Dentmas.id – Oppo, vendor smartphone asal China, kini menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk menghadapi persaingan sengit di pasar HP flagship Indonesia. Selanjutnya, tim Oppo Indonesia secara resmi membongkar strategi spesifik mereka dalam memperebutkan pangsa pasar ponsel premium di Tanah Air.

Dominasi Ala Oppo: Bukan Soal Angka, Tapi Soal Ingatan di Benak Konsumen
Patrick Owen, Vice President Oppo Indonesia, dengan tegas menyatakan bahwa Oppo sebenarnya memiliki peluang besar untuk mendominasi pasar ponsel kelas atas. Namun yang mengejutkan, perusahaan sama sekali tidak memaksakan “dominasi” tersebut hanya dari angka penjualan semata, melainkan justru lebih memusatkan perhatian pada kualitas produk itu sendiri. “Percayalah,” tegas Patrick usai acara peluncuran Oppo Find X9 Series di Jakarta, Rabu (5/11/2025), “kata ‘dominan’ bagi kami bukan cuma soal angka jual atau ukuran pasar, tapi terletak pada keunggulan produk itu sendiri.”
Tak berhenti di situ, ia pun melanjutkan penjelasannya bahwa makna dominasi sejati bagi Oppo bukanlah tentang siapa yang paling laris menjual unit. Sebaliknya, dominasi justru mereka artikan sebagai bagaimana sebuah produk berhasil melekat di benak dan dikenal secara luas oleh para konsumen. “Jadi, banyak orang yang bertanya, dominasi itu apa? Kunci utamanya ada pada product itself, itu hal paling penting dan bukan sekadar masalah volume penjualan,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Jurus Andalan: Serangan Kamera dan Baterai untuk Merebut Hati Pasar Premium
Lalu, bagaimana cara mewujudkannya? Patrick kemudian membeberkan bahwa strategi Oppo untuk mendominasi pasar HP flagship adalah dengan memamerkan kekuatan produk dan keunggulan teknologi terdepan mereka kepada pengguna. “Contoh nyatanya, bagaimana kami bertekad mendominasi seluruh sektor kamera di kelas flagship. Caranya? Kami menghadirkan teknologi telefoto mutakhir, dibarengi dengan kapasitas baterai yang besar; itulah langkah dan strategi konkret Oppo untuk mengisi ruang flagship tersebut,” papar Patrick dengan detail.
Lebih hebatnya lagi, Patrick menyebut bahwa Oppo akan konsisten mengedepankan inovasi di semua lini produk tanpa terkecuali. Artinya, komitmen ini tidak hanya berfokus pada kelas flagship, tetapi juga akan merambah hingga ke seri mid-range dan entry-level. “Intinya, Oppo selalu ingin mendominasi setiap segmen dengan keandalan produk dan teknologi kami. Kami menerapkan ini di semua lini, bukan cuma ponsel flagship saja,” seru Patrick dengan semangat.
Dampak 740 Juta Pengguna: Komitmen Tanpa Kompromi pada Kualitas
Sebagai bukti komitmen, Patrick kembali menegaskan bahwa dengan total basis lebih dari 740 juta pengguna setia di seluruh dunia, Oppo merasa memikul tanggung jawab yang sangat besar untuk terus menghadirkan produk berkualitas tinggi di setiap kategorinya. Menurut pandangannya, angka fantastis tersebut merupakan bukti nyata kepercayaan konsumen yang telah diberikan kepada merek Oppo. Alasan inilah yang menjadi motivasi utama bagi perusahaan untuk pantang berkompromi dan menurunkan kualitas perangkat mereka. “Semua user itu sangat penting buat kami. Seperti yang sudah saya sampaikan, kami memiliki lebih dari 740 juta pengguna global. Karena itulah, dalam hal produk, kami sama sekali tidak akan compromise,” tutup Patrick dengan nada tegas.
Ledakan Pasar Flagship: Tren Premiumisasi yang Mengubah Perilaku Belanja
Nah, kepercayaan diri Oppo ini bukanlah tanpa alasan. Keyakinan tersebut muncul tepat di saat pasar HP flagship sedang mengalami tren pertumbuhan yang positif. Kini, banyak perusahaan gadget saling beradu cepat menghadirkan ponsel kelas atas (flagship) dengan harga yang mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.
Lantas, apa yang mendorong persaingan ketat ini? Ternyata, persaingan ini muncul karena tren pasar yang secara perlahan mulai mengalami pergeseran. Faktanya, saat ini banyak konsumen yang dinilai lebih rela mengeluarkan budget tambahan untuk membeli ponsel flagship. Tujuannya jelas, yaitu untuk mendapatkan pengalaman penggunaan yang jauh lebih superior dan memuaskan.
Data pun membuktikan hal ini! Menurut laporan dari firma riset pasar ternama, Counterpoint Research, pada paruh pertama (H1) tahun 2025, tren penjualan ponsel premium global (dengan harga di atas 600 dolar AS atau sekitar Rp 10 jutaan) tercatat tumbuh dengan pesat hingga 8% secara tahunan (YoY). Yang lebih mencengangkan, angka pertumbuhan ini diklaim sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah! Sebagai perbandingan, pada periode yang sama di tahun 2024, pasar ponsel pintar global hanya tumbuh sebesar 4% saja.
Berdasarkan laporan Counterpoint, fenomena ini dengan jelas menunjukkan adanya tren “premiumisasi” yang sedang terjadi. Dalam tren ini, konsumen kini lebih memilih untuk membeli HP flagship karena perangkat ini dinilai mampu menawarkan kualitas yang lebih unggul, baik dari sisi spesifikasi teknis, fitur inovatif, maupun desain yang elegan.
Sementara di kancah global, Counterpoint mencatat bahwa saat ini hanya ada beberapa nama merek besar yang benar-benar mendominasi segmen premium ini. Para raksasa tersebut adalah Apple, Huawei, Xiaomi, dan Samsung, yang mana masing-masing berhasil mencatatkan peningkatan angka pertumbuhan penjualan karena cermat memanfaatkan gelombang tren “premiumisasi” tersebut. Akhirnya, dominasi yang dipegang oleh keempat merek ternama dalam jajaran ponsel flagship ini semakin mencerminkan betapa kompetitifnya persaingan di pasar saat ini.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










