Dentmas.id – Bayangkan, uang sebesar Rp 36 triliun nyaris raib digondol para penjahat digital. Siapa yang berhasil menggagalkannya? Apple! Perusahaan raksasa teknologi itu dengan bangga mengumumkan bahwa mereka sukses mencegah transaksi penipuan senilai lebih dari 2,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 36 triliun) di App Store sepanjang 2025.
Lalu, dari mana angka fantastis ini berasal? Apple secara resmi memaparkan data tersebut dalam laporan keamanan App Store terbaru yang mereka rilis pekan ini. Bahkan, jika kita menarik napas sejenak dan melihat ke belakang, Apple telah menggagalkan total penipuan senilai lebih dari 11,2 miliar dolar AS selama enam tahun terakhir. Wow, angka yang sulit dibayangkan, bukan?
MODUS PENIPUAN YANG SEMAKIN LICIN
Apa saja sih modus penipuan yang coba dilancarkan? Apple menjelaskan bahwa transaksi penipuan di App Store umumnya berkaitan dengan kartu kredit curian, akun palsu, pembelian aplikasi ilegal, hingga manipulasi sistem pembayaran digital. Para penjahat cyber ternyata tidak pernah tidur.
Lebih mencengangkan lagi, pelaku kejahatan siber kini semakin sering memanfaatkan jaringan bot dan akun palsu untuk melakukan transaksi massal secara otomatis. Mereka seperti memiliki “pasukan robot” yang bekerja 24 jam non-stop untuk membobol sistem. Namun, Apple sigap menghadang.
“Wujudkan App Store yang aman dan terpercaya? Itu membutuhkan kewaspadaan dan dedikasi tanpa henti,” tegas Apple dalam laporannya. Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya mereka menangani keamanan.
BLOKIR MILIARAN AKUN PALSU! GILA, BUKAN?
Tidak hanya mencegah transaksi curang, mereka juga mengungkap fakta mengejutkan lainnya. Sepanjang 2025, mereka berhasil menggagalkan 1,1 miliar percobaan pembuatan akun pelanggan palsu. Coba bayangkan jumlah itu—hampir setara dengan sepertiga populasi India!
Selain itu, Apple turut menon-aktifkan lebih dari 40,4 juta akun pelanggan tambahan yang terindikasi melakukan penipuan atau penyalahgunaan sistem. Artinya, puluhan juta pelaku potensial sudah tidak bisa berkutik.
Beralih ke sisi pengembang, mereka dengan tegas menon-aktifkan sekitar 193.000 akun developer karena dugaan aktivitas penipuan. Mereka juga menolak lebih dari 138.000 pendaftaran developer baru yang mencurigakan. Bayangkan betapa ketatnya seleksi itu!
Namun, masih ada lagi yang lebih serius. Apple berhasil mendeteksi dan memblokir sekitar 28.000 aplikasi ilegal dari toko aplikasi bajakan. Aplikasi-aplikasi tersebut mencakup malware berbahaya, aplikasi judi online, konten pornografi, hingga versi bajakan dari aplikasi resmi App Store. Semuanya dihapus tanpa ampun!
Dalam sebulan terakhir saja, Apple mengklaim telah mencegah 2,9 juta upaya instalasi atau peluncuran aplikasi ilegal di luar App Store. Artinya, hampir 3 juta ancaman per bulan berhasil digagalkan. Luar biasa!
AI DIPAKAI UNTUK LAWAN PENIPU
Lalu, bagaimana mampu melakukan semua ini? Rahasianya ada pada kecerdasan buatan. mereka mengatakan lonjakan aplikasi berbasis AI justru turut membuat proses peninjauan aplikasi menjadi semakin kompleks. Ironis memang, tapi mereka beradaptasi dengan cepat.
Pada 2025, tim App Review Apple telah mengevaluasi lebih dari 9,1 juta pengajuan aplikasi. Dari jumlah raksasa tersebut, lebih dari 2 juta aplikasi ditolak mentah-mentah karena melanggar pedoman App Store. Dua juta! Itu setara dengan menolak hampir 5.500 aplikasi setiap harinya.
Apa saja alasan penolakan tersebut? Beberapa di antaranya mencakup fitur tersembunyi yang berbahaya, pelanggaran privasi pengguna, konten spam, hingga aplikasi yang meniru aplikasi lain secara ilegal. Semua bandel mendapatkan penolakan.
Yang lebih mengkhawatirkan, Apple mengungkap adanya modus “bait-and-switch” alias umpan-balik. Modus ini sangat licik: aplikasi yang awalnya tampak normal seperti game sederhana atau kalkulator, diam-diam diubah menjadi aplikasi penipuan setelah lolos review. Bayangkan, Anda pikir mengunduh kalkulator, tapi tiba-tiba jadi aplikasi pencuri data!
Sepanjang 2025, Apple menghapus hampir 59.000 aplikasi karena terlibat dalam praktik keji tersebut. Semua dibongkar habis-habisan.
Untuk melawan modus seperti itu, Apple kini semakin mengandalkan AI dan machine learning. Teknologi canggih ini digunakan untuk mendeteksi ulasan palsu, spam, aplikasi berbahaya, hingga pola perilaku mencurigakan dari developer dan pengguna. Sistemnya bekerja otomatis dan terus belajar.
Hasilnya? Apple mengklaim telah memproses lebih dari 1,3 miliar rating dan review aplikasi pada 2025. Dari jumlah itu, mereka memblokir hampir 195 juta ulasan palsu agar tidak muncul di App Store. Bayangkan, hampir 200 juta komentar bohong gagal mengecoh sistem!
Selain itu, Apple juga memblokir hampir 7.800 aplikasi penipu dari hasil pencarian App Store. Mereka juga menyembunyikan 11.500 aplikasi lain agar tidak muncul di daftar peringkat aplikasi populer. Dengan cara ini, pengguna tidak akan menemukan aplikasi jahat meskipun mereka mencarinya.
FOKUS UTAMA: KEAMANAN DATA PEMBAYARAN ANDA
Yang paling penting bagi kita semua adalah perlindungan data keuangan. Apple mengatakan sistem keamanan App Store juga dirancang khusus untuk melindungi data pembayaran pengguna. Uang Anda adalah prioritas utama mereka.
Perusahaan menyebut lebih dari 680.000 aplikasi kini menggunakan sistem pembayaran resmi Apple seperti Apple Pay dan StoreKit. Semua transaksi melewati jalur aman yang telah terenkripsi.
Pada 2025, Apple mengklaim berhasil menghentikan lebih dari 5,4 juta kartu kredit curian agar tidak dipakai untuk transaksi penipuan di App Store. Jutaan kartu hasil curian menjadi tidak berguna! Apple juga melarang hampir 2 juta akun pengguna untuk melakukan transaksi ulang karena terindikasi fraud. Sekali ketahuan, langsung diblokir.
Dengan segala capaian ini, Apple menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam sistem keamanan App Store. Mereka tidak akan berhenti di sini. Tujuan akhirnya sederhana: menjaga platform tetap aman bagi pengguna dan developer di masa mendatang. Jadi, saat Anda mengunduh aplikasi berikutnya, setidaknya Anda tahu ada sistem sekuat benteng yang bekerja di balik layar. Tenang, kan?
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










