Dentmas.id – Tahukah kamu? Hingga detik ini, Apple dengan percaya diri telah meluncurkan 19 seri utama iPhone (tidak termasuk seri SE), sebuah perjalanan panjang yang dimulai sejak iPhone generasi pertama atau iPhone 2G memecah kebekuan pasar pada 2007. Namun, di balik kesuksesan gemilangnya, terselip satu misteri yang hingga kini masih bikin penasaran: lenyapnya iPhone 9 tanpa jejak!
Peristiwa unik ini akhirnya terjadi pada 2018, di mana Apple dengan sengaja memutus rantai penomoran yang sudah mereka bangun selama bertahun-tahun. Coba bayangkan, pada 2017, kita semua dikenalkan dengan iPhone 7 series. Lalu, secara logika, tahun berikutnya seharusnya muncul iPhone 8, bukan? Benar saja, Apple memang merilis iPhone 8. Akan tetapi, mereka secara mengejutkan memperkenalkan seorang “bintang” baru lainnya, yaitu iPhone X, yang bisa kita baca sebagai iPhone Ten atau iPhone 10. Jadi, dengan begitu beraninya, Apple melompati satu nomor langsung dari iPhone 8 ke iPhone X. Inilah titik awalnya: Apple ternyata tidak pernah sama sekali merilis iPhone 9!
Setelah kehadiran iPhone X yang menggemparkan itu, rumor pun sempat berhembus kencang. Banyak spekulasi yang memperkirakan bahwa Apple akan “kembali ke jalur” dengan merilis iPhone 9 pada tahun 2020. Namun, ternyata dugaan itu meleset sama sekali! Alih-alih menghadirkan sang legenda yang hilang, Apple justru mengeluarkan seri iPhone SE 2. Lantas, pertanyaan besarnya pun mengemuka: sebenarnya, ada rahasia apa di balik ketiadaan iPhone 9 ini?
Menguak Dugaan: Ini Dia Alasan Rahasia Apple Tidak Mau Rilis iPhone 9!
Harus diakui, Apple sendiri sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi yang menjelaskan alasan di balik keputusan mereka untuk melewatkan nomor 9. Akan tetapi, banyak pengamat dan pecinta teknologi yang menghubungkan fenomena ini dengan sebuah strategi yang pernah dilakukan oleh Microsoft. Ibaratnya, “Seperti Bapak, seperti Anak,” Microsoft juga pernah melakukan hal serupa dengan tidak merilis sistem operasi Windows bernomor 9. Mereka langsung melompat dari Windows 8 ke Windows 10.
Alasan menarik di balik keputusan Microsoft ini sempat terkuak secara implisit dan cerdas melalui kaos yang dipakai oleh Joe Belfiore, Head of Windows. Pada sebuah konferensi, Belfiore mengenakan kaos bergambar kode biner yang jika diterjemahkan artinya adalah “Windows 10, because 7 8 9”. Coba perhatikan kalimat jenius itu! Angka 8 di sana dibaca “eight,” yang terdengar mirip dengan kata “ate” (bentuk lampau dari “eat” atau “makan”). Jadi, bisa diartikan bahwa Windows 7 “memakan” (8/ate) Windows 9, sehingga yang lahir langsung Windows 10! Strategi penamaan ini sengaja dipakai sebagai sebuah lompatan besar dalam pemasaran untuk membuat pengguna merasa sangat ketinggalan zaman jika masih menggunakan Windows 7, sementara dunia sudah berpindah ke Windows 10.
Nah, strategi pemasaran genius inilah yang diduga kuat juga diadopsi oleh Apple untuk iPhone X. Mereka sangat ingin menunjukkan kepada dunia bahwa iPhone ini bukan sekadar upgrade biasa, melainkan sebuah lompatan revolusioner. Jika kita mengingat kembali era tersebut, iPhone X memang benar-benar menghadirkan pembaruan yang sangat signifikan dibanding semua seri sebelumnya. Desainnya yang memiliki layar sentuh penuh tanpa tombol home fisik berhasil membuka era baru layar berponi (notch) untuk semua seri iPhone berikutnya.
Strategi Jenius Apple: Menjaga Hati Pengguna dan Menciptakan Legenda
Lalu, mengapa nama yang dipilih adalah “X” dan bukan “10”? Ternyata, di balik itu ada strategi psikologis yang sangat mendalam! Apple tidak ingin para fans setia yang baru saja membeli iPhone 8 merasa direndahkan atau “kuno” saat melihat iPhone 10 beredar di pasaran. Coba bayangkan betapa terpukulnya perasaan mereka jika Apple menggunakan nama iPhone 10. Para pengguna iPhone 8 pasti akan berpikir, “Kok saya beli iPhone 8, tapi yang baru sudah iPhone 10? Ketinggalan dua generasi dong!” Oleh karena itu, dengan memilih nama iPhone X, Apple seolah menciptakan produk yang berbeda jalur, bukan penerus langsung secara numerik. iPhone X dihadirkan bukan sebagai iPhone 10, melainkan sebagai sebuah edisi spesial, sebuah varian premium yang eksklusif.
Selain itu, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Apple memang memiliki tradisi tersendiri dalam menggunakan simbol “X”. Simbol ini selalu mereka cadangkan untuk produk-produk yang dianggap istimewa, mampu mengubah landscape, atau berbeda dari keseluruhan lini produk yang ada. Beberapa contoh nyata bisa kita lihat pada Mac OS X yang menjadi suksesor dari Mac OS 9 pada tahun 2000, kemudian OS X El Capitan yang dirilis tahun 2015, dan juga software profesional Final Cut Pro X. Penggunaan “X” (yang dibaca “ten”) ini sengaja dipilih untuk menandai momen-momen penting.
Kemudian, ada satu dugaan kuat lainnya yang tidak kalah menarik: iPhone X sengaja dihadirkan untuk merayakan ulang tahun iPhone yang ke-10. Kehadiran iPhone X pada tahun 2017 (tepat sepuluh tahun setelah iPhone pertama) semakin mengukuhkan pesan bahwa ini adalah iPhone yang spesial, sebuah mahakarya yang dibuat untuk memperingati satu dekade revolusi smartphone yang mereka pimpin. Jadi, bisa disimpulkan bahwa “penghilangan” iPhone 9 bukanlah sebuah kesalahan atau kelalaian, melainkan sebuah manuver marketing yang brilian yang berhasil menciptakan misteri, membangun eksklusivitas, dan yang terpenting, menjual produk dengan cerita yang kuat. Dan harus diakui, strategi ini berhasil membuat kita semua masih membicarakannya hingga hari ini
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










