Dentmas.id – Meta akhirnya buka suara dan bikin gebrakan! Mereka memilih tetap setia sama raja chip AI, Nvidia, setelah sebelumnya bikin geger kabar bakal minggat ke pelukan Google. Bukan kaleng-kaleng, induk perusahaan Instagram, Facebook, WhatsApp, dan Threads ini teken kontrak duri panjang buat borong jutaan chip kecerdasan buatan, Selasa (17/2/2026) waktu AS. Keputusan ini sontak bikin publik melongo!
Kesepakatan gila ini mereka lakukan jelas-jelas buat ngegas ekspansi pusat data atau data center Meta. Targetnya cuma satu: bikin Meta AI makin cerdas, makin cepat, dan makin nggak ada lawan. Bos-bos Meta sadar betul, perang AI sekarang bukan lagi main-main, butuh amunisi super kuat!
Dalam perjanjian rahasia yang bocor ke publik ini, perusahaan semikonduktor paling bernilai sedunia pimpinan Jensen Huang itu siap membanjiri Meta dengan jutaan GPU Blackwell. Bukan cuma itu, mereka juga bakal kasir chip AI generasi terbaru, Rubin, yang baru mereka pamerin dengan bangga di ajang CES 2026 di Las Vegas. Wah, ini sih bukan sekadar beli, tapi udah kayak ambil alih pabrik!
Tapi tunggu, kejutan belum berhenti di situ. Kesepakatan ini juga nyelipin prosesor pusat atau CPU Grace dan Vera milik Nvidia. Bayangin, jutaan unit chip canggih bakal memenuhi rak-rak data center Meta dalam beberapa tahun ke depan.
Memang, nilai transaksi masih mereka tutup rapat-rapat. Tapi coba bayangkan, skala pembelian sampai jutaan unit! Ini bukan beli kacang goreng, ini beli senjata pemusnah kinerja buat perang AI. Langkah ini jelas nunjukin ambisi Meta yang setinggi langit buat mempercepat pembangunan infrastruktur AI. Mereka pengen model bahasa besar (LLM), sistem rekomendasi, dan agen AI mereka jalan mulus tanpa hambatan.
Bikin Sejarah! CPU Nvidia Pertama Kali Dipasang Massal di Meta
Ini dia bagian yang paling menarik! Meskipun Meta udah lama banget jadi langganan GPU Nvidia buat kebutuhan AI-nya, kesepakatan kali ini beda level. Buat pertama kalinya dalam sejarah, Nvidia bakal ngelakuin deployment atau pemasangan CPU Grace dalam skala gede, bahkan tanpa dipasangkan dengan GPU secara tradisional. Gila banget kan?
CPU Grace ini bukan barang biasa. Nvidia pertama kali kenalin prosesor berbasis arsitektur Arm ini sejak 2021. Awalnya mereka desain cuma sebagai pendamping setia GPU AI. Tapi sekarang, Nvidia mulai nekat dorong CPU ini buat berdiri sendiri, nggak cuma numpang nama.
Klaim Nvidia, Grace ini irit banget! Dia mampu pakai daya hingga setengah lebih hemat buat ngerjain tugas-tugas umum pusat data. Bayangin aja, dia bisa handle beban kerja kayak database dan pemrosesan data backend yang super berat tanpa bikin tagihan listrik membengkak. Ini solusi cerdas buat perusahaan sebesar Meta!
Nggak puas sampai di situ, Nvidia juga udah siapin generasi berikutnya, yaitu Vera CPU. Mereka umumkan CPU ini barengan sama GPU Rubin. Klaimnya, Vera bakal bawa peningkatan efisiensi yang lebih gila lagi.
Salah satu gebrakan paling keren di Rubin adalah kehadiran Vera CPU sebagai CPU pertama Nvidia yang mereka desain khusus buat agentic reasoning. Maksudnya apa? Ini kemampuan AI buat berpikir, merencanakan, dan bertindak secara mandiri dalam jangka panjang. Jadi, AI-nya bukan cuma ngejawab perintah, tapi bisa mikir sendiri kayak manusia!
Vera CPU ini mereka sebut sebagai CPU paling hemat daya buat “pabrik AI” berskala super besar. Mereka bangun Vera dengan 88 core Olympus hasil rancangan Nvidia sendiri. Core ini mendukung arsitektur Armv9.2 terbaru dan dilengkapi konektivitas NVLink-C2C dengan kecepatan luar biasa. Kombinasi ini bikin CPU mampu nanganin berbagai beban kerja pusat data dengan efisiensi dan bandwidth tinggi. Nggak heran, Vera CPU mereka jadwalkan mulai masuk ke data center Meta pada 2027.
Langkah berani ini nunjukin kalau Nvidia nggak cuma mau dikenal sebagai raja GPU. Mereka jelas pengen ngegas ekspansi ke pasar CPU pusat data yang selama ini jadi kerajaan Intel dan AMD. Strategi jitu, karena masa depan komputasi ada di efisiensi dan integrasi!
Sebelumnya, memang sempat beredar kabar kalau Meta lagi ngembangin chip AI internal. Tapi kayaknya, perjalanan mereka nggak mulus. Banyak laporan yang nyebut kalau strategi tersebut menghadapi tantangan teknis berat dan ujung-ujungnya molor terus implementasinya.
Parahnya lagi, Meta juga sempat dikabarin kepincut sama Tensor Processing Unit (TPU) milik Google. Isu ini sempet bikin saham Nvidia anjlok beberapa waktu lalu. Banyak yang berspekulasi Meta bakal balik badan dan ninggalin Nvidia.
Tapi dengan kontrak anyar segede ini, Nvidia kayak ngelempar senyum sinis dan nunjukin siapa yang paling berkuasa. Posisi mereka di Meta tetap kokoh, bahkan makin kuat. Secara umum, emang ada empat pelanggan gede yang nyumbang lebih dari 60 persen pendapatan Nvidia di kuartal terakhir. Dan yakin banget, Meta termasuk jagoan utama di dalamnya. Jadi, buat yang sempat ragu, sekarang udah jelas: Meta dan Nvidia, soulmate selamanya!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










