dentmas.id
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
  • Home
  • Tutorial
  • News
  • Aplikasi
  • Game
No Result
View All Result
  • Home
  • Tutorial
  • News
  • Aplikasi
  • Game
No Result
View All Result
dentmas.id
No Result
View All Result
Home Technologi

Sukses Menguasai Pasar Domestik, Huawei Akui Belum Mampu Penuhi Permintaan Chip AI

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
Oktober 2, 2026
in Technologi
0
Sukses Menguasai Pasar Domestik, Huawei Akui Belum Mampu Penuhi Permintaan Chip AI
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dentmas.id – Raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei, mendadak menggegerkan jagat kecerdasan buatan (AI) global lewat pengumuman yang sangat percaya diri. Tanpa ragu, manajemen Huawei mengeklaim bahwa akselerator AI buatan mereka, yaitu lini produk seri Ascend, kini berhasil merebut dominasi dan melibas pangsa pasar Nvidia di daratan China. Chairman Huawei, Eric Xu, melontarkan pernyataan mengejutkan ini secara terbuka saat memimpin sesi tanya jawab bersama awak media dan para analis industri.

Kendati ia tidak membeberkan persentase angka secara rinci, Xu merasa sangat yakin bahwa peta kekuatan akselerator AI di Tiongkok telah berubah total. “Kami memang mengakui betapa sulitnya menghimpun data pasti mengenai pangsa pasar Nvidia di Tiongkok, tetapi hasil kalkulasi data internal kami menunjukkan bahwa pemakaian chip Ascend sudah melampaui Nvidia,” tegas Eric Xu dengan nada penuh optimisme. Lebih jauh lagi, ia menggarisbawahi hadirnya dorongan sentimen nasionalisme yang amat kuat dari masyarakat Tiongkok untuk segera memutus ketergantungan pada komponen impor buatan Barat.

RELATED POSTS

Table of Contents

Toggle
    • PANDI Bentuk AI SIRT, Wadah Aduan dan Penanganan Insiden Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan
    • Atasi Risiko AI Agent di Tempat Kerja, F5 Hadirkan Layanan Workforce AI Security
  • Belum Bisa Penuhi Seluruh Permintaan di China
  • Tembok Ekosistem Software dan Terobosan DeepSeek

PANDI Bentuk AI SIRT, Wadah Aduan dan Penanganan Insiden Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan

Atasi Risiko AI Agent di Tempat Kerja, F5 Hadirkan Layanan Workforce AI Security

Pernyataan tajam dari jajaran petinggi Huawei ini tentu tidak muncul begitu saja di ruang hampa, melainkan dipicu oleh memanasnya tensi perang dingin teknologi antara Amerika Serikat dan China. Keputusan tegas Pemerintah AS di bawah era kepemimpinan Donald Trump yang memperketat aturan lisensi ekspor chip AI kelas atas besutan Nvidia dan AMD pada April 2025 menjadi pemantik utamanya. Kendati regulator AS sempat melonggarkan beberapa klausul pembatasan tersebut pada musim panas tahun yang sama, gejolak kekhawatiran di industri domestik Tiongkok sudah terlanjur membara.

Demi menjaga kesinambungan bisnis ekspor, pemerintah Negeri Paman Sam bahkan secara tak terduga mulai mengizinkan Nvidia untuk menjual akselerator H200—yang memiliki performa jauh lebih bertenaga—kepada daftar pelanggan China yang telah lolos verifikasi khusus pada penghujung tahun 2025.

Namun demikian, aksi pengetatan awal dari Washington tersebut terlanjur menyulut kekhawatiran yang sangat mendalam di kalangan pengembang AI Tiongkok terkait masa depan pasokan chip asing. Sebagai langkah antisipasi strategis, Pemerintah China langsung menginstruksikan para pengelola pusat data (data center) nasional untuk segera menghentikan ketergantungan pada produk buatan luar negeri dan mulai beralih menggunakan akselerator produksi dalam negeri.

Imbas nyata dari pergeseran peta politik ini terlihat sangat jelas dalam dokumen laporan kinerja keuangan resmi Nvidia. Pihak manajemen Nvidia sendiri mengakui bahwa proses pengiriman chip H200 ke konsumen di China memang sudah berjalan dalam skala yang sangat terbatas. Akan tetapi, kontribusi dari penjualan chip tersebut terbukti sangat minim karena hanya menyumbang kurang dari 1 persen terhadap total pendapatan lini bisnis data center Nvidia di seluruh dunia.

