Dentmas.id – Gempar industri game dunia! Savvy Games Group, perusahaan game asal Arab Saudi, tengah bersiap mengakuisisi studio game Moonton dari ByteDance. Nilainya sungguh fantastis, mencapai 6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 101 triliun! Kabar ini langsung mengguncang jagat maya, terutama para penggemar Mobile Legends.
Lebih lanjut, Moonton sendiri dikenal luas sebagai pengembang game mobile yang sangat populer, seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan Magic Chess: Go Go (MCGG). Kedua game ini berhasil membangun basis pemain yang sangat besar dan loyal di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu pangsa pasarnya terbesar. Sementara itu, Savvy Games Group merupakan anak usaha dari Public Investment Fund (PIF), yakni dana kekayaan negara Arab Saudi. Dengan langkah ini, Arab Saudi semakin serius mewujudkan ambisinya menjadi pusat industri game dunia.

Ambisi Besar Arab Saudi di Kancah E-Sports Global
CEO Savvy Games Group, Brian Ward, dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa kesepakatan monumental ini merupakan bagian dari strategi agresif perusahaannya untuk memperkuat dominasi di sektor game mobile. Menurutnya, langkah ini sekaligus secara signifikan memperluas jangkauan Savvy dalam industri e-sports di tingkat global. Brian mengungkapkan hal tersebut kepada kantor berita Bloomberg pada Minggu (22/3/2026).
Pernyataan Brian mengenai e-sports bukan tanpa alasan. Pasalnya, Mobile Legends telah membangun ekosistem e-sports yang sangat matang dan berkualitas. Di samping jumlah pemainnya yang fantastis, komunitasnya pun terus berkembang pesat. Kompetisi e-sports rutin digelar Moonton secara konsisten. Mulai dari ajang bergengsi MPL (MLBB Professional League) yang tersebar di berbagai negara, hingga puncaknya adalah kejuaraan dunia tahunan bertajuk M-World Championship. Semua ini menjadi aset berharga yang kini beralih kepemilikan.
Tentu saja, akuisisi Moonton ini bukan langkah pertama Savvy Games Group. Perusahaan ini telah lama aktif menebar investasi di industri game global. Sebelumnya, mereka telah mengakuisisi pengembang game Scopely pada 2023. Bahkan, mereka juga turut serta dalam pembelian bisnis game milik Niantic, yang di dalamnya termasuk game legendaris Pokemon Go. Kini, dengan masuknya Moonton, portofolio mereka semakin kuat dan beragam.
Langkah berani ini sejalan dengan strategi besar Arab Saudi untuk mendiversifikasi ekonominya. Negara tersebut berupaya mengurangi ketergantungan pada sektor minyak. Dengan berinvestasi besar-besaran di industri hiburan dan game, mereka berambisi untuk memposisikan diri sebagai pusat global yang baru. Akuisisi ini bukan sekadar bisnis, melainkan bagian dari visi besar masa depan negara.
Nasib Karyawan dan Fokus Baru ByteDance
Kabar baiknya, dalam kesepakatan senilai Rp 101 triliun ini, nasib para karyawan Moonton tidak terancam. Manajemen memastikan bahwa seluruh karyawan akan tetap dipertahankan. Tidak ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul perubahan kepemilikan ini. Bahkan, kabarnya karyawan Moonton juga akan mendapatkan program insentif khusus sebagai bagian dari transisi kepemilikan. Hal ini tentu memberikan ketenangan hati bagi para pekerja di tengah dinamika korporasi yang besar.
Sementara itu, dari sisi ByteDance, langkah ini menandai perubahan fokus yang signifikan. Perusahaan induk TikTok itu akan lebih berkonsentrasi pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mereka berencana untuk memperkuat model AI dan chatbot agar dapat bersaing lebih ketat dengan raksasa teknologi lainnya. Sebelumnya, ByteDance memang mulai mengurangi porsi bisnis gim mereka. Hal ini terjadi setelah mereka kesulitan bersaing dengan perusahaan besar asal China lainnya, seperti Tencent, yang sudah lebih dulu mapan di industri tersebut.
Menarik untuk dicatat, ByteDance sebelumnya mengakuisisi Moonton pada tahun 2021. Saat itu, nilai kesepakatan mencapai sekitar 4 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 67 triliun. Artinya, dalam kurun waktu beberapa tahun, nilai jual Moonton melonjak tajam hingga 50% lebih. Penjualan bisnis Moonton ini menjadi penanda jelas bahwa ByteDance sedang mengalihkan sumber daya secara besar-besaran. Mereka kini memilih untuk fokus pada sektor AI yang dinilai lebih strategis dan menjanjikan keuntungan jangka panjang di masa depan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










