Dentmas.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang aktif mengkaji sebuah terobosan yang bakal mengubah total cara kita mengakses internet! Bayangkan, Kementerian ini tengah mempelajari kemungkinan penerapan layanan internet satelit yang bisa Anda sambungkan langsung ke ponsel tanpa harus bergantung pada sinyal BTS operator seluler manapun. Sebagai gambaran, layanan canggih ini konsepnya sangat mirip dengan fitur Direct to Cell yang sudah lebih dulu diusung oleh Starlink.
Kajian Mendalam untuk Internet Masa Depan
Selanjutnya, kajian mendalam ini mereka lakukan melalui sebuah dokumen resmi bernama Call for Information (CFI). Dokumen penting tersebut membahas “Kajian Regulasi dan Kebijakan Potensi Implementasi Teknologi Non-Terrestrial Network Direct-to-Device (NTN-D2D) dan Air-to-Ground (A2G) di pita frekuensi 2 GHz”. Kemudian, proses penyusunan kajian ini dipimpin langsung oleh Direktorat Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital, yang berada di bawah Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi.
Tak hanya itu, Pemerintah juga dengan sengaja membuka konsultasi publik secara luas. Tujuannya jelas, yaitu untuk menjaring berbagai masukan berharga, data aktual, dan praktik terbaik dari seluruh pemangku kepentingan yang terkait. Dengan demikian, setiap suara memiliki kesempatan untuk didengar dan dipertimbangkan.
Cara Kerja Teknologi Revolusioner
Nah, mari kita bedah teknologinya! Teknologi NTN-D2D pada dasarnya memungkinkan perangkat seluler kesayangan Anda terhubung langsung ke satelit di angkasa tanpa Anda perlukan lagi menara BTS sebagai perantara. Sementara itu, teknologi A2G (Air-to-Ground) justru memungkinkan komunikasi langsung antara pesawat yang sedang terbang dengan jaringan komunikasi di darat.
Oleh karena itu, kedua teknologi mutakhir ini dipandang sangat strategis untuk memperluas jangkauan koneksi digital hingga ke pelosok Indonesia yang paling terpencil. Bahkan, teknologi ini akan membawa internet ke wilayah perbatasan, area perairan luas, serta jalur udara yang selama ini menjadi blank spot. Alhasil, masyarakat yang tinggal di daerah sulit dijangkau jaringan darat akhirnya bisa merasakan koneksi internet yang stabil.
Solusi Untuk Seluruh Pelosok Negeri
“Teknologi ini secara revolusioner memungkinkan perangkat seluler berkomunikasi langsung dengan satelit tanpa bergantung pada jaringan terestrial, sehingga berpotensi memperluas konektivitas hingga ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal),” tegas Komdigi dalam penjelasannya.
Selain itu, Komdigi dengan jelas menyebutkan bahwa kajian visioner ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital 2025–2029. Pada akhirnya, langkah ini secara langsung mendukung target besar yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029.
“Pemanfaatan pita frekuensi 2 GHz untuk teknologi NTN-D2D dan A2G diharapkan dapat memperkuat konektivitas nasional, menjaga ketahanan komunikasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital menuju visi Indonesia Emas 2045,” tulis pihak Komdigi yang dikutip dari halaman resmi Kementerian Komdigi, Rabu (22/10/2025).
Komdigi Ajak Semua Pihak Kolaborasi
Tak berhenti di situ, Komdigi juga secara resmi mengajak semua pihak, mulai dari operator telekomunikasi, penyedia layanan satelit, industri penerbangan, produsen perangkat, akademisi, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif.
Kemudian, para pemangku kepentingan tersebut dapat menyampaikan pandangan kritis mereka seputar peluang teknis, kebutuhan spektrum, model bisnis, maupun kebijakan pendukung teknologi tersebut. Seluruh masukan itu mereka kirimkan melalui e-mail ke alamat [email protected] dan [email protected] paling lambat 9 November 2025.
Mirip Banget Sama Starlink-nya Elon Musk!
Sebagai perbandingan, layanan internet Starlink milik Elon Musk yang sudah terkenal itu ternyata lebih dulu merancang teknologi serupa dengan nama layanan Direct to Cell. Kemudian, fitur ini memungkinkan layanan satelit Starlink terhubung langsung ke smartphone biasa. Artinya, ponsel Anda bisa langsung terkoneksi ke satelit tanpa harus menggunakan layanan internet dari operator seluler konvensional.
Bahkan, kabar baiknya, Anda tidak perlu lagi memesan Starlink kit (yang terdiri dari antena penangkap sinyal satelit dan WiFi Router) hanya untuk mencicipi layanan Starlink langsung di ponsel, seperti yang selama ini menjadi kendala. Pada akhirnya, pengguna smartphone nantinya bisa dengan leluasa bertukar pesan teks (SMS), menelepon, berselancar di internet, dan terhubung ke perangkat Internet of Things (IoT) dari mana saja!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