Belum Bisa Penuhi Seluruh Permintaan di China

Kendati mengeklaim telah sukses menumbangkan dominasi Nvidia di pasar lokal, Huawei rupanya masih harus menghadapi satu masalah yang sangat pelik. Eric Xu secara jujur mengungkapkan bahwa fasilitas pabrik Huawei saat ini belum memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk mengimbangi lonjakan permintaan chip yang melimpah di China. “Kami harus berterus terang bahwa kami belum memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pasar di Tiongkok,” ujar Xu secara terbuka.

Karena keterbatasan kapasitas manufaktur tersebut, pihak manajemen Huawei mengambil langkah tegas dengan menerapkan skala prioritas utama. Perusahaan memilih untuk memfokuskan alokasi chip Ascend bagi para pelanggan besar di Tiongkok yang membutuhkan kapasitas pemrosesan komputasi paling mendesak. Akibatnya, Huawei terpaksa menahan ambisi mereka untuk melakukan ekspansi bisnis secara besar-besaran ke pasar internasional.

Untuk melayani pasar di luar Tiongkok, Huawei saat ini hanya menyalurkan chip AI mereka kepada segelintir pelanggan terpilih dalam jumlah yang sangat terbatas. Eric Xu bahkan menegaskan kembali bahwa perusahaan sama sekali belum menyusun rencana untuk memperluas penetrasi pasar internasional secara penuh dalam waktu dekat ini.

Kondisi tersebut pada akhirnya membuat lini chip Ascend untuk saat ini lebih banyak memosisikan diri sebagai solusi alternatif utama sekaligus tulang punggung bagi pasar domestik China.

Jika kita meninjau dari sudut pandang spesifikasi teknis murni, kemampuan pemrosesan NPU (Neural Processing Unit) terbaru buatan Huawei memang diakui masih berada satu tingkat di bawah keunggulan akselerator besutan Nvidia maupun AMD. Walau demikian, para insinyur genius Huawei berusaha keras menutupi celah performa tersebut melalui strategi penggabungan skala penerapan yang sangat masif. Saat ini, Huawei tengah sibuk mengembangkan proyek Atlas 950 SuperCluster yang menyatukan sebanyak 256.000 kartu akselerator sekaligus. Lebih canggih lagi, arsitektur terbaru Huawei ini dirancang khusus untuk menopang proses pelatihan (training) serta inferensi model AI raksasa berukuran hingga triliunan parameter, serta mampu dikembangkan hingga menghubungkan satu juta unit NPU secara terintegrasi.

Menurut pandangan analisis Eric Xu, meskipun chip buatan Huawei mungkin belum selangkah lebih maju dibanding produk para pesaing globalnya, faktor jaminan kepastian pasokan menjadi keunggulan paling krusial yang sangat dibutuhkan oleh industri kecerdasan buatan Tiongkok saat ini.

Tembok Ekosistem Software dan Terobosan DeepSeek

Selain urusan kapasitas pabrik, tantangan berat lainnya yang harus ditaklukkan Huawei dalam mengembangkan chip Ascend adalah masalah ekosistem perangkat lunak (software). Chief Scientist Huawei HiSilicon, Liao Heng, menceritakan bahwa dua tahun lalu pihaknya menghadapi tembok penghalang software yang sangat tebal akibat ketergantungan para peneliti AI pada pustaka PyTorch yang berjalan di atas platform CUDA milik Nvidia. Kondisi dominasi mutlak ini populer dengan sebutan CUDA moat, yakni keunggulan ekosistem software Nvidia yang membuat para pengembang sangat sulit berpindah ke chip buatan produsen lain.

Namun demikian, Liao Heng menegaskan bahwa situasi yang membentengi persaingan tersebut telah berubah secara drastis dalam kurun waktu 18 bulan terakhir. Perubahan cepat pada arsitektur model AI mendorong para pengembang untuk mulai beralih menggunakan pendekatan baru bernama mega-kernel-style programming. Menurut penuturan Liao, lembaga riset serta laboratorium AI terdepan di dunia kini tidak lagi menganggap eksklusivitas CUDA sebagai sebuah keharusan mutlak.

