Dentmas.id – Pernahkah Anda membayangkan, aktivitas mencuci piring yang setiap hari Anda lakukan ternyata bisa menghasilkan uang? Nah, seorang perempuan baru saja membuktikannya! Video seorang wanita yang asyik mencuci piring sambil direkam pakai ponsel yang dipasang di tripod, belakangan ini mendadak viral dan membanjiri linimasa media sosial. Warganet pun langsung dibuat penasaran. Apa sebenarnya yang sedang terjadi?
Ternyata, video unik tersebut berasal dari akun Instagram milik Itha Siburian Pandjaitan, yang lebih dikenal dengan handle @mamakngebolang. Dengan percaya diri, ia pun mengungkap fakta mengejutkan di balik rekamannya. Menurutnya, banyak orang sebelumnya tidak percaya bahwa kegiatan mencuci piring biasa bisa mendatangkan cuan dalam bentuk dolar. Lantas, siapa sebenarnya pihak yang berani membayarnya?
Bukan Instagram, melainkan perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi dalang di balik bayaran tersebut. Itha pun dengan gamblang menjelaskan, “Ini bukan IG yang bayar, tapi perusahaan AI,” ujarnya dalam video yang langsung menyedot perhatian publik tersebut.
Bukan Sekadar Cuci Piring, Tapi Pelatihan Canggih AI

Sekilas, memang aktivitas yang Itha lakukan tampak seperti pekerjaan rumah tangga biasa yang tidak istimewa. Namun, jangan tertipu! Setiap gerakan mencuci piring yang ia lakukan ternyata direkam dengan tujuan mulia: membantu melatih kecerdasan buatan. Perusahaan AI yang dimaksud Itha adalah platform bernama Mindrift. Mindrift sendiri merupakan layanan crowdsourcing yang secara aktif merekrut banyak orang untuk melatih model AI dan robot humanoid melalui berbagai aktivitas sehari-hari yang sederhana.
Fenomena langka ini secara terang-terangan memperlihatkan bagaimana sebuah profesi baru bernama AI trainer atau pelatih AI mulai menjamur dan dilirik di berbagai belahan dunia. Semakin pesat perkembangan chatbot AI dan robot humanoid saat ini, semakin besar pula kebutuhan akan para pelatih AI yang harus “diajari” agar benar-benar memahami perilaku manusia secara alami.
Berdasarkan laporan dari CBS News, perusahaan-perusahaan AI saat ini tengah sibuk merekrut banyak orang dengan latar belakang berbeda. Mereka semua dibutuhkan untuk membantu melatih AI agar menjadi lebih pintar dan terasa lebih manusiawi dalam berinteraksi nantinya.
Bukan Cuma Programmer, Siapa Saja Bisa Jadi Pelatih AI!
Menariknya, profesi AI trainer ini sama sekali tidak hanya membutuhkan insinyur atau programmer. Perusahaan AI modern kini dengan gencar mencari penulis skenario, dokter, pengacara, editor foto, musisi, hingga para penggemar hobi tertentu untuk membantu mengajari AI. Bayangkan, keahlian unik Anda pun mungkin sangat berharga!
Lalu, apa saja tugas seorang AI trainer? Mereka bertanggung jawab menilai jawaban chatbot, membuat prompt yang efektif, memperbaiki kesalahan AI, hingga mengajarkan gaya komunikasi yang lebih manusiawi. Dalam kasus robot humanoid yang lebih kompleks, para AI trainer bahkan diminta untuk merekam aktivitas sehari-hari. Mulai dari memasak, melipat pakaian, menyapu rumah, hingga yang paling viral: mencuci piring. Setiap data video tersebut kemudian akan dipakai AI untuk mempelajari gerakan tubuh manusia secara detail dan presisi.
Banyak Platform, Banyak Peluang!
Selain Mindrift, saat ini sudah bermunculan banyak platform lain yang menawarkan pekerjaan sebagai AI trainer dan AI tutor. Beberapa yang paling populer antara lain Outlier AI, Toloka, Scale AI, DataAnnotation, hingga Remotasks. Platform-platform inovatif tersebut umumnya merekrut pekerja lepas untuk membantu melatih model AI milik perusahaan teknologi besar dunia.
Tugas yang mereka berikan pun sangat beragam dan tidak membosankan. Anda bisa diminta menulis artikel, memberi penilaian pada jawaban AI, melatih AI coding, hingga merekam aktivitas fisik untuk robot humanoid. Yang lebih mencengangkan lagi, sebagian platform ini bahkan menawarkan bayaran yang sangat tinggi! CBS News melaporkan bahwa pekerjaan AI trainer rata-rata dibayar sekitar 105 dolar AS per jam. Jika dikonversi, itu sekitar Rp 1,7 juta per jam! Untuk bidang tertentu yang lebih spesifik seperti psikiatri, bayarannya bisa mencapai 350 dolar AS per jam atau sekitar Rp 5,7 juta. Fantastis, bukan?
Penulis Hollywood Juga Turun Tangan
Salah satu AI trainer yang sempat diwawancarai CBS News adalah penulis skenario Hollywood terkenal, Robin Palmer. Ia mengaku bekerja sekitar 30 jam per minggu untuk membantu chatbot menghasilkan tulisan kreatif yang jauh lebih baik. Palmer menggambarkan proses tersebut seperti sedang membimbing seorang penulis pemula yang penuh potensi. “Anda melihat hasil tulisannya dan bertanya, apakah struktur ceritanya sudah benar? Lalu Anda bimbing dia,” ujar Palmer.
CEO perusahaan perekrut AI bernama Mercor, Brendan Foody, juga turut angkat bicara. Menurutnya, perusahaan AI kini membutuhkan semakin banyak orang dengan keahlian spesifik dan unik. “Kami merekrut semua orang, mulai dari juara catur sampai penggemar wine,” kata Foody dengan antusias. Artinya, tidak ada latar belakang yang sia-sia di mata perusahaan AI saat ini!
AI Ciptakan Profesi Baru, Tapi Ada Kekhawatiran
Fenomena merebaknya profesi AI trainer ini dengan gamblang memperlihatkan bagaimana AI tidak hanya menggeser pekerjaan manusia, tetapi juga secara aktif menciptakan profesi baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Laporan LinkedIn menunjukkan bahwa AI ikut berkontribusi menciptakan sekitar 640.000 pekerjaan baru di Amerika Serikat dalam periode 2023 hingga 2025. Jumlah yang sangat signifikan untuk sebuah teknologi yang masih terbilang baru.
Namun, di sisi lain, muncul pula kekhawatiran yang tak terelakkan. Banyak pihak merasa was-was bahwa orang-orang yang saat ini melatih AI sebenarnya sedang membantu teknologi yang suatu hari nanti justru bisa menggantikan pekerjaan mereka sendiri. Kekhawatiran semacam ini memang bukan isapan jempol belaka. Sebelumnya, isu serupa sempat menjadi bahan perdebatan panas dan memicu aksi mogok besar-besaran pekerja Hollywood pada tahun 2023 terkait penggunaan AI di industri hiburan. Apakah Anda siap menjadi pelatih robot yang kelak bisa menggantikan Anda? Atau justru melihatnya sebagai peluang emas yang tidak boleh dilewatkan? Saatnya Anda yang memutuskan!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










