Dentmas.id – Carl Pei, pendiri sekaligus CEO Nothing, baru-baru ini membongkar fakta mengejutkan yang bikin industri gadget gempar. Menurut pengakuan pria yang juga ikon di balik merk Nothing ini, memori atau yang kita kenal sebagai RAM dan storage internal, sekarang menjelma menjadi komponen termahal dalam proses produksi smartphone.

Bahkan, Pei dengan tegas menyatakan bahwa harga memori saat ini sudah melampaui harga chipset yang selama ini kita kira sebagai “jantung” ponsel. Wah, ini benar-benar mengubah peta persaingan di industri ponsel global!
Biaya Memori Bisa Habiskan Lebih dari Separuh Total Material HP!
Melalui akun media sosial X miliknya (yang dulu bernama Twitter), Carl Pei membeberkan data mengejutkan beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan bahwa ongkos untuk RAM dan penyimpanan internal saat ini bisa menyedot lebih dari separuh total biaya material atau yang biasa disebut bill of materials (BOM) sebuah smartphone.
Coba bayangkan, dari seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membuat satu unit HP, lebih dari 50 persennya kini hanya untuk urusan memori! Ini fakta yang bikin kita tercengang dan sekaligus bertanya-tanya, kenapa bisa begitu parah?
Lonjakan Harga Mendadak Gila-gilaan: Dua Kali Lipat dalam Hitungan Bulan!
Yang lebih bikin geleng-geleng kepala lagi adalah kecepatan lonjakan harga memori ini. Pei mengungkapkan bahwa kenaikan terjadi begitu cepat dan drastis dalam beberapa bulan terakhir.
Saat Nothing tengah memproduksi smartphone Nothing Phone (4a) misalnya, biaya komponen memori sudah mengalami peningkatan dua kali lipat. Dan belum juga selesai pusing memikirkan kenaikan itu, setelah peluncuran produk, harga komponen memori kembali naik hingga dua kali lipat lagi!
Ini artinya dalam waktu yang sangat singkat, produsen HP harus menghadapi biaya memori yang meroket hingga 400 persen dari harga normal sebelumnya. Sungguh pukulan telak bagi para vendor ponsel!
AI Jadi Biang Kerok! Permintaan Menggunung Bikin Pasokan Seret
Lalu, apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama kenaikan harga memori yang menghebohkan ini? Carl Pei membeberkan bahwa pemicu utamanya adalah tingginya permintaan chip memori di industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perkembangan AI yang kian pesat membuat kebutuhan akan memori berkapasitas besar dan berkecepatan tinggi ikut melonjak drastis. Akibatnya, pasokan menjadi terbatas dan terjadi kelangkaan di tingkat global. Produsen smartphone pun kini harus bersaing sengit satu sama lain hanya untuk mendapatkan kuota dari para pemasok memori.
Dalam situasi seperti ini, vendor ponsel tidak lagi bisa seenaknya membeli komponen sesuai kebutuhan karena pasokan yang tersedia sangatlah terbatas. Akhirnya, mereka harus rela merogoh kocek lebih dalam dan membayar harga yang jauh lebih tinggi untuk mendapatkan memori yang mereka perlukan.
Dampaknya Terasa: Harga Ponsel Baru Melonjak Rp 1,8 Juta!
Tentu saja, kenaikan biaya komponen yang signifikan ini tidak mungkin ditelan mentah-mentah oleh produsen. Carl Pei menegaskan bahwa tren kenaikan biaya ini telah berdampak langsung pada harga jual smartphone baru di pasaran.
Sejak Februari 2026, banyak ponsel yang diluncurkan dengan harga sekitar 100 dollar AS lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya. Kalau kita konversi ke rupiah, lonjakan ini mencapai sekitar Rp 1,8 juta! Bayangkan, kita harus merogoh kocek lebih dalam hampir 2 juta rupiah hanya untuk mendapatkan HP generasi terbaru dibandingkan tahun lalu.
Pengamat Ikut Bicara: Biaya Produksi Naik 10-30 Persen!
Tidak hanya Carl Pei, sejumlah pengamat industri juga mencatat fenomena serupa. Mereka mengamati bahwa harga DRAM memang mengalami kenaikan tajam sepanjang 2026 yang dipicu oleh ledakan kebutuhan AI di berbagai sektor.
Para analis memperkirakan bahwa kenaikan biaya memori ini menambah biaya produksi smartphone sekitar 10 hingga 30 persen, tergantung pada spesifikasi perangkat. Semakin tinggi spesifikasi memori yang digunakan, tentu semakin besar pula persentase kenaikan biayanya.
Nothing Sudah Naikkan Harga, Vendor Lain Menyusul!
Nothing menjadi salah satu vendor yang sudah terpaksa menaikkan harga produknya akibat kondisi ini. Carl Pei memperkirakan bahwa tren kenaikan harga smartphone masih akan berlanjut apabila biaya komponen memori terus meningkat di masa mendatang.
Dengan kata lain, kita belum melihat titik akhir dari kenaikan harga ini. Produsen ponsel lain pun dipastikan akan mengikuti langkah Nothing untuk menyesuaikan harga jual produk mereka.
Saran Carl Pei: Jangan Tunda Beli HP Baru!
Melihat kondisi yang tidak menentu ini, Carl Pei memberikan saran penting bagi konsumen yang berencana mengganti ponsel. Ia menyarankan agar kita tidak menunda pembelian terlalu lama.
Menurut analisanya, menunggu lebih lama justru berpotensi membuat konsumen harus membayar harga yang lebih mahal di kemudian hari. Selain itu, konsumen juga bisa kehilangan berbagai program diskon dan promo menarik yang sebelumnya umum ditawarkan oleh produsen maupun peritel.
Era HP Murah Sudah Berakhir?
Dari pengakuan mengejutkan Carl Pei ini, kita bisa menyimpulkan bahwa industri smartphone sedang menghadapi badai kenaikan biaya produksi yang serius. Memori yang dulunya mungkin dianggap komponen pelengkap, kini telah menjadi bintang baru yang menentukan harga jual sebuah ponsel.
Ledakan kecerdasan buatan yang terjadi di mana-mana ternyata membawa konsekuensi yang tidak terduga bagi konsumen gadget. Harga HP yang semakin mahal tampaknya akan menjadi kenormalan baru yang harus kita terima.
Jadi buat kamu yang sedang menabung untuk membeli HP idaman, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk segera membeli sebelum harga terus melambung tinggi. Jangan sampai menyesal di kemudian hari karena harus merogoh kocek lebih dalam hanya karena menunda pembelian!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