Pergeseran tren pemrograman tersebut secara otomatis membantu mengikis hambatan software bagi akselerator AI seperti seri Ascend. Salah satu bukti konkretnya ditunjukkan oleh startup AI fenomenal, DeepSeek, yang dilaporkan telah mengandalkan chip buatan Huawei selama lebih dari satu tahun. Bahkan, DeepSeek secara aktif telah merilis berbagai koleksi perangkat lunak pendukung secara terbuka guna mempermudah laboratorium AI lain dalam mengoperasikan akselerator Ascend ciptaan Huawei ini.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Continue Reading
Tags: Teknologi
ShareTweetPin
felixhendy555@gmail.com

[email protected]

Related Posts

PANDI Bentuk AI SIRT, Wadah Aduan dan Penanganan Insiden Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan

PANDI Bentuk AI SIRT, Wadah Aduan dan Penanganan Insiden Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan

by [email protected]
Oktober 3, 2026
0

Dentmas.id - Selama ini, masyarakat hanya mengenal Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sebatas lembaga yang mengurusi pendaftaran alamat situs...

Atasi Risiko AI Agent di Tempat Kerja, F5 Hadirkan Layanan Workforce AI Security

Atasi Risiko AI Agent di Tempat Kerja, F5 Hadirkan Layanan Workforce AI Security

by [email protected]
Oktober 3, 2026
0

Dentmas.id - Raksasa teknologi global F5 mendadak menggegerkan dunia korporasi setelah mereka resmi merilis sistem pertahanan digital mutakhir bernama Workforce...

Riset AlScN China Sukses Tingkatkan Ketahanan Chip Memori Hingga 100 Kali Lipat

Riset AlScN China Sukses Tingkatkan Ketahanan Chip Memori Hingga 100 Kali Lipat

by [email protected]
Oktober 2, 2026
0

Dentmas.id - Komunitas teknologi global mendadak gempar setelah sekelompok peneliti berbakat asal China secara mengejutkan berhasil menemukan racikan material revolusioner...

Era Baru Logistik Udara: Pesawat Kargo Airbus A350F Sukses Rampungkan Uji Terbang Perdana

Era Baru Logistik Udara: Pesawat Kargo Airbus A350F Sukses Rampungkan Uji Terbang Perdana

by [email protected]
Oktober 2, 2026
0

Dentmas.id - Industri penerbangan global mendadak heboh setelah raksasa manufaktur pesawat asal Eropa, Airbus, berhasil menuntaskan penerbangan perdana untuk armada...

Dinilai Belum Aman, OpenAI Banting Setir Batal Luncurkan GPT-6.1 Astra

Dinilai Belum Aman, OpenAI Banting Setir Batal Luncurkan GPT-6.1 Astra

by [email protected]
Oktober 1, 2026
0

Dentmas.id – Jagat teknologi global guncang setelah OpenAI secara mengejutkan membatalkan peluncuran model kecerdasan buatan (artificial intelligence) terbarunya, GPT-6.1 Astra....

Next Post
Waspada Trojan RatHat: Malware Android Berbasis AI yang Mampu Ambil Alih Perangkat

Waspada Trojan RatHat: Malware Android Berbasis AI yang Mampu Ambil Alih Perangkat

Apple Kaji Penggunaan Agen AI untuk Gantikan 5.000 Tenaga Kerja Divisi Support

Apple Kaji Penggunaan Agen AI untuk Gantikan 5.000 Tenaga Kerja Divisi Support

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

PANDI Bentuk AI SIRT, Wadah Aduan dan Penanganan Insiden Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan

PANDI Bentuk AI SIRT, Wadah Aduan dan Penanganan Insiden Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan

Oktober 3, 2026
Bantu Awasi Anak, WhatsApp Luncurkan Fitur Kontrol Orang Tua untuk Akun Remaja

Bantu Awasi Anak, WhatsApp Luncurkan Fitur Kontrol Orang Tua untuk Akun Remaja

Oktober 3, 2026
  • 596 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Ini Cara akses mikrotik routerOS (selain winbox)

    Ini Cara akses mikrotik routerOS (selain winbox)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Snapshot Data: Solusi Keren untuk Jaga Data Kamu!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Simbol 5G, LTE, 4G, H+, 3G, G di Sinyal HP, Ini Maknanya untuk Pengalaman Internet Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Strategi Kemkomdigi 2026: Fokus pada Tiga Pilar Digital untuk Wujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tutorial reset mikrotik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft
dentmas

Dentmas.id adalah portal informasi digital yang menyajikan berbagai konten edukatif, informatif, dan menghibur. Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan pembaca akan berita terkini, panduan praktis, serta ulasan teknologi dan hiburan yang relevan dengan perkembangan zaman.

CATEGORY

  • ai
  • Aplikasi
  • Esports
  • Game
  • News
  • rekomendasi
  • Review
  • Technologi
  • Tutorial
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Partner Kita

aatoto
Mposakti
MOTOSLOT
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Dentmas.id

No Result
View All Result
  • Homepages
  • Tutorial
  • News
  • Aplikasi
  • Game

© 2025 Dentmas.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In