Dentmas.id – Dunia AI kembali diguncang! Kali ini, raksasa teknologi asal China, Xiaomi, tidak main-main. Mereka baru saja meluncurkan senjata pamungkas di bidang kecerdasan buatan: model AI terbaru bernama MiMo-V2.5. Wah, langsung bikin penasaran, kan?
Dua Varian Siap Tempur: Reguler dan Pro
Nah, yang bikin makin seru, Xiaomi menghadirkan MiMo-V2.5 dalam dua varian sekaligus, yaitu MiMo-V2.5 reguler dan MiMo-V2.5 Pro. Kedua model ini siap bersaing ketat dengan para raksasa seperti Claude Opus dan Gemini. Yang menarik, Xiaomi merancang keduanya sebagai model AI open-weight. Maksudnya, bobot (weight) model ini tersedia untuk publik sehingga kita bisa menggunakannya secara mandiri. Namun, perlu dicatat, model ini belum sepenuhnya transparan seperti model open-source murni. Jadi, tetap ada batasan tertentu, tetapi aksesnya sudah sangat terbuka untuk eksperimen.
Latihan 48 Triliun Token, Multimodal Sejati
Xiaomi tidak tanggung-tanggung dalam melatih MiMo-V2.5. Mereka menggodok model canggih ini menggunakan 48 triliun token! Bayangkan segudang informasi yang diserap oleh AI ini. Lebih hebat lagi, MiMo-V2.5 didesain sebagai model multimodal native. Artinya, ia secara bawaan mendukung pemrosesan teks, gambar, dan video secara bersamaan. Jadi, jangan heran kalau AI ini bisa “melihat” dan “memahami” konten visual sekaligus teks dalam satu napas.
Jumbo Banget! Triliunan Parameter dan Satu Juta Token Konteks
Bicara soal spesifikasi, MiMo-V2.5 reguler sudah mengemas total 310 miliar parameter dengan 15 miliar parameter aktif. Sementara sang kakak, MiMo-V2.5 Pro, benar-benar monster! Ia memiliki total 1,02 triliun parameter (wow, triliunan!) dengan 42 miliar parameter aktif. Selain itu, kedua model ini mendukung konteks hingga satu juta token. Dengan kapasitas segede ini, MiMo-V2.5 bisa menangani dokumen super panjang atau tugas-tugas kompleks hanya dalam sekali pemrosesan. Praktis, kan?
Klaim Jagoan Baru untuk Agentic AI dan Pemahaman Multimodal
Xiaomi dengan percaya diri mengklaim bahwa MiMo-V2.5 unggul dalam dua aspek krusial: agentic AI (kecerdasan buatan yang bisa bertindak mandiri) dan pemahaman multimodal. Untuk membuktikan klaim ini, Xiaomi tidak asal bicara. Mereka merilis hasil benchmark yang membandingkan MiMo-V2.5 dengan model-model AI kelas berat lainnya seperti DeepSeek-V4, Kimi K2.6, Claude Opus 4.6, Gemini 3.1 Pro, hingga pendahulunya, MiMo-V2 Pro.
Hajar Habis Tugas Agentic AI, Skor Benchmark Bikin Melongo
Menurut hasil benchmark internal Xiaomi, MiMo-V2.5 terbukti unggul, terutama dalam menjalankan tugas-tugas agentic AI. Buktinya? Pada MiMo Coding Bench, versi standar MiMo-V2.5 secara mengejutkan mampu menyamai performa versi Pro. Perbandingan skornya sangat tipis: 71,8 untuk versi standar dan 71,5 untuk versi Pro. Wow, versi reguler saja sudah sekuat itu, apalagi yang Pro?
Setara dengan Model Tertutup seperti Claude dan Gemini
Selain jago dalam coding, pemahaman MiMo-V2.5 terhadap gambar dan video juga patut diacungi jempol. Dalam berbagai benchmark lainnya, performa MiMo-V2.5 ternyata setara dengan model AI closed-source sebesar Claude Opus 4.6 dan Gemini 3.1 Pro. Ini pencapaian luar biasa karena biasanya model closed-source dianggap lebih unggul. Kini Xiaomi membuktikan bahwa model open-weight pun bisa bersaing ketat.
Unggul Tipis dari Claude, Kejar Ketat Gemini di Pemahaman Video
Pada pengujian pemahaman video, MiMo-V2.5 mencatatkan skor 83,5 di benchmark DailyOmni. Skor ini lebih tinggi dibandingkan Claude yang hanya berkisar di 80,5. Meski begitu, MiMo-V2.5 masih sedikit tertinggal dari Gemini yang mencapai 84,2. Namun, selisih tipis ini menunjukkan bahwa MiMo-V2.5 sudah sangat dekat dengan papan atas.
Selanjutnya, pada benchmark VideoHolmes, MiMo-V2.5 meraih skor 64,0. Lagi-lagi, skor ini lebih tinggi dari Claude (59,5) dan hanya terpaut sedikit di bawah Gemini (64,2). Artinya, dalam memahami video secara mendalam, MiMo-V2.5 sudah menjadi pesaing serius yang tidak bisa diremehkan.
Sayang, Spek Dewa Diperlukan untuk Menjalankannya Lokal
Meskipun tersedia secara terbuka, Xiaomi memberikan peringatan penting. Untuk menjalankan model gahar ini secara lokal di perangkat kita sendiri, diperlukan spesifikasi perangkat yang super tinggi. Misalnya, kamu harus punya Mac Studio dengan konfigurasi yang maksimal. Kok bisa? Karena GPU konsumen pada umumnya dinilai belum memiliki kapasitas VRAM yang memadai untuk mengakomodasi kebesaran MiMo-V2.5. Jadi, jangan harap laptop biasa bisa menjalankannya, ya!
Gak Sabar? Coba Langsung di AI Studio, API, atau Hugging Face
Namun, jangan kecewa dulu. Bagi kamu yang tidak sabar ingin mencicipi kecanggihan MiMo-V2.5, Xiaomi menyediakan akses mudah. Kamu bisa langsung mengakses melalui platform AI studio atau API resmi dari Xiaomi. Praktis, tanpa perlu merogoh kocek untuk beli perangkat mahal. Selain itu, model AI keren ini juga dapat diunduh melalui platform AI populer seperti Hugging Face. Informasi ini dihimpun dari laporan GSM Arena. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera uji coba MiMo-V2.5 dan buktikan sendiri kehebatannya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










