Dentmas.id – Sebuah kejadian tak terduga menimpa sejumlah pengguna Infinix GT 30 Pro di Indonesia! Bukan main, ponsel yang mereka andalkan sehari-hari tiba-tiba melakukan factory reset secara mendadak tanpa peringatan. Alih-alih berseluncur di media sosial, mereka justru harus berhadapan dengan layar kosong dan semua data penting yang raib dalam sekejap.
Apa Itu Factory Reset?
Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita pahami dulu mengapa masalah ini sangat serius. Factory reset pada dasarnya merupakan fitur untuk mengembalikan ponsel ke pengaturan pabrik. Fitur ini akan menghapus tanpa ampun semua data pribadi pengguna, mulai dari galeri foto, video kenangan, hingga dokumen penting, sehingga perangkat terasa bersih seperti baru dibeli. Bayangkan betapa paniknya Anda ketika semuanya lenyap begitu saja!
Media Sosial Jadi Saksi: Keluhan Bermunculan di Grup Facebook
Kegelisahan ini akhirnya menemukan suaranya di media sosial. Para korban bug ini ramai-ramai membagikan pengalaman pahit mereka melalui grup Facebook “Infinix GT 30 Pro Indonesia”. Mereka memposting bukti tangkapan layar yang menunjukkan ponsel mereka menampilkan jendela peringatan yang sangat menakutkan. Kira-kira, bunyi pesan error tersebut adalah: “Untuk menggunakan ponsel ini, terakhir kali di-reset. Karena belum melakukannya, Anda harus menyiapkan ponsel lagi.” Jendela ini disertai dengan tombol “Siapkan ponsel” yang memaksa pengguna untuk melalui proses penyiapan dari awal lagi, persis seperti ketika pertama kali menyalakan ponsel baru.
Mengulik Kronologi: 5 Tahap Bug yang Menyerang
Berdasarkan pantauan terbaru pada Rabu (10/9/2025), kami berhasil merangkum kronologi detail serangan bug ini. Urutan kejadiannya berlangsung sangat cepat dan sistematis:
- Aplikasi Crash: Aplikasi yang sedang digunakan, seperti WhatsApp atau YouTube Shorts, tiba-tiba tertutup dengan sendirinya tanpa alasan yang jelas.
- XOS Berhenti: Sistem antarmuka (UI) Infinix, yaitu XOS, kemudian menampilkan pesan error yang mengerikan, “XOS berhenti”.
- Restart Otomatis: Tanpa menunggu perintah dari pengguna, ponsel langsung melakukan restart secara paksa.
- Factory Reset Screen: Setelah menyala, bukannya masuk ke layar utama, ponsel justru memperlihatkan layar penyiapan awal yang menandakan bahwa ponsel telah di-reset.
- Data Hilang: Inilah tahap paling menyedihkan. Setelah proses penyiapan selesai, sebagian besar data pengguna telah terhapus. Meskipun beberapa pengguna melaporkan foto dan video mereka masih selamat tersimpan di memori internal, kerugian data tetap tidak terhindarkan.
Suara Korban: Keluh Kesah yang Miris
Rozi Plasma, salah satu korban, dengan jelas menceritakan pengalaman traumatisnya. Ia mengalami masalah ini ketika sedang asyik menonton video di aplikasi YouTube. “Tiba-tiba muncul notifikasi XOS berhenti. Kemudian aplikasi ikut berhenti dan mati. Saat HP dinyalakan ulang, sudah reset pabrik dan tidak bisa masuk ke sistem,” keluhnya.
Tidak hanya Rozi, pengguna anonim lainnya juga mengalami nasib serupa. Ponselnya tiba-tiba menunjukkan layar reset setelah restart otomatis. “Saat membuka WhatsApp tiba-tiba aplikasi tertutup sendiri dan HP me-restart dengan sendirinya. Setelah mencoba beberapa cara, baru bisa masuk ke OS dan muncul laman penyiapan HP seperti factory reset,” ujarnya.
Yang lebih parah lagi, pengguna bernama Renaldi Yan Armadani mengaku sudah mengalami bug reset otomatis ini hingga lima kali dalam beberapa bulan terakhir! Pada Selasa (9/9/2025), ia mengklaim telah mendapatkan informasi resmi dari Infinix bahwa solusi satu-satunya adalah menunggu pembaruan (update) atau perbaikan (patch).
Daftar Masalah Tambahan: Tidak Hanya Reset Mendadak
Selain masalah reset mendadak yang menjadi sorotan, para pengguna di grup Facebook tersebut juga melontarkan berbagai keluhan lain yang turut mengganggu kenyamanan. Beberapa di antaranya termasuk menu “Settings” yang sering hilang, ponsel yang cepat panas (overheat) disertai dengan borosnya baterai, hingga masalah crash lain yang masih seputar sistem XOS. Masalah-masalah ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidakstabilan pada perangkat lunak ponsel ini.
Langkah Solutif: Laporkan dan Beri Tekanan!
Lalu, apa yang harus dilakukan jika menjadi korban? Sejumlah pengguna yang lebih berpengalaman menyarankan untuk segera melaporkan masalah ini melalui aplikasi Carlcare, yang merupakan pusat layanan resmi Infinix. Selain itu, mereka juga menganjurkan untuk mengirimkan email pengaduan langsung ke kantor pusat Infinix. Tujuannya jelas: agar pihak Infinix Indonesia menyadari luasnya masalah ini dan segera mengambil tindakan dengan meluncurkan patch yang mampu membasmi berbagai bug, terutama yang terkait dengan factory reset otomatis.
Infinix Indonesia Masih Bungkam: Tanggapan yang Dinantikan
Hingga berita ini diturunkan, satu hal yang patut disayangkan adalah sikap diam dari pihak Infinix Indonesia. Mereka sama sekali belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun untuk menanggapi gelombang keluhan dari pengguna setianya. Padahal, media telah berusaha menghubungi mereka sejak Selasa (9/9/2025), namun jawaban yang dinantikan masih belum juga datang.
Sudah Ada Update, Tapi Apakah Solutif?
Di tengah kebingungan pengguna, secercah harapan muncul. Beberapa anggota grup Facebook melaporkan bahwa mereka telah menerima patch pembaruan terbaru dari Infinix Indonesia. Pembaruan dengan versi 15.1.0.153SP05 (OP001PF001AZ) dan berukuran sekitar 406 MB ini diklaim hadir untuk meningkatkan performa perangkat secara keseluruhan serta memperbaiki “beberapa masalah”.
Namun, sayangnya, deskripsi update tersebut tidak menyebutkan secara spesifik apakah masalah factory reset otomatis termasuk dalam perbaikan itu. Kefektifan update ini juga masih menjadi tanda tanya besar karena disebarkan kepada semua pengguna, termasuk yang tidak mengalami masalah. Dengan kata lain, belum ada kepastian apakah update ini adalah solusi yang selama ini ditunggu-tunggu atau bukan.
Sementara menunggu kepastian dan komitmen perbaikan dari Infinix, langkah terbaik bagi pengguna adalah melakukan backup data secara rutin dan proaktif melaporkan keluhan. Pengalaman komunitas ini mengajarkan bahwa keamanan data sepenuhnya ada di tangan kita, sementara produsen dituntut untuk lebih cepat dan transparan dalam menangani masalah perangkat mereka.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews










