Dentmas.id – Dalam langkah yang benar-benar mengejutkan publik, NASA akhirnya melonggarkan aturan ketat mereka soal gadget pribadi. Bayangkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, para astronot secara resmi mendapatkan izin membawa iPhone dan smartphone modern lainnya dalam misi luar angkasa. Bahkan, mereka akan membawa gawai canggih ini hingga ke orbit Bulan! Keren banget, kan?
Pengumuman penting ini datang langsung dari Administrator NASA, Jared Isaacman, melalui akun media sosial X miliknya. Dengan penuh semangat, ia menjelaskan bahwa kebijakan segar ini merupakan bagian dari upaya besar badan antariksa tersebut untuk memberikan alat dokumentasi yang lebih relevan dan personal kepada para kru. NASA paham banget kalau zaman sekarang semuanya serba digital dan instan.
Dengan adanya iPhone di tangan para astronot, mereka punya kesempatan emas untuk menangkap momen-momen spesial dengan cara yang jauh lebih spontan. Mereka dapat mengabadikan pengalaman tak terlupakan bagi keluarga di Bumi. Lebih dari itu, publik dunia pun berpotensi mendapatkan foto dan video luar angkasa yang super inspiratif, langsung dari sudut pandang pribadi sang penjelajah bintang.
Jared Isaacman memastikan bahwa penerapan kebijakan kekinian ini akan dimulai pada dua misi besar, yaitu misi Crew-12 dan misi bersejarah Artemis II. Ini bukan sekadar wacana, guys!
Ngomongin soal SpaceX Crew-12, misi ini merupakan penerbangan berawak hasil kolaborasi epik antara NASA dan SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk. Mereka bekerja sama dalam program Commercial Crew. Misi yang menggunakan kapsul Crew Dragon dan roket Falcon 9 ini sebenarnya sudah diluncurkan pada 13 Februari lalu. Crew-12 sendiri merupakan bagian dari misi rutin pengiriman astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), tetapi kali ini membawa angin segar dengan aturan gadget yang baru.
Sementara itu, Artemis II menjadi primadona dalam kabar ini. Sebagai penerbangan berawak pertama dalam program Artemis, misi ini menjadi langkah raksasa dalam upaya umat manusia kembali ke Bulan. Keberhasilannya nanti akan membuka jalan bagi misi-misi ambisius berikutnya, termasuk perjalanan ke Mars. Pihak NASA telah menjadwalkan perjalanan epik Artemis II dimulai pada 6 Maret 2026. Bisa dibayangkan dong, betapa serunya melihat dokumentasi perjalanan ke Bulan yang direkam dengan iPhone?
Saatnya NASA Menengok ke Belakang dan Mengubah Aturan Lama
Selama puluhan tahun, NASA memang selalu mengandalkan kamera profesional untuk mendokumentasikan setiap kegiatan di luar angkasa. Untuk misi Artemis II misalnya, perangkat yang sebelumnya disetujui hanyalah kamera DSLR Nikon lawas keluaran 2016 dan beberapa kamera GoPro generasi lama. Jadul banget, kan?
Namun, dengan restu baru untuk iPhone ini, para astronot kini berpotensi merekam visual luar angkasa dengan cara yang lebih personal dan tentu saja spontan. Meskipun kita semua paham, kualitas kamera iPhone tidak akan bisa menandingi hasil foto menakjubkan dari teleskop raksasa seperti James Webb Space Telescope. Akan tetapi, kamera smartphone modern dinilai sudah lebih dari cukup mumpuni untuk menangkap fenomena langit yang indah dan aktivitas seru di dalam stasiun luar angkasa. Hasil jepretannya pasti bakal hits di media sosial!
Hingga saat ini, NASA memang belum merinci model iPhone mana yang akan menemani para astronot bertualang. Namun yang jelas, setiap perangkat harus melalui proses pengujian yang super ketat. Tujuannya jelas, yakni untuk memastikan perangkat tersebut memenuhi standar keselamatan penerbangan luar angkasa yang tidak main-main.
