JAKARTA, Dentmas.id – Geger! Dua raksasa telekomunikasi Indonesia akhirnya menyatukan kekuatan. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) bersama MyRepublic Indonesia secara resmi melebur jadi satu entitas anyar bernama MoraRepublic. Proses merger ini pun kita saksikan bersama pada Kamis (23/4/2026).
Keputusan besar ini bukan sekadar gosip bisnis biasa, melainkan langkah berani yang dirancang untuk memperkuat infrastruktur sekaligus mendongkrak layanan digital di seluruh tanah air. Dengan kata lain, kolaborasi ini menjadi tamparan keras bagi para kompetitor.
Baca Juga: Microsoft Resmi Ganti CEO LinkedIn, Daniel Shapero Naik Tahta Gantikan Ryan Roslansky
Pertanyaannya, apa yang membuat merger ini begitu istimewa? Jawabannya sederhana: penggabungan ini secara cerdik memadukan keunggulan Moratelindo sebagai pemilik jaringan backbone serat optik yang masif dengan keahlian MyRepublic Indonesia dalam menghadirkan layanan internet fiber-to-the-home (FTTH) untuk pelanggan rumahan. Hasilnya? Sebuah ekosistem digital yang utuh dari pusat hingga ke rumah-rumah warga.
Berkat integrasi ini, perusahaan baru tersebut memiliki rantai layanan yang jauh lebih lengkap. Jadi, tidak ada lagi celah antara jaringan inti dan konektivitas langsung ke pengguna. Semua terhubung mulus!
“Kami Kini Lebih Kuat!” Teriak Dirut MoraRepublic
Direktur Utama MoraRepublic, Timotius M. Sulaiman, dengan penuh semangat mengungkapkan bahwa integrasi ini secara signifikan akan memperkuat kapasitas perseroan dalam menyediakan layanan digital yang lebih luas dan terpercaya. Menurutnya, era baru konektivitas Indonesia telah tiba.
“Dengan berdirinya MoraRepublic, kami berada pada posisi yang lebih jauh lebih kuat untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan infrastru. Alhasil, kami dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, lebih andal, dan menjangkau lebih banyak daerah,” ujarnya melalui situs resmi MoraRepublic. Transisi ini, sambungnya, menjawab kerinduan pasar akan solusi internet yang holistik.
Baca Juga: Live Chats Resmi Hadir di Threads, Solusi Ngobrol Bareng Sesama Penggemar di Tengah Kemeriahan Event
Tak hanya itu, dari kubu pemegang saham pun optimisme meluap-luap. Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, L. Krisnan Cahya, menilai bahwa merger ini bukanlah peristiwa biasa. Ia menyebutnya sebagai tonggak penting dalam memperkuat fondasi digital nasional. “MoraRepublic adalah langkah strategis untuk memperkokoh fondasi infrastruktur digital Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Komisaris Utama Independen, Arsjad Rasjid, juga angkat bicara. Menurutnya, penggabungan ini lahir sebagai respons cepat atas meningkatnya kebutuhan konektivitas di dalam negeri. Dengan demikian, proses ini sekaligus mendorong pengelolaan perusahaan yang lebih terintegrasi dan efisien. Efisiensi inilah yang pada akhirnya akan dinikmati oleh pelanggan.
Menggabungkan Pusat Data dan Jaringan Fiber Super Cepat
Sebelum bergabung, Moratelindo telah dikenal publik sebagai pemilik jaringan backbone serat optik yang membentang puluhan ribu kilometer. Mereka juga mengoperasikan sejumlah pusat data kelas kakap. Di sisi lain, MyRepublic Indonesia sukses membangun basis pelanggan ritel yang luas lewat layanan internet fiber di berbagai kota besar. Kisah sukses keduanya kini berpadu dalam ikatan MoraRepublic.
Kini, melalui entitas anyar ini, seluruh kekuatan tersebut tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, semua disatukan untuk menghadirkan layanan digital yang lebih terintegrasi dari sebelumnya. Tak berhenti di situ, MoraRepublic juga berambisi besar untuk memperluas jangkauan konektivitas hingga ke pelosok negeri.
Sebagai hasilnya, perusahaan ini secara agresif menargetkan peningkatan inklusi digital. Fokus utamanya adalah menghadirkan akses internet yang lebih merata dan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia. Bayangkan, koneksi cepat yang dulunya hanya dinikmati di perkotaan, segera menjangkau daerah-daerah terpencil!
Baca Juga: Mulai 2027, Setiap Ponsel yang Dijual di Eropa Harus Bisa Dilepas Baterainya oleh Pengguna
“Di dunia yang semakin terhubung ini, inovasi dan kolaborasi yang kuat merupakan harga mati. Itulah sebabnya kami terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi demi menghadirkan konektivitas yang benar-benar relevan,” tambah Timotius dengan nada optimistis.
Dengan resmi terbentuknya MoraRepublic, publik menaruh harapan besar. Perusahaan joint venture ini diprediksi bakal memainkan peran yang jauh lebih besar dalam mendukung transformasi digital nasional. Apalagi, kebutuhan akan infrastruktur telekomunikasi yang cepat dan andal kian meningkat dari hari ke hari. Kesimpulannya, masa depan konektivitas Indonesia kini berada di tangan MoraRepublic. Siap-siap merasakan bedanya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










