampu menyajikan performa jaringan 5G pada tingkatan superior yang sangat responsif bagi para pengguna.
Sebagai konteks pendukung yang tak kalah penting, XLSmart sengaja memilih Kota Solo di Jawa Tengah sebagai lokasi puncak gelaran acara XL Ultra 5G+ Media Experience Update guna memaparkan secara transparan perkembangan teknologi serta keandalan layanan 5G buatan mereka kepada publik.
Bahkan, dalam penutupan seluruh rangkaian acara tersebut, pihak penyelenggara secara langsung menantang para jurnalis untuk menjajal ketangguhan sinyal 5G melalui pengujian kecepatan internet secara real-time saat melaju kencang di atas kereta api rute Yogyakarta menuju Solo.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










