Dentmas.id – Konsumen setia Xiaomi di seluruh dunia, bersiaplah untuk merogoh kocek lebih dalam mulai tahun depan! Pasalnya, Presiden Xiaomi, Lu Weibing, secara terang-terangan mengonfirmasi bahwa harga berbagai model smartphone andalan mereka dipastikan akan melambung tinggi. Kemudian, lonjakan harga chip memori di pasar global menjadi biang kerok utama dari keputusan ini. Selain itu, permintaan gila-gilaan terhadap komponen ini tiba-tiba meroket tajam karena banyak perusahaan teknologi kini sedang berlomba-lomba membangun server kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, produsen raksasa seperti Samsung pun mulai mengalihkan fokus produksinya dari chip ponsel biasa ke memori berbandwidth tinggi yang khusus untuk AI. Oleh karena itu, pergeseran drastis dalam rantai pasok inilah yang akhirnya memaksa Xiaomi untuk memberi peringatan dini tentang kenaikan harga produk-produk mereka.

Tekanan Gila-Gilaan, Harga Dipastikan Meroket
Tekanan dari kenaikan harga chip ini benar-benar membuat Xiaomi kesulitan untuk menahan harga jual smartphone mereka.
Selanjutnya, Presiden Xiaomi, Lu Weibing, dengan jelas menyebutkan bahwa para konsumen kemungkinan besar akan merasakan sendiri kenaikan harga ritel yang cukup signifikan. Hal ini terjadi karena sebagian dari beban biaya produksi yang membengkak memang harus dialihkan kepada harga akhir perangkat.
Namun demikian, menurut Weibing, langkah penyesuaian harga saja ternyata tidak cukup untuk menutup seluruh tekanan biaya yang semakin meningkat itu.
Sebagai informasi, peringatan tentang kenaikan harga ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali dilayangkan. Sebelumnya, bulan lalu, Weibing juga sudah menyinggung betapa tajamnya lonjakan harga memori yang akhirnya membuat perusahaan mereka sangat kesulitan untuk mempertahankan harga jual smartphone.
Lebih lanjut, situasi ini semakin mencuat ke permukaan setelah banyak pengguna mulai mengeluhkan harga awal dari seri Redmi K90.
Kenaikan Berapa Persen? Masih Jadi Misteri!
Meskipun sudah memberikan peringatan secara terbuka, Weibing ternyata belum merinci secara spesifik berapa persen besar kenaikan harga smartphone Xiaomi yang akan diterapkan pada 2026 nanti.
Tidak hanya itu, pihaknya juga belum menjelaskan apakah penyesuaian harga itu nantinya akan bersifat global, termasuk untuk pasar Indonesia yang sangat besar, atau justru hanya terbatas di beberapa region tertentu saja.
Informasi detail mengenai hal ini masih ditutup rapat-rapat.
Kinerja Xiaomi Tetap Solid di Tengah Badai Kenaikan Harga
Yang cukup mengejutkan, di tengah segala tantangan dan tekanan biaya komponen yang mencekik ini, performa bisnis Xiaomi justru menunjukkan tren yang sangat positif.
Sebagai bukti, laporan terbaru dari firma riset ternama, Omdia, berhasil mencatat bahwa Xiaomi justru berhasil mengirimkan sebanyak 43,4 juta unit ponsel pada kuartal III 2025. Angka ini kemudian tumbuh 1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hebatnya lagi, dengan pangsa pasar global yang mencapai 14 persen, Xiaomi berhasil menduduki posisi ketiga sebagai produsen smartphone terbesar di seluruh dunia.
Posisi pertama tentu saja masih ditempati oleh Samsung dengan pengiriman fantastis mencapai 60,6 juta unit (setara 19 persen pasar), yang kemudian disusul oleh Apple dengan 56,5 juta unit (18 persen).
Sementara itu, dua vendor lain, yaitu Transsion dan Vivo, harus puas menempati posisi keempat dan kelima dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 9 persen.
Jadi, meski harga diprediksi naik, minat pasar terhadap Xiaomi ternyata tidak surut.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










