Dentmas.id – Siapa sangka, perjalanan menyiksa lebih dari tiga jam kini bisa dipangkas jadi cuma 30 menit? China kembali membuktikan dirinya sebagai negara dengan ide-ide gila yang berhasil! Negeri Tirai Bambu ini menemukan solusi brilian untuk mengatasi keterbatasan akses di daerah terpencil. Mereka membangun lift kaca raksasa setinggi 288 meter yang menempel di tebing curam, khusus untuk mempermudah mobilitas warga, terutama para anak sekolah yang selama ini harus mempertaruhkan nyawa demi pendidikan.
Lift kecepatan tinggi bernama Fuyao Ladder itu berdiri gagah menempel pada tebing vertikal di kawasan Ngarai Besar Nizhuhe, Provinsi Yunnan. Dengan jalur vertikal yang luar biasa, lift ini melahap jarak dari dasar hingga puncak tebing hanya dalam waktu sekitar 50 detik saja. Bayangkan, dalam sekali kedipan mata, kamu sudah berada di ketinggian yang dulunya butuh berjam-jam untuk dicapai!
Fuyao resmi mulai beroperasi pada akhir Juli 2026. Selain kecepatannya yang bikin jantung berdebar, lift ini juga dirancang dengan kabin berukuran jumbo. Akibatnya, Fuyao sanggup mengangkut total 81 penumpang dalam sekali perjalanan. Wah, betul-betul lift super besarnya China!
Cai Xiong, ketua perusahaan konstruksi di balik proyek megah tersebut, menegaskan bahwa Fuyao melaju lebih cepat dibandingkan lift sebelumnya. Bahkan, kapasitasnya mencapai hampir dua kali lipat dari lift yang sudah lebih dulu beroperasi di kawasan tersebut. Luar biasa, bukan?
Menariknya, Fuyao bukanlah satu-satunya lift yang berdiri kokoh di tebing Ngarai Besar Nizhuhe. Persis di sebelahnya, lift Qingyun menjulang setinggi 268 meter, yang sudah melayani publik sejak 2022. Kedua lift raksasa ini kemudian terhubung dengan kereta gantung yang menjembatani Desa Nizhuhe di dasar ngarai dengan kawasan dataran tinggi di atasnya.
Dari 3 Jam Menjadi 30 Menit, Ini Ceritanya!
Selama ini, lift Fuyao dan Qingyun dimanfaatkan sebagai akses transportasi utama bagi warga sekitar, termasuk para pelajar. Kedua lift tersebut melayani masyarakat di sekitar Kota Xuanwei, tempat Sekolah Dasar Desa Guanzhai berada di ketinggian sekitar 1.650 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, Desa Nizhuhe terletak lebih dari 500 meter di bawah bibir ngarai. Sungguh jurang pemisah yang menakutkan!
Dahulu, sekitar 20 anak dari desa-desa sekitar terpaksa melewati jalur terjal dan rute pegunungan yang membahayakan demi mengejar pendidikan. Karena perjalanan yang begitu berat, sebagian dari mereka bahkan memilih tinggal di sekolah sebagai siswa asrama. Sedih sekali, bukan, mendengar perjuangan mereka?
Satu-satunya akses menuju bagian atas tebing hanyalah jalur pegunungan yang curam dan berkelok-kelok. Di beberapa titik, pijakan tebing justru dipahat langsung pada batu, sementara pagar pengaman mereka hanya mengandalkan rantai sederhana. Satu langkah salah, siapa tahu apa yang akan terjadi!
Namun, setelah lift dibangun, segalanya berubah total. Perjalanan yang semula membutuhkan lebih dari tiga jam kini hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Rutenya pun sederhana: anak-anak berjalan kaki sekitar 1 kilometer dari rumah menuju lift, naik lift ke atas tebing, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta gantung hingga tiba di sekolah. Jauh lebih aman dan nyaman!
Salah satu pengguna lift Fuyao adalah Lei Xin (12 tahun), bocah asal Desa Nizhuhe yang bersekolah di Sekolah Dasar Desa Guanzhai. Setelah mencoba Fuyao untuk pertama kalinya, Xin langsung merasakan perbedaannya dengan Qingyun.
“Fuyao lebih cepat dan jauh lebih luas dibandingkan Qingyun,” ujar Lei, sebagaimana dikutip dari Global People.
Bukan Sekadar Lift, Ini Jadi Magnet Wisatawan!
Lebih menariknya lagi, lift yang menempel di tebing ini tidak hanya melayani warga lokal. Faktanya, kehadirannya berhasil memikat wisatawan untuk datang ke Ngarai Besar Nizhuhe. Sejak lift Qingyun dibangun pada 2022, kawasan wisata itu tercatat sudah menerima lebih dari satu juta pengunjung. Angka yang fantastis!
Kemudian pada 2025, Fuyao hadir dengan menawarkan kapasitas ruang yang lebih besar. Jika keduanya dioperasikan bersamaan, lift Fuyao dan Qingyun diklaim mampu mengangkut total sekitar 1.200 orang per hari. Sama sekali tidak mengejutkan jika kawasan ini makin ramai!
Cai Xiong memperkirakan jumlah kunjungan ke lift tebing tersebut akan melampaui 600.000 wisatawan pada tahun depan, asalkan tren masih berlanjut. Lebih hebatnya lagi, pendapatan dari lift diproyeksikan menembus 3 juta yuan, atau setara sekitar Rp 7,9 miliar. Sebuah angka yang membuat siapa pun takjub!
Ramainya wisatawan juga membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Akibatnya, peluang kerja pun terbuka lebar bagi penduduk lokal. Pada tahun 2025, pendapatan yang dibelanjakan warga Desa Nizhuhe tercatat naik hampir empat kali lipat dibandingkan tahun 2022. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui!
Melalui inovasi luar biasa ini, China membuktikan bahwa teknologi tidak hanya dibangun untuk hal-hal besar, tetapi juga untuk mengubah hidup rakyat kecil. Dari perjalanan berbahaya tiga jam menjadi 30 menit yang aman, dari desa terisolasi menjadi destinasi wisata mendunia. Siapa tahu, ide serupa bisa diadaptasi di daerah terpencil lainnya di Indonesia. Sungguh sebuah inspirasi yang patut diapresiasi!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