Dalam pernyataannya, Isaacman juga mengungkapkan bahwa keputusan besar ini memaksa NASA untuk meninjau ulang prosedur persetujuan perangkat mereka. Selama ini, proses sertifikasi terkenal sangat ketat dan panjang. Biasanya, prosesnya melibatkan serangkaian uji keselamatan, uji kompatibilitas dengan peralatan pesawat, hingga uji ketahanan terhadap kondisi ekstrem di luar angkasa. Namun, kali ini NASA berusaha mempercepat proses tersebut demi mengadopsi perangkat keras modern, seperti yang dilansir dari SlashGear.
Bukan Cuma iPhone! Tiga HP Ini Jagoan Luar Angkasa Sebelumnya
Mungkin banyak yang mengira ini pertama kalinya iPhone terbang ke luar angkasa. Eits, tunggu dulu! Ternyata, sejarah mencatat iPhone sudah pernah menjajal kerasnya luar angkasa jauh sebelumnya.
Pada tahun 2011 silam, dua unit iPhone 4 setia menemani Kapten Chris Ferguson dan awak pesawat ulang-alik Atlantis NASA lainnya dalam misi ke ISS. Kala itu, smartphone bikinan Apple ini sudah dibekali aplikasi khusus bernama “SpaceLab for iOS”. Aplikasi canggih ini merupakan hasil rancangan Odysey Space Research, sebuah perusahaan teknik yang berbasis di Houston, Amerika Serikat.
Dengan bantuan aplikasi tersebut, para astronot berhasil melakukan serangkaian eksperimen menarik. Salah satunya, mereka memotret rangkaian foto garis pantai Bumi dari ketinggian. Selain itu, mereka juga memanfaatkan iPhone 4 untuk mendapatkan data akurat tentang posisi dan kecepatan pesawat di orbit. Keren, ya!
Selain iPhone, Google Nexus S juga tercatat pernah menjadi teman setia astronot di luar angkasa. Ponsel yang dirilis pada tahun 2011 ini digunakan untuk menambah kemampuan satelit dan meningkatkan kualitas komunikasi antara Bumi dengan luar angkasa.
Bukan hanya itu, NASA bahkan pernah meluncurkan tiga ponsel HTC Nexus One ke orbit Bumi pada April 2013. Saat itu, ketiga ponsel ini menjadi bagian dari program satelit eksperimental berbiaya rendah. Mereka memodifikasi ponsel-ponsel tersebut dan menjadikannya satelit mini yang diberi nama PhoneSat. Ketiganya mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 150 mil, dan akhirnya terbakar saat kembali memasuki atmosfer setelah dua pekan bertualang.
Dalam misi unik ini, HTC Nexus One yang menjalankan sistem operasi Android, dibungkus rapi dalam kubus logam berukuran empat inci. PhoneSat ini bertugas mengambil foto-foto Bumi dan secara berkala mengirimkan pesan radio ke stasiun Bumi. Tujuan utama misi eksperimen ini adalah untuk menguji kemampuan ponsel komersial, apakah bisa dijadikan “otak” bagi satelit masa depan. Pada akhirnya, misi ini membuktikan bahwa satelit yang harganya jauh lebih terjangkau bisa dibangun dari komponen sehari-hari.
Kini, kebijakan terbaru NASA menjadi tonggak sejarah yang sangat penting. Untuk pertama kalinya, smartphone modern mendapatkan izin resmi sebagai bagian dari perlengkapan dokumentasi utama dalam misi NASA. Bukan lagi sebagai eksperimen, tetapi sebagai alat kerja sehari-hari para astronot.
Dengan adanya kebijakan revolusioner ini, publik dunia berpotensi menyaksikan dokumentasi luar angkasa dengan sudut pandang yang jauh lebih personal. Kita mungkin akan melihat vlog-vlog seru langsung dari orbit Bumi, atau bahkan video perjalanan menuju Bulan yang direkam dengan gaya yang sama seperti konten kreator di Bumi. Siap-siap terpukau dengan konten luar angkasa yang lebih dekat dan manusiawi!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










